Endang Muchtar
Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Sequis SHEPRENUER Dorong Wirausaha Perempuan Naik Kelas dengan Memperkuat Manajemen Keuangan

Peserta Sequis SHEPRENEUR Learning Series berinteraksi dengan Praktisi Growth Marketing dari Katalis AI Michelle Fno, bersama Agency Development Manager Sequis Life Andrew Tjengharwidjaja (bawah). (Foto: dok, Sequis Life)
Peserta Sequis SHEPRENEUR Learning Series berinteraksi dengan Praktisi Growth Marketing dari Katalis AI Michelle Fno, bersama Agency Development Manager Sequis Life Andrew Tjengharwidjaja (bawah). (Foto: dok, Sequis Life)
Dummy

ECONOMIC ZONE - Menjadi wirausaha bukan hanya tentang memiliki produk yang baik dan meningkatkan penjualan. Untuk dapat tumbuh secara berkelanjutan, perempuan wirausaha juga perlu memiliki fondasi keuangan yang kuat dan kemampuan mengembangan bisnis secara strategis.

Hal ini menjadi bagian dalam rangkaian pembelajaran Sequis SHEPRENEUR melalui sesi Managing Financial Risks for You and Your Family bersama Agency Development Manager Sequis Life Andrew Tjengharwidjaja dan sesi Growth Marketing bersama praktisi growth marketing Michelle Fno.

Kedua sesi tersebut menekankan bahwa pertumbuhan usaha perlu berjalan beriringan dengan kemampuan mengelola risiko dan mengambil keputusan bisnis secara tepat. Bagi perempuan wirausaha, hal ini menjadi semakin penting karena keuangan pribadi, keluarga, dan usaha seringkali saling berkaitan.

Dalam sesi Managing Financial Risks for You and Your Family, peserta diajak memahami bahwa perencanaan keuangan tidak berhenti pada menabung, berinvestasi, atau menyiapkan biaya kebutuhan keluarga. Setiap tujuan finansial juga perlu mempertimbangkan berbagai risiko yang dapat menghambat pencapaiannya.

Karena ada tiga risiko kehidupan yang perlu diperhatikan, yaitu umur pendek, sakit atau kecelakaan, serta umur panjang. Misalnya saja, sakit atau kecelakaan, tidak hanya dapat menimbulkan biaya pengobatan, tetapi juga mengganggu kemampuan seseorang untuk bekerja dan menghasilkan pendapatan. Bagi seorang wirausaha, kondisi tersebut dapat berdampak pada keuangan keluarga sekaligus keberlangsungan bisnis yang sedang dibangun.

Umur panjang juga membawa tantangan tersendiri. Semakin panjang masa hidup, semakin lama pula kebutuhan finansial yang perlu dipersiapkan, termasuk biaya kesehatan dan biaya hidup saat masa pensiun. Karena itu, perencanaan perlu dilakukan sejak dini agar kebutuhan tersebut tidak menjadi beban bagi kondisi finansial keluarga pada masa depan. 

Tantangan dapat semakin kompleks ketika seseorang harus memenuhi kebutuhan anak, membantu orang tua, memenuhi kebutuhan rumah tangga, sekaligus mempersiapkan masa pensiun. Karena itu, peserta diperkenalkan pada pentingnya membangun fondasi keuangan melalui pengelolaan penghasilan dan pengeluaran, dana darurat, serta pengelolaan pinjaman konsumtif.

Setelah fondasi tersebut terbentuk, perlindungan kesehatan, penyakit kritis, dan jiwa dapat menjadi bagian dari perencanaan untuk membantu menjaga keberlangsungan rencana keuangan keluarga sebelum berlanjut pada investasi, persiapan pensiun, dan distribusi kekayaan.

Setelah membahas pentingnya menjaga fondasi keuangan, peserta melanjutkan pembelajaran melalui sesi Growth Marketing bersama Praktisi Growth Marketing dari Katalis AI Michelle Fno,  Sesi ini menyoroti cara menjalankan pemasaran digital yang tidak hanya menghasilkan pertumbuhan penjualan, tetapi juga menjaga profitabilitas bisnis.

Michelle menjelaskan bahwa memasang iklan dan mendatangkan traffic saja tidaklah cukup. Banyaknya impresi, klik, atau calon pelanggan belum tentu menghasilkan penjualan—apalagi keuntungan. Keberhasilan pemasaran perlu dinilai berdasarkan kontribusinya terhadap bisnis, mulai dari konversi penjualan dan pembelian berulang hingga margin yang dihasilkan.

Karena itu, setelah iklan berhasil menarik calon pelanggan, pelaku usaha perlu memastikan bahwa mereka menerima penawaran yang relevan, diarahkan melalui proses pembelian yang efektif, dan memiliki alasan untuk kembali bertransaksi. Seluruh proses tersebut harus dijalankan dengan biaya akuisisi pelanggan yang tetap sejalan dengan margin usaha.

Peserta juga diperkenalkan pada pendekatan usaha berbasis data sebagai dasar pengambilan keputusan pemasaran. Prosesnya dimulai dengan melakukan melakukan audit untuk melihat kondisi bisnis dan memahami pelanggan, dilanjutkan dengan menciptakan strategi dan konten (create), kemudian menguji efektivitasnya (test), mengevaluasi hasil (evaluate), dan selanjutnya mengembangkan strategi untuk bagian yang menunjukkan kinerja terbaik (scale).

Dengan pendekatan ini, pelaku usaha tidak hanya berfokus pada jumlah likes atau klik, tetapi juga mampu memahami biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan pelanggan dan kontribusi aktivitas pemasaran terhadap bisnis.

Melalui sesi Growth Marketing ini, peserta Sequis SHEPRENEUR memperoleh pemahaman bahwa pertumbuhan usaha tidak ditentukan oleh besarnya anggaran iklan semata. Pertumbuhan yang sehat membutuhkan pemahaman pelanggan, penawaran yang tepat, proses pembelian yang efektif, pengujian strategi secara disiplin, serta kemampuan membaca data dan menghubungkan biaya pemasaran dengan margin usaha.

Menjadi perempuan wirausaha membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menjual, tetapi juga kemampuan mengelola risiko dan terus mengembangkan kapasitas usaha agar usaha dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Pemahaman ini menjadi bagian dari pembelajaran Sequis SHEPRENEUR Learning Series, sebelum peserta melanjutkan ke sesi selanjutnya untuk memperdalam pentingnya perlindungan finansial melalui materi Protect Your Future Through Financial Protection.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
5 jam yang lalu
BTN HADIRKAN KTM CO-BRANDING UNTUK 12.000 MAHASISWA BARU UNNES
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama Universitas Negeri Semarang (UNNES) menghadirkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) BTN UNNES
 
Nasional
23 jam yang lalu
Kemenko Polkam, BSSN, dan Telkom Perkuat Kolaborasi Nasional Hadapi Ancaman Era Komputasi Kuantum
Penyusunan peta jalan nasional menjadi langkah awal memperkuat ketahanan siber Indonesia di era pasca-kuantum
 
Nasional
11/08/2026 17:33 WIB
Dukung Penanganan Pengolahan Sampah di Jakarta, Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Rusunawa Rorotan dan Rawa Badak Jakarta Utara
Bank Jakarta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berencana untuk membangun biodigester komunal berbasis sampah organik
 
Nasional
11/08/2026 17:29 WIB
bankjakarta.co.id Jadi Wajah Digital Baru Bank Jakarta, Lebih Modern dan Dekat dengan Nasabah
Bank Jakarta memperkenalkan wajah digital barunya melalui laman resmi bankjakarta.co.id. Transformasi digital, transformasi
 
Nasional
10/08/2026 20:00 WIB
BNI Catat Fundamental Bisnis Kokoh di Bawah Danantara, Ditopang Pertumbuhan Kredit dan Kualitas Aset
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan kinerja fundamental yang solid hingga semester I 2026
 
Nasional
10/08/2026 17:19 WIB
Telkom Rampungkan Spin-Off InfraCo Tahap 2, InfraNexia Jadi Pilar Utama Bisnis Wholesale Connectivity
Pengalihan aset dan bisnis dengan total Rp85,7 triliun memperkuat InfraNexia dalam mengembangkan lebih dari 90% aset jaringan Telkom
 
Nasional
10/08/2026 14:25 WIB
IHSG Anjlok 0,49% di Tengah Hari, Mayoritas Sektor Saham Tumbang
Pelemahan IHSG terjadi di tengah aksi jual yang merata. Tercatat 315 saham melemah, 275 saham menguat, dan 203 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp11,599 triliun dengan volume 32,976 miliar saham.
Ad Placholder