Endang Muchtar
Kamis, 06 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Ekonomi Melampaui Ekspektasi, Mirae Asset Soroti Sikap Selektif Investor

Foto/dok, mirae asset diperbaharui AI/ECONOMICZONE
Foto/dok, mirae asset diperbaharui AI/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,3% secara tahunan (YoY) pada kuartal II-2026 menjadi sinyal positif bagi perekonomian.

Namun, di balik capaian tersebut, investor dinilai masih bersikap selektif karena pasar belum sepenuhnya melihat pertumbuhan tersebut sebagai momentum yang berkelanjutan.

Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan hal tersebut tercermin dari pergerakan pasar saham domestik.

Meski IHSG kembali menguat, reli pasar dinilai belum sepenuhnya didukung oleh saham-saham berfundamental besar maupun arus masuk investor asing."IHSG memang melanjutkan penguatan, tetapi kualitas reli masih terbatas.

Kenaikan indeks lebihbanyak ditopang saham-saham spekulatif, sementara investor asing masih mencatatkan net sell pada sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti TLKM, BBRI, dan ASII," ujar Rully.

Menurut Rully, kondisi tersebut menunjukkan pelaku pasar belum sepenuhnya menjadikan data pertumbuhan ekonomi sebagai katalis utama investasi. Hal itu terlihat dari masih tertekannya sejumlah saham berfundamental kuat seperti TLKM, BBRI, BBCA, ASII, dan BMRI, meskipun data PDB Indonesia tercatat lebih baik dari ekspektasi pasar.

"Kami melihat pasar saat ini tidak hanya memperhatikan besarnya angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mencermati kualitas dan keberlanjutan sumber pertumbuhan tersebut. Selama arus dana asing belum kembali dan saham-saham berkapitalisasi besar belum menunjukkan penguatan yang lebih merata, investor masih cenderung bersikap selektif. "Selain itu, Rully menilai penguatan nilai tukar Rupiah dalam beberapa hari terakhir juga lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal dibandingkan kondisi domestik.

Menurutnya, penguatan yen Jepang setelah adanya intervensi terkoordinasi Jepang dan Amerika Serikat menekan penguatan dolar AS sehingga turut mendukung mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah.

"Kami masih melihat reli IHSG perlu dicermati secara selektif hingga saham-saham berkapitalisasi besar dan arus dana asing menunjukkan perbaikan yang lebih konsisten." Sejalan dengan pandangan tersebut, Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Novani Karina Saputri menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 memang masih mencatatkan kinerja yang solid dengan pertumbuhan 5,3% secara tahunan (YoY).

Namun, kualitas pertumbuhan tetap perlu dicermati karena kenaikannya turut didorong oleh stimulus fiskal, basis belanja pemerintah yang rendah, dan faktor musiman.

Menurut Novani, konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi di sisi pengeluaran, yakni 16,0% YoY, didorong pembayaran gaji ke-13, belanja pegawai, dan realisasi berbagai program pemerintah.

Sementara itu, konsumsi rumah tangga yang merupakan komponen terbesar PDB justru melambat menjadi 5,1% YoY, sedangkan ekspor neto mengurangi pertumbuhan sebesar 0,8 poin persentase karena impor meningkat lebih cepat.

"Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II masih terlihat kuat, tetapi sumber pertumbuhannya belum sepenuhnya mencerminkan penguatan permintaan domestik yang berkelanjutan. Sejumlah faktor pendukung berasal dari belanja pemerintah yang bersifat temporer sehingga ruang penguatannya diperkirakan akan lebih terbatas pada semester kedua.

" Novani memperkirakan normalisasi belanja pemerintah setelah realisasi yang cukup besar pada semester pertama, ditambah masih lemahnya kontribusi ekspor, berpotensi menekan momentum pertumbuhan pada kuartal III-2026. Dengan kondisi tersebut, Mirae Asset memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 berpotensi melambat ke bawah 5,0% YoY jika tidak diimbangi faktor pendorong seperti penguatan investasi dan aktivitas manufaktur yang lebih signifikan.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
06/11/2026 18:17 WIB
Telin Dinobatkan Perusahaan Wholesale Terbaik di Asia dalam Telecom Review Excellence Awards 2026
Apresiasi atas inovasi kabel bawah laut dan pengembangan bisnis konektivitas wholesale Telin, sejalan dengan kontribusinya dalam perkembangan pasar di industri ICT Global
 
Nasional
05/11/2026 19:14 WIB
Dukung Akurasi Informasi Penerbangan, Telkom University dan AirNav Kenalkan NOTAM Berbasis AI di AS
Pengembangan inovasi teknologi AI LLM dorong efisiensi industri penerbangan
 
Nasional
05/11/2026 17:10 WIB
Metranet Hadirkan Executive Dashboard Berbasis AI, Dukung Efektivitas Operasional DPR RI
Optimalisasi teknologi AI, big data, dan analitik media sosial, untuk menunjang kebutuhan informasi dalam fungsi legislasi
 
Nasional
04/11/2026 15:07 WIB
Telkom Dukung Try Out TKA 2026 di Banten, Fasilitasi 84.000 Peserta dari 570 Sekolah
Melalui PIJAR, Telkom menghadirkan dukungan asesmen digital dengan fitur pengawasan untuk membantu sekolah memantau pelaksanaan ujian
 
Nasional
03/11/2026 20:08 WIB
UMKM Binaan Telkom Jaring Peluang Bisnis di 18 Negara melalui TEI 2026
Himpun prospek pembeli, termasuk calon mitra internasional, untuk memperluas akses pasar dan membuka peluang ekspor produk unggulan Indonesia
 
Nasional
03/11/2026 17:03 WIB
Telkom Kian Agresif Garap Pasar Enterprise, Digiserve Jadi Ujung Tombak Penggerak Pertumbuhan Baru
Beroperasi dengan nama badan hukum PT Telkom Solusi Indonesia, Digiserve fokus memperluas peluang bisnis melalui integrasi solusi B2B ICT TelkomGroup
 
Nasional
03/11/2026 14:59 WIB
Kapasitas Data Center di Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Perluas Langkah Ekspansi Infrastruktur AI Indonesia
NeutraDC jajaki peluang pengembangan kapasitas hingga 1 GW di lokasi strategis untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan komputasi digital
Ad Placholder