Roni Mawardi
Senin, 10 Agustus 2026 - 17:19 WIB

Telkom Rampungkan Spin-Off InfraCo Tahap 2, InfraNexia Jadi Pilar Utama Bisnis Wholesale Connectivity

Foto/Dok-TelkomIndonesia/ECONOMICZONE
Foto/Dok-TelkomIndonesia/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONEJakarta, 7 Agustus 2026 – Pasca penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 1 yang secara efektif berlaku sejak Januari 2026, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) yang merupakan operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), terus memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital wholesale yang netral, andal, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

Seiring dengan transformasi tersebut, InfraNexia terus mencatatkan pertumbuhan bisnis yang positif, memperluas kolaborasi dengan pelanggan eksternal, serta terus meningkatkan operational excellence melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas layanan, dan eksekusi model operasi yang semakin efektif. Capaian yang telah dibangun pada tahap pertama tersebut menjadi landasan yang kuat bagi Telkom untuk melanjutkan perjalanan transformasi melalui Spin-Off InfraCo Tahap 2 dengan nilai transaksi mencapai Rp49,9 triliun.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan bahwa pelaksanaan Spin-Off InfraCo Tahap 2 menjadi tonggak penting dalam mempercepat transformasi bisnis TelkomGroup, serta selaras dengan inisiatif Danantara Asset Management dalam mengonsolidasikan aset BUMN. Melalui langkah ini, Telkom berupaya mempertajam fokus pengelolaan aset infrastruktur digital agar lebih lincah dalam menangkap peluang pasar, memperluas kolaborasi, serta menciptakan nilai jangka panjang. Di sisi lain, TelkomGroup juga mendorong akselerasi strategi TLKM 30, khususnya pilar unlock value melalui percepatan monetisasi aset infrastruktur bernilai tinggi, seperti data center, tower, dan jaringan fiber, sehingga mampu menciptakan sumber pertumbuhan baru bagi perusahaan ke depan.

“Spin-Off InfraCo Tahap 2 sebagai langkah strategis dalam perjalanan transformasi TLKM 30 untuk memperkuat InfraNexia sebagai mesin pertumbuhan baru, yang akan meningkatkan kapabilitas layanan infrastruktur, mengoptimalkan efisiensi bisnis, serta membuka peluang kemitraan strategis guna mendukung percepatan konektivitas digital nasional," ujar Dian.

Setelah rampungnya proses pengalihan portofolio bisnis dan aset, InfraNexia akan memiliki lebih dari 90% total aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya dimiliki oleh Telkom. Aset tersebut mencakup jaringan akses ke pelanggan hingga core backbone serta infrastruktur pendukung lainnya. Secara keseluruhan, atas kepemilikan tersebut InfraNexia akan mengelola sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optik termasuk

26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik yang terbentang di seluruh Indonesia atau hampir setara 3 kali keliling bumi. Dengan kepemilikan aset ini, InfraNexia akan memperkuat perannya sebagai penyedia layanan wholesale connectivity yang berfokus pada pengembangan infrastruktur konektivitas digital nasional.

Lebih lanjut, Dian juga menekankan bahwa Spin-Off InfraCo Tahap 2 juga memiliki fokus utama untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, “Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan strategic initiative dari TelkomGroup yang tidak hanya bertujuan untuk menghadirkan bisnis infrastruktur yang lebih fokus, agile, dan berdaya saing. Dengan kehadiran InfraNexia kami optimistis dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, andal, dan berkualitas sehingga mampu memberikan customer experience yang terbaik bagi pelanggan.” 

Langkah ini merupakan bagian dari implementasi strategi transformasi TLKM 30 sebagai upaya penguatan bisnis infrastruktur digital dengan mengoptimalkan pemanfaatan aset strategis, meningkatkan efisiensi operasional dan investasi, serta pengembangan bisnis melalui kemitraan strategis. Inisiatif ini sekaligus mendukung transisi Telkom menuju strategic holding dengan penguatan struktur organisasi yang lebih fokus pada penciptaan nilai dan sinergi antarentitas. Melalui pemisahan ini, TelkomGroup diharapkan mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menambahkan, "Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan implementasi nyata dari strategi penataan portofolio TelkomGroup untuk membangun bisnis digital infrastruktur yang memiliki proposisi nilai lebih kuat. Melalui pembentukan InfraNexia, Telkom tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan aset dan meningkatkan fleksibilitas dalam mengembangkan peluang kemitraan, tetapi juga menciptakan fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh portofolio bisnis TelkomGroup. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi TelkomGroup dalam mendukung pengembangan ekosistem infrastruktur digital Indonesia yang lebih terbuka, kompetitif, dan berdaya saing global," pungkas Seno.

Meskipun kepemilikan saham mayoritas dipegang oleh Telkom sebesar lebih dari 99%, InfraNexia akan tetap beroperasi secara profesional dalam melayani seluruh pelanggan. Langkah ini diharapkan dapat menghadirkan layanan konektivitas yang lebih andal, berkualitas tinggi, dan mendukung upaya TelkomGroup dalam memperluas penetrasi fixed broadband guna mendukung percepatan pemerataan konektivitas digital di Indonesia.

Transformasi ini sejalan dengan praktik yang telah diterapkan oleh berbagai operator telekomunikasi global dalam memperkuat bisnis infrastruktur digital. Melalui pembentukan entitas infrastruktur yang lebih fokus, perusahaan dapat mengoptimalkan pengelolaan aset, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kemitraan strategis, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Pendekatan serupa telah diterapkan oleh sejumlah operator internasional, seperti Telstra, Telecom Italia (TIM), CETIN, Telenor, Telefónica, dan KPN, dalam mengembangkan bisnis wholesale connectivity yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Sejalan dengan visi tersebut, Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf, menegaskan penyelesaian spin-off ini menjadi fondasi krusial bagi perusahaan.

“Kami optimistis penyelesaian spin-off ini semakin memperkokoh InfraNexia sebagai penyedia infrastruktur konektivitas wholesale yang netral dan andal. Dengan integrasi aset yang semakin matang, kami akan memperkuat layanan utama kami—mulai dari 5G backhaul, wholesale network dan FTTx, hingga passive infrastructure sharing. Lebih jauh, kami sudah melakukan akselerasi program network modernization dan mendorong implementasi autonomous network guna menghadirkan infrastruktur konektivitas yang lebih cerdas, efisien, dan adaptif. Upaya strategis ini akan memperkuat kesiapan kami dalam pengembangan konektivitas mendukung pertumbuhan AI, cloud, dan data center di Indonesia. Semua ini kami jalankan dengan fokus utama kepada pertumbuhan bisnis dan kepuasan pelanggan,” tambah Lukman.

Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan wujud nyata TelkomGroup dalam upaya memberikan nilai tambah tidak hanya bagi pelanggan wholesale, namun juga bagi ekosistem digital nasional secara keseluruhan. Proses transaksi akan berlangsung secara seamless sehingga tidak berdampak pada layanan pelanggan. TelkomGroup juga memastikan seluruh proses transaksi dilakukan secara transparan dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) serta memenuhi ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku, termasuk termasuk peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
02/09/2026 11:53 WIB
BINUS Business School Buka Magister Transformative Project Management untuk Cetak Pemimpin Proyek
Peluncuran program ini merupakan hasil kajian BINUS Business School bersama berbagai pemangku kepentingan untuk melihat kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi project management yang tersedia saat ini.
 
Nasional
02/09/2026 06:08 WIB
Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Ikuti Akad Kredit Massal Bank Jakarta
Bank Jakarta menggelar Akad Kredit Massal bagi 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati.
 
Nasional
01/09/2026 20:33 WIB
Dorong UMKM Naik Kelas, Bank Jakarta Salurkan Pembiayaan Pasar Rp326 Miliar
Bank Jakarta mencatatkan realisasi pembiayaan kepada pedagang pasar di berbagai wilayah Jakarta dengan total outstanding mencapai sekitar Rp326 miliar kepada 2.388 debitur hingga Juni 2026.
 
Nasional
01/09/2026 19:27 WIB
Trem Listrik Bandara–Canggu Segera Dibangun, Groundbreaking Ditargetkan Maret 2027
Penandatanganan dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, CEO Angkasa Pura, Sekda Kabupaten Badung serta sejumlah pihak terkait.
 
Nasional
01/09/2026 16:27 WIB
Dampak Positif Restrukturisasi, Emiten Konstruksi BUMN Catat Perbaikan Kinerja di Tengah Proses Merger
Berdasarkan laporan kinerja, sejumlah emiten pelat merah menunjukkan perbaikan performa yang signifikan. PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang kuat, sementara PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) juga membukukan kenaikan laba bersih.
 
Nasional
01/09/2026 15:50 WIB
Kemenhut Terapkan Manajemen Risiko Pendakian Gunung Hadapi Puncak Kemarau
Penutupan sementara (risiko tinggi) diterapkan pada kawasan dengan tingkat kerentanan karhutla tinggi, meliputi pendakian Gunung Semeru (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru), TN Kerinci Seblat, TN Gunung Ciremai, TN Tambora, TN Manusela, TN Bukit Baka Bukit Raya, TN Gunung Gede Pangrango,…
 
Nasional
01/09/2026 13:41 WIB
OJK PERKUAT PEMBIAYAAN UMKM MELALUI PEMANFAATAN INOVASI TEKNOLOGI SEKTOR KEUANGAN
Forum tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang mendorong pemanfaatan produk dan layanan sektor jasa keuangan untuk mendukung sektor ekonomi unggulan daerah.
Ad Placholder