ECONOMIC ZONE -
Bek kanan Spanyol, Pedro Porro masih tidak percaya dengan apa yang baru saja diraihnya. Sukses mengandaskan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026 dan menyabet gelar Player of the Match, dia merasa pencapaian ini melampaui ekspektasi tertingginya.
Dalam laga sengit yang digelar di Dallas Stadium, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB, Spanyol sukses membungkam Prancis dengan skor meyakinkan 2-0. Dua gol kemenangan La Roja dicetak oleh penalti Mikel Oyarzabal pada menit ke-22 dan sepakan terukur Pedro Porro di menit ke-58.
“Ini seperti mimpi yang jadi kenyataan. Sejujurnya, ini benar-benar di luar mimpi terliar saya,” ujar Porro usai pertandingan, menggambarkan rasa bahagianya yang luar biasa, seperti dikutip dari laman FIFA.
Di bawah arahan Luis de la Fuente, Spanyol tampil sangat taktis. Mereka tidak hanya tajam saat menyerang, tetapi juga memperlihatkan pertahanan yang sangat tangguh. Skuat Les Bleus dibuat frustrasi karena ruang gerak mereka ditutup rapat sepanjang pertandingan.
Prancis sebenarnya sempat lebih diunggulkan sebelum laga dimulai. Kylian Mbappe beberapa kali menebar ancaman lewat serangan balik cepat. Namun, Spanyol justru mendapat peluang emas pertama melalui aksi Lamine Yamal. Sehari setelah ulang tahunnya yang ke-19, penyerang sayap ini dilanggar oleh Lucas Digne di dalam kotak terlarang.
Mikel Oyarzabal yang maju sebagai eksekutor penalti dengan tenang menaklukkan Mike Maignan, kiper Prancis yang dikenal ahli menggagalkan penalti.
Gol ini sekaligus menjadi gol ke-30 Oyarzabal bersama tim nasional, menyejajarkan namanya dengan para legenda seperti David Silva, Alvaro Morata, Fernando Torres, Raul, hingga David Villa. Dia bahkan tercatat tampil luar biasa dengan mengemas 18 gol dari 20 laga terakhirnya bersama Spanyol.
Spanyol kemudian menggandakan keunggulan di babak kedua lewat skema yang sangat rapi. Pedro Porro melakukan kerja sama satu-dua yang ciamik dengan Dani Olmo, sebelum akhirnya mengontrol bola dengan sempurna dan melepaskan tembakan akurat ke pojok bawah gawang Prancis.
Meski mencuri perhatian lewat gol dan performa gemilangnya, Porro enggan jemawa. Dia menegaskan bahwa kemenangan ini adalah buah dari kerja keras kolektif seluruh elemen tim.
“Saya pikir kami memainkan pertandingan yang hebat dan melakukan semua hal yang harus dilakukan untuk bisa sampai ke final. Kami tahu lawan yang kami hadapi adalah tim yang sangat kuat,” kata Porro.
Dia juga menambahkan, “Ini adalah pencapaian skuat secara keseluruhan, sama sekali bukan karena saya pribadi. Intinya, selamat untuk semua orang karena sudah bermain dengan sangat fantastis.”
Tertinggal dua gol membuat pelatih Prancis, Didier Deschamps, mencoba menyegarkan lini depan dengan memasukkan Desire Doue dan Rayan Cherki. Sayangnya, upaya tersebut selalu patah.
Kiper Unai Simon tampil sigap membaca arah bola, ditambah tekel krusial dari Marc Cucurella yang berhasil menghentikan pergerakan Mbappe.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor tidak berubah. Prancis harus puas bertarung memperebutkan medali perunggu pada Sabtu nanti waktu setempat, yang juga menjadi kesempatan terakhir Mbappe untuk mengejar sepatu emas Adidas.
Sementara itu, kemenangan ini membawa Spanyol melenggang ke partai puncak yang akan digelar di New York New Jersey Stadium pada hari Minggu waktu setempat. Mereka menanti pemenang antara laga Inggris melawan Argentina.
Apabila menilik sejarah, Spanyol punya memori indah dalam satu-satunya penampilan mereka di final Piala Dunia, tepatnya saat gol Andres Iniesta menumbangkan Belanda di Soccer City pada edisi 2010 silam.
Catatan impresif juga mengiringi langkah Spanyol kali ini. Hingga babak semifinal, mereka mencatatkan enam kali clean sheet dari tujuh pertandingan dan baru kebobolan dua gol sepanjang turnamen di Amerika Utara. Rekor pertahanan ini menyamai catatan impresif Prancis pada 1998, Italia pada 2006, dan skuat juara Spanyol sendiri pada tahun 2010.
Komentar