Endang Muchtar
Rabu, 15 Juli 2026 - 12:11 WIB

Kemenhut Lepasliarkan Lima Orangutan  Kembali Pelukan Rimba  ke Taman Nasional Betung Kerihun  

Foto/dok, kemenhut/ECONOMICZONE
Foto/dok, kemenhut/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) dan Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS/SOC) kembali bersinergi dalam melestarikan satwa liar dilindungi. Pada tanggal 30 Juni 2026, sebanyak lima individu orangutan yang terdiri dari satu jantan dan empat betina hasil rehabilitasi telah dilepaskan kembali ke habitat alaminya di Sub-DAS Mendalam, Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun.

Kelima individu orangutan tersebut adalah Benazir (14 tahun), Jamilah (25 tahun) beserta anaknya Ulin (1 tahun), dan Sinta (13 tahun) beserta anaknya Sabine (2 tahun). Mereka telah dinyatakan siap secara fisik maupun perilaku setelah melewati proses rehabilitasi intensif di Sekolah Hutan Jerora serta pemeriksaan medis dan karantina pra-pelepasliaran selama satu bulan.

Kegiatan ini menandai pelaksanaan Pelepasliaran Orangutan Tahap ke-18. Sejak dimulainya kerja sama ini pada tahun 2017 hingga Desember 2025, sebanyak 17 tahap pelepasliaran telah berhasil dilaksanakan dengan total 39 individu orangutan (37 hasil rehabilitasi dan 2 hasil translokasi) yang dilepasliarkan di kawasan TN Betung Kerihun. Orangutan yang dilepasliarkan terdiri dari subspesies Pongo pygmaeus pygmaeus dan Pongo pygmaeus wurmbii.

Persiapan keberangkatan telah dirancang secara matang guna meminimalkan stres pada satwa. Proses pengangkutan menempuh perjalanan darat dan air dari Sintang menuju Putussibau hingga ke stasiun pelepasliaran dengan total waktu sekitar 10–12 jam. Sebelum dilepaskan secara penuh, Orangutan diistirahatkan di kandang habituasi terlebih dahulu untuk memulihkan kondisi fisik dan psikologis mereka pasca transportasi.

Sub-DAS Mendalam, TN Betung Kerihun dipilih sebagai lokasi pelepasliaran berdasarkan kajian ekologi komprehensif, yang menunjukkan ketersediaan vegetasi pakan Orangutan yang melimpah (mencapai 52% dari total jenis flora yang ditemukan) serta daya dukung habitat yang sangat memadai. Selain memperkuat konservasi satwa liar dilindungi, upaya pemulihan populasi orangutan di habitat alaminya juga sejalan dengan agenda FOLU Net Sink 2030 melalui penguatan fungsi kawasan hutan sebagai penyerap karbon, penjaga keanekaragaman hayati, dan penyangga ekosistem.

Pasca-pelepasliaran, komitmen pemantauan tidak berhenti. Tim Monitoring yang terdiri dari 8 hingga 12 personel akan melakukan pemantauan intensif menggunakan metode nest-to-nest (mengikuti Orangutan dari bangun tidur di pagi hari hingga kembali membuat sarang di sore hari) selama maksimal 3 bulan. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan kelima Orangutan mampu beradaptasi, mencari pakan alami, hidup mandiri, dan bertahan hidup di alam liar tanpa ketergantungan pada manusia.

Upaya konservasi bersama ini diharapkan dapat terus memperkuat populasi orangutan kalimantan di habitat aslinya sekaligus menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi multipihak dalam penyelamatan satwa endemik Indonesia yang terancam punah.

Kepala Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum, Titik Wurdiningsih berharap bahwa dengan pelepasliaran 5 individu Orangutan dan pelepasliaran Orangutan ke depan di TN Betung Kerihun, kelestarian dari keberadaan Orangutan tetap terjaga sehingga anak cucu kita masih bisa melihat di alam ke depan.

“Camp mentibat, Resor PTN Nanga Hovat diharapkan ke depan dapat dikembangkan sebagai pusat riset dan pusat edukasi khususnya terkait Orangutan. Begitupula dengan keindahan alam menuju lokasi pelepasliaran dapat dikembangkan untuk atraksi wisata alam arung jeram” jelas Titik Wurdingsih.

​Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane menyampaikan bahwa keberhasilan pelepasliaran tahap ke-18 ini merupakan buah dari konsistensi dan dedikasi panjang dalam proses rehabilitasi satwa. Beliau menekankan bahwa kembalinya lima individu orangutan ini ke habitat alami mereka di TN Betung Kerihun bukan sekadar akhir dari masa rehabilitasi, melainkan sebuah awal baru bagi penguatan populasi orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) di alam liar.

​Ke depannya, Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat berharap sinergi dan kolaborasi multipihak seperti ini dapat terus ditingkatkan, tidak hanya dalam hal pelepasliaran, tetapi juga dalam memperketat perlindungan habitat dan gencar memberikan edukasi kepada masyarakat. Dengan demikian, ancaman terhadap satwa liar dilindungi dapat terus ditekan, dan keharmonisan antara manusia serta kelestarian alam dapat terwujud secara berkelanjutan di Kalimantan Barat.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
15 jam yang lalu
Transaksi QRIS Tengah Malam Bikin Curiga? BI Siapkan Langkah Tegas
Untuk mewujudkan hal tersebut, BI menyiapkan sejumlah langkah pengawasan, mulai dari penerapan prinsip Know Your Customer (KYC), pemantauan transaksi secara berkelanjutan, penguatan akuntabilitas PJP, hingga peningkatan koordinasi dengan aparat penegak hukum.
 
Nasional
19/10/2026 18:17 WIB
TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub
BTW 2026 menjadi momentum TelkomGroup memperkuat kolaborasi bersama Pemerintah dan pelaku industri untuk mendorong transformasi digital nasional
 
Nasional
16/10/2026 14:41 WIB
Debut Akting Azka Corbuzier di New York Dipuji, Home, Almost Sentuh Emosi Penonton
Pemutaran perdana dunia film pendek Home, Almost di Urbanworld Film Festival 2026, New York, menjadi momen berkesan bagi Azka Corbuzier yang menjalani debut aktingnya melalui film tersebut. Karya arahan Tumpal Tampubolon itu mendapat sambutan antusias, dengan sejumlah penonton menyampaikan…
 
Nasional
16/10/2026 14:06 WIB
CIMB Niaga Business Summit 2026: Wujudkan Visi Pertumbuhan Berkelanjutan Korporasi Indonesia
OCTOBIZ merupakan platform digital business banking yang dirancang untuk membantu nasabah bisnis dan korporasi dalam mengelola transaksi bisnis domestik dan internasional yang kompleks menjadi lebih mudah, efisien, aman, dan terintegrasi.
 
Nasional
16/10/2026 13:08 WIB
Dukung Pemulihan Warga Terdampak Bencana NTT, Krom Bank Hadirkan Dapur Umum dan Layanan Medis
Inisiatif ini diwujudkan melalui penyediaan dapur umum dan posko layanan medis guna membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta mendukung penanganan kondisi darurat di wilayah terdampak.
 
Nasional
14/10/2026 13:44 WIB
IHSG Tertekan Saham Konglomerasi, Pembiayaan Akuisisi BYAN Jadi Sorotan
Sebanyak 11 sektor saham melemah, dengan 632 saham turun dan hanya 118 saham menguat.
 
Nasional
13/10/2026 08:04 WIB
Telkom University Terus Berkoordinasi dalam Proses Pencarian Mahasiswa Maisha Aurelia Rafif
Telkom University dukung upaya pencarian bersama keluarga dan pihak berwenang
Ad Placholder