Endang Muchtar
Kamis, 16 Juli 2026 - 13:33 WIB

Inggris Disingkirkan Argentina, Tuchel Evaluasi Mental Pemain dan Kane Pasrah Kehilangan Kendali

Kapten Timnas Inggris, Harry Kane. / Foto: Instagram @england/economiczone
Kapten Timnas Inggris, Harry Kane. / Foto: Instagram @england/economiczone
Dummy

ECONOMIC ZONE - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel mengaku kecewa setelah langkah The Three Lions menuju final Piala Dunia FIFA 2026 harus terhenti secara dramatis.

Inggris yang sempat memimpin lebih dulu akhirnya menyerah 1-2 dari Argentina setelah kebobolan dua gol pada menit-menit akhir semifinal yang berlangsung di Atlanta Stadium, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.

Anthony Gordon membawa Inggris unggul dan sempat membuka harapan tampil di partai puncak. Namun, Argentina bangkit lewat gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez yang membalikkan keadaan jelang laga berakhir.

Bagi Tuchel, kekalahan itu tidak semata soal hasil akhir, tetapi juga perubahan sikap timnya setelah berhasil memimpin pertandingan.

Menurut Tuchel, pertandingan terbagi menjadi dua fase yang sangat berbeda. Dia menilai Inggris tampil sesuai rencana sebelum mencetak gol, tetapi kehilangan keberanian dan intensitas setelah unggul.

“Saya rasa ini adalah dua pertandingan yang benar-benar berbeda, yaitu sebelum gol dan setelah gol,” ujar Tuchel, seperti dikutip dari laman resmi FIFA.

Dia tetap memberikan apresiasi kepada para pemain yang telah berjuang maksimal sekaligus mengakui kualitas Argentina yang mampu memanfaatkan momentum untuk bangkit.

“Yang terpenting, kami sudah memberikan segalanya. Kami juga harus menghormati lawan dan kemenangan mereka. Begitulah olahraga. Sekarang tugas kami adalah bangkit, menunjukkan reaksi, dan belajar dari kekalahan ini,” ungkapnya.

Tuchel menilai Argentina justru tampil lebih berani setelah tertinggal. Menurutnya, tim asuhan lawan bermain dengan ritme lebih tinggi karena merasa tidak lagi memiliki beban, sedangkan Inggris justru berubah menjadi terlalu berhati-hati.

“Argentina mengambil lebih banyak risiko, bermain dengan ritme lebih tinggi dan mungkin merasa tidak punya apa pun untuk kehilangan. Sebaliknya, kami justru bermain dengan perasaan memiliki terlalu banyak yang harus dipertahankan,” ungkapnya.

Kekalahan ini menjadi kegagalan ketiga Inggris di semifinal Piala Dunia dan mengingatkan publik pada edisi Rusia 2018 ketika mereka juga sempat unggul sebelum akhirnya dikalahkan Kroasia dengan skor 2-1.

Meski demikian, Tuchel menolak mengaitkan hasil tersebut dengan anggapan adanya kutukan yang menghantui Inggris di fase semifinal.

“Saya tidak percaya ini soal kutukan Inggris atau sejarah yang terus berulang. Situasinya berbeda, pelatih berbeda, pemain berbeda, dan lawannya juga berbeda. Sebagai pelatih, saya melihat ini murni persoalan sepakbola. Hari ini kami tidak cukup aktif dalam struktur permainan,” tegasnya.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
2 jam yang lalu
BTN Cetak Kinerja Cemerlang, Laba Bersih Semester I/2026 Melesat 40,8% dan NPL Turun Jadi 2,99%
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih dan perbaikan kualitas aset pada semester I/2026
 
Nasional
6 jam yang lalu
BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan
BNI membawa tiga usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor untuk mengikuti Korea Import Expo 2026
 
Nasional
10 jam yang lalu
Update Harga Tiket Pertandingan Timnas Indonesia Terbaru di Piala ASEAN Hyundai 2026
Harga tiket Piala ASEAN yang ditetapkan PSSI cukup terjangkau dengan empat kategori tribun. Untuk Tribun Utara dan Tribun Selatan, suporter timnas Indonesia cukup membayar Rp 100.000.
 
Nasional
11 jam yang lalu
Kekecewaan Fans dan Kecaman Publik Terhadap Timnas Argentina
Salah satu faktor yang sering disebut sebagai alasan adalah sikap rasis dan arogan penggemar serta pemain Argentina.
 
Nasional
11 jam yang lalu
Mengenal Internet Rakyat dan Starlite, Dua Layanan Internet dari Grup Surge (WIFI)
Internet Rakyat merupakan inisiatif Surge WIFI, melalui pelaksana operasional Telemedia, dan bekerja sama dengan OREX SAI Inc., perusahaan patungan antara NTT DOCOMO, INC. dan NEC Corporation.
 
Nasional
14 jam yang lalu
CIMB Niaga dan Cathay Hadirkan Solusi Perjalanan Internasional Lebih Efisien melalui Cathay Travel Fair 2026
Tawarkan cashback hingga Rp8,8 juta, bonus hingga 88.000 Asia Miles, dan penukaran Poin Xtra hingga 100% untuk perjalanan internasional yang lebih hemat dan nyaman
 
Nasional
15/07/2026 19:00 WIB
Langkah Tegas OJK Menyerahkan Tersangka Kasus Prolife ke Kejaksaan Bukti Nyata Negara Hadir Melindungi hak-hak Pemegang Polis
Penyerahan tersangka dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Bogor, Rabu
Telkomsel