Endang Muchtar
Jumat, 10 Juli 2026 - 18:49 WIB

Saatnya Rancang Anggaran! Harga LNG Industri Tetap di US$ 13 per MMBTU hingga Akhir 2026

Kilang PT Badak NGL (Badak LNG) dari udara ,di Bontang, Kalimantan Timur (Foto/Endang Muchtar/ ECONOMICZONE)
Kilang PT Badak NGL (Badak LNG) dari udara ,di Bontang, Kalimantan Timur (Foto/Endang Muchtar/ ECONOMICZONE)
Dummy

ECONOMIC ZONE - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kebijakan penurunan harga liquefied natural gas (LNG) bagi sektor industri menjadi US$13 per MMBTU berlaku hingga 31 Desember 2026. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga daya saing industri nasional sekaligus mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan pemerintah belum memutuskan kebijakan harga LNG untuk 2027. “Itu sampai dengan 31 Desember 2026. Penyesuaian itu, ya,” ujar Laode, seperti dikutip dari Antara, melalui investor.id Jumat (10/7/2026).

Menurut Laode, penurunan harga LNG dilakukan melalui efisiensi pada seluruh rantai pasok, mulai dari sektor hulu, kegiatan midstream, hingga distribusi di hilir.

“Intinya memberikan industri bisa kuat dan bertahan, tetapi negara juga tidak mengurangi dari sisi hulunya, ya,” kata Laode.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan menurunkan harga LNG untuk sektor industri menjadi US$ 13 per MMBTU dari sebelumnya sekitar US$ 20–23 per MMBTU. Kebijakan tersebut diambil sebagai respons atas kenaikan harga gas dunia yang meningkatkan biaya produksi industri.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan keputusan itu merupakan hasil koordinasi intensif antara pemerintah dan DPR dalam menyikapi dinamika geopolitik global yang berdampak pada sektor gas nasional.

Menurut Bahlil, pemerintah menerima berbagai masukan dari asosiasi industri, terutama sektor keramik, pelaku industri lainnya, serta serikat pekerja yang menyampaikan kekhawatiran terhadap tingginya harga LNG.

Menindaklanjuti aspirasi tersebut, pemerintah bersama DPR menyusun sejumlah langkah untuk menjaga keberlangsungan sektor industri dan melindungi lapangan kerja. Bahlil menegaskan prioritas pemerintah adalah memastikan aktivitas industri tetap berjalan sehingga tidak memicu gelombang PHK.

Dalam skema harga gas industri, pemerintah tetap mempertahankan kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) sebesar US$ 6,5–7 per MMBTU bagi sektor yang memenuhi ketentuan. Sementara itu, untuk industri pengguna gas pipa di luar skema HGBT dengan pasokan dari wilayah Jawa, harga tetap dipertahankan sebesar US$ 9,6 per MMBTU.

Adapun tekanan terbesar saat ini dialami industri yang menggunakan LNG akibat menurunnya produksi gas dari lapangan-lapangan di wilayah Jawa bagian barat, sehingga biaya energi meningkat dan membebani operasional perusahaan.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
11 jam yang lalu
BNI Bawa Mitra Binaan Batik ke Puspa Nuswantara 2026
BNI menghadirkan tiga mitra binaan dalam pameran Puspa Nuswantara 2026
 
Nasional
15 jam yang lalu
BNI Dukung UMKM Batik Lewat Puspa Nuswantara 2026
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat dukungan terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) batik melalui partisipasi dalam Pameran Puspa Nuswantara 2026
 
Nasional
09/07/2026 17:06 WIB
TikTok Luncurkan "Makan Dengan Makna" untuk Dorong Pola Makan Sehat dan Rayakan Pangan Lokal Indonesia
TikTok dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menandatangani Memorandum Saling Pengertian tentang Peningkatan Literasi Kesehatan dan Pembudayaan Hidup Sehat
 
Industri
09/07/2026 07:00 WIB
in-Lite LED Hadirkan Pengalaman Pencahayaan Imersif di IndoBuildTech 2026
in-Lite LED hadir di IndoBuildTech 2026 dengan konsep The Matter of Light, menampilkan pengalaman pencahayaan yang imersif.
 
Nasional
08/07/2026 20:22 WIB
JETOUR T1 Meluncur di Bandung, Urban Adventure SUV Dibanderol Mulai Rp393 Juta
PT Jetour Sales Indonesia resmi memperkenalkan JETOUR T1 kepada masyarakat Bandung
 
Nasional
08/07/2026 18:26 WIB
Menkeu Purbaya Kaji Ulang Aturan Perpajakan Jaminan Hari Tua
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Menkeu menyampaikan bahwa pemerintahakan mempelajari usulan secara komprehensif sebelum mengambil keputusan kebijakan.
 
Nasional
08/07/2026 17:00 WIB
Pasar Modal Kian Prospektif: Tren IPO Berlanjut di Tengah Iklim Investasi Positif
Momentum IPO kali ini menjadi istimewa karena merupakan IPO kedua di Indonesia pada tahun 2026 yang berlangsung di tengah dinamika pasar saham yang cukup tinggi.
Telkomsel