Roni Mawardi
Senin, 06 Juli 2026 - 16:52 WIB

BTN BORONG LIMA PENGHARGAAN DI SINGAPURA, BUKTI TRANSFORMASI BEYOND MORTGAGE ON TRACK DALAM EKOSISTEM DANANTARA

Foto/Dok-BTN/ECONOMICZONE
Foto/Dok-BTN/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Jakarta, 6 Juli 2026 – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan memborong lima penghargaan pada ajang Asian Banking & Finance Awards 2026 di Singapura. Pencapaian tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi transformasi BTN sebagai bank spesialis perumahan yang terus berevolusi menjadi penyedia solusi keuangan holistik bagi nasabah dan ekosistem nasional.

Adapun, di bawah orkestrasi Danantara Indonesia, transformasi BTN tidak hanya diarahkan untuk memperkuat bisnis inti di sektor perumahan, tetapi juga memperluas peran perseroan menuju beyond mortgage bank. Melalui strategi tersebut, BTN terus mengembangkan solusi keuangan yang terintegrasi dari hulu ke hilir, mulai dari pembiayaan rumah, layanan transaksi, tabungan, wealth solution, digital banking, pembiayaan UMKM, hingga penguatan bisnis corporate dan commercial banking yang terkait dengan ekosistem perumahan dan sektor-sektor strategis nasional.

Dalam ajang penghargaan internasional tersebut, BTN berhasil meraih lima penghargaan, yakni Indonesia Domestic Digital Transformation Bank of the Year, Indonesia Domestic Ecosystem Platform Initiative of the Year, Indonesia Domestic Digital MSME Initiative of the Year, Indonesia Domestic Technology & Operations Bank of the Year, serta Ecosystem Initiative of the Year – Indonesia.

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan lima penghargaan tersebut menjadi pengakuan internasional atas keberhasilan transformasi BTN yang semakin komprehensif. Menurutnya, BTN tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan setiap ekspansi didukung oleh tata kelola, manajemen risiko, digitalisasi proses, dan prinsip keberlanjutan yang semakin kuat.

“Transformasi BTN saat ini bergerak lebih menyeluruh. Kami tetap memperkuat posisi sebagai pemimpin pembiayaan perumahan, namun pada saat yang sama juga memperluas peran BTN sebagai penyedia solusi keuangan holistik bagi nasabah dan ekosistem. Sejalan dengan arahan Danantara, BTN terus memperkuat digitalisasi, otomasi proses, tata kelola, manajemen risiko, dan ESG agar pertumbuhan bisnis dapat berjalan sehat, prudent, dan berkelanjutan,” ujar Setiyo di Jakarta, Senin (6/7).

Setiyo menambahkan, pengakuan internasional terhadap transformasi BTN juga tercermin dari pencapaian perseroan sebagai bank pertama di Indonesia yang memperoleh MSCI ESG Rating AA. Capaian tersebut menunjukkan bahwa transformasi BTN tidak hanya menghasilkan kinerja finansial yang solid, tetapi juga semakin diakui dari sisi environmental, social, and governance di tingkat global.

“Pencapaian MSCI ESG Rating AA menjadi validasi bahwa transformasi BTN berjalan pada jalur yang benar. Bagi kami, keberlanjutan bukan sekadar agenda tambahan, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi bisnis, tata kelola, dan manajemen risiko. BTN ingin memastikan bahwa pertumbuhan bisnis yang kami dorong, baik di sektor perumahan maupun ekosistem yang lebih luas, tetap menciptakan dampak positif bagi masyarakat, lingkungan, dan ekonomi nasional,” ujar Setiyo.

Setiyo menegaskan, transformasi manajemen risiko menjadi salah satu fondasi penting dalam menopang agenda pertumbuhan BTN. Perseroan terus memperkuat kualitas proses kredit, risk culture, early warning system, pengelolaan portofolio, serta tata kelola risiko secara end-to-end. Dengan fondasi tersebut, ekspansi bisnis BTN diharapkan tetap berada dalam koridor prudential banking dan mampu menjaga kualitas aset secara berkelanjutan.

“Bagi BTN, transformasi bukan hanya soal memperbesar skala bisnis, tetapi juga memastikan kualitas pertumbuhan. Karena itu, penguatan risk management menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi beyond mortgage. Kami ingin setiap pertumbuhan kredit, baik di segmen konsumer, UMKM, komersial, maupun korporasi, tetap didukung oleh proses yang disiplin, data-driven, dan memiliki kontrol risiko yang kuat,” tutur Setiyo.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Corporate Banking BTN Helmy Afrisa Nugroho mengatakan perseroan terus mempercepat transformasi di lini bisnis korporasi dan komersial.

“Transformasi BTN terus kami percepat melalui penguatan layanan korporasi berbasis digital, pengembangan ecosystem-driven business, serta perluasan kolaborasi dengan berbagai sektor strategis. BTN ingin hadir tidak hanya sebagai bank pembiayaan rumah, tetapi juga sebagai mitra keuangan utama bagi seluruh pelaku dalam rantai nilai ekosistem perumahan dan ekonomi nasional,” tutur Helmy.

Helmy menjelaskan, pendekatan ekosistem menjadi salah satu kunci transformasi BTN ke depan. Dengan basis nasabah yang kuat di sektor perumahan, BTN memiliki ruang besar untuk menghadirkan layanan yang lebih luas, baik bagi nasabah individu, pelaku usaha, maupun institusi. Hal tersebut mencakup solusi pembiayaan, cash management, transaction banking, supply chain financing, serta layanan digital yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah modern.

“Kami melihat ekosistem perumahan memiliki multiplier effect yang sangat besar terhadap perekonomian. Karena itu, BTN terus memperkuat kapabilitas corporate dan commercial banking agar mampu mendukung pertumbuhan ekosistem tersebut secara lebih terintegrasi, efisien, dan berdaya saing,” ujar Helmy.

Sementara itu, dengan berbagai strategi transformasi tersebut, BTN terus mencatatkan kinerja positif. Per Mei 2026, BTN membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,85 triliun atau meningkat 54,37% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,19 triliun. Pertumbuhan laba BTN tersebut berada di atas rata-rata peningkatan laba bank umum nasional. Data Otoritas Jasa Keuangan mencatat laba bersih perbankan nasional tumbuh 4,96% secara tahunan (year-on-year/yoy) per Mei 2026.

Kinerja BTN juga ditopang oleh pertumbuhan kredit dan pembiayaan yang solid. Hingga Mei 2026, total kredit dan pembiayaan konsolidasi BTN mencapai Rp403,06 triliun atau tumbuh 9,97% yoy dibandingkan Mei 2025 sebesar Rp366,52 triliun.

Sementara itu, total dana pihak ketiga konsolidasi BTN tercatat mencapai Rp433,95 triliun atau meningkat 9,09% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp397,78 triliun. Kinerja kredit dan dana pihak ketiga BTN tersebut juga melampaui pertumbuhan rata-rata industri perbankan nasional. Secara nasional, kredit dan DPK industri perbankan masing-masing tumbuh sebesar 8,62% yoy dan 4,29% yoy per Mei 2026.

Ke depan, BTN menegaskan akan terus melanjutkan agenda transformasi secara disiplin dengan memperkuat bisnis inti di sektor perumahan, memperluas layanan berbasis ekosistem, mempercepat digitalisasi dan otomasi, serta menjaga kualitas pertumbuhan melalui manajemen risiko yang prudent. Dengan dukungan Danantara Indonesia, BTN optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi nasabah, masyarakat, dan perekonomian nasional.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Industri
18 jam yang lalu
in-Lite LED Hadirkan Pengalaman Pencahayaan Imersif di IndoBuildTech 2026
in-Lite LED hadir di IndoBuildTech 2026 dengan konsep The Matter of Light, menampilkan pengalaman pencahayaan yang imersif.
 
Nasional
08/07/2026 20:22 WIB
JETOUR T1 Meluncur di Bandung, Urban Adventure SUV Dibanderol Mulai Rp393 Juta
PT Jetour Sales Indonesia resmi memperkenalkan JETOUR T1 kepada masyarakat Bandung
 
Nasional
08/07/2026 18:26 WIB
Menkeu Purbaya Kaji Ulang Aturan Perpajakan Jaminan Hari Tua
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Menkeu menyampaikan bahwa pemerintahakan mempelajari usulan secara komprehensif sebelum mengambil keputusan kebijakan.
 
Nasional
08/07/2026 17:00 WIB
Pasar Modal Kian Prospektif: Tren IPO Berlanjut di Tengah Iklim Investasi Positif
Momentum IPO kali ini menjadi istimewa karena merupakan IPO kedua di Indonesia pada tahun 2026 yang berlangsung di tengah dinamika pasar saham yang cukup tinggi.
 
Nasional
08/07/2026 11:58 WIB
Menkeu Pastikan Tarif Pajak Stabil, Penerimaan Semester I 2026 Melonjak Signifikan
Capaian ini menunjukkan bahwa peningkatan penerimaan negara dapat diraih melalui perbaikan sistem perpajakan, meningkatnya aktivitas ekonomi, serta kepatuhan wajib pajak yang semakin baik.
 
Nasional
08/07/2026 08:46 WIB
Comeback Gila! Sempat Tertinggal, Argentina Bungkam Mesir 3-2 Lewat Gol Bersejarah Enzo Fernandez di Piala Dunia 2026
Argentina menang dramatis 3-2 atas Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 berkat gol ke-3.000 sejarah turnamen dari Enzo Fernandez.
 
Nasional
07/07/2026 18:37 WIB
Kinerja Intermediasi Terjaga, Sektor Jasa Keuangan Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan
Hal tersebut disampaikan dalam Siaran Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Juni 2026 yang digelar setelah rapat pada 1 Juli 2026.
Telkomsel