Endang Muchtar
Rabu, 17 Juni 2026 - 16:42 WIB

Badak LNG Cetak Kinerja Melebihi Target Produksi di Tengah Turunnya Pasokan Gas

Kilang PT Badak NGL (Badak LNG) terlihat dari udara di perairan Bontang, Kaltim, belum lama ini. (Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE)
Kilang PT Badak NGL (Badak LNG) terlihat dari udara di perairan Bontang, Kaltim, belum lama ini. (Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE)
Dummy

ECONOMIC ZONE - PT Badak NGL (Badak LNG) berhasil mencatatkan produksi liquefied natural gas (LNG) sebesar 15,83% di atas target sepanjang 2025. Capaian tersebut diraih di tengah tantangan penurunan pasokan gas dari sektor hulu yang masih membayangi industri LNG nasional.

Kinerja tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar perusahaan di Jakarta.
 
Sepanjang tahun lalu, Badak LNG juga berhasil memproses feed gas sebesar 14,23% di atas target yang telah ditetapkan perusahaan. Secara total, produksi LNG mencapai 7.122.857 meter kubik, sementara produksi LPG tercatat sebesar 197.496 meter kubik. Kedua capaian tersebut melampaui target yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025.
 
Keberhasilan menjaga tingkat produksi turut mendorong capaian Key Performance Indicator (KPI) perusahaan sebesar 107,16% pada 2025.
 
President Director & CEO Badak LNG, Achmad Khoiruddin, mengatakan capaian tersebut menunjukkan ketahanan dan kemampuan perusahaan dalam menjaga kinerja operasional di tengah dinamika industri energi.
 
"Di tengah tantangan penurunan pasokan gas dari hulu dan dinamika industri energi global, Badak LNG mampu menunjukkan resiliensi dan kinerja yang solid. Capaian ini menjadi bukti bahwa perusahaan tetap mampu mengoptimalkan aset dan sumber daya yang dimiliki secara aman, andal, efisien, dan berkelanjutan," ujar Achmad dalam keterangan resmi, Senin (15/6/2026).
 
Selain mencatatkan produksi di atas target, Badak LNG juga berhasil mempertahankan keandalan operasional kilang. Tingkat ketersediaan fasilitas (plant availability) mencapai 99,77%, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata global yang berada di level 95,18%.
 
Sementara itu, efisiensi operasi perusahaan juga tetap terjaga dengan capaian Plant Thermal Efficiency (PTE) sebesar 83,34%.
 
Dari sisi tata kelola, Badak LNG kembali membukukan peningkatan skor Good Corporate Governance (GCG). Hasil asesmen independen menunjukkan skor GCG mencapai 95,77 dengan predikat "Sangat Baik", naik dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar 95,73.
 
Perusahaan juga mempertahankan kinerja keselamatan kerja yang positif tanpa kasus fatalitas maupun kecacatan permanen sepanjang 2025. Total jam kerja aman sejak insiden Lost Time Accident terakhir pada Desember 2006 kini telah mencapai lebih dari 134,6 juta jam kerja.
 
Tak hanya fokus pada operasi LNG, Badak LNG juga terus memperluas portofolio bisnis jasa energi. Pada 2025, perusahaan terlibat dalam layanan Conceptual Study dan pre-FEED untuk proyek Mini LNG Haur Gede dan Mini GTL Karang Makmur di lingkungan PT Pertamina Hulu Energi. Badak LNG juga mengelola layanan operasi dan pemeliharaan LNG Filling Station milik PT Pertamina gas

Kinerja positif tersebut turut mendapat pengakuan melalui raihan 38 penghargaan nasional dan internasional sepanjang 2025. Salah satu yang paling menonjol adalah keberhasilan mempertahankan penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk ke-15 kali berturut-turut sejak 2011.

Di bidang sosial, Badak LNG merealisasikan program Community Involvement and Development (CID) senilai Rp6,39 miliar yang difokuskan pada sektor pendidikan, lingkungan, ekonomi, kesehatan, infrastruktur, dan kebencanaan.

Achmad menegaskan perusahaan akan terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan guna menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

"Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan bisnis. Badak LNG optimistis dapat terus mempertahankan keunggulan operasional dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional di tengah era transisi energi," tutupnya.

 

 

 

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
21 jam yang lalu
Berburu Promo di wondrX 2026, Pengunjung Dapat Diskon Sepatu hingga 40%
BNI wondrX 2026 berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di Hall 5–10 ICE BSD dan menghadirkan beragam penawaran untuk kebutuhan belanja, perjalanan, kuliner, properti, otomotif, hingga layanan finansial
 
Nasional
23/08/2026 10:09 WIB
BNI Hadirkan wondrZ, Tabungan Anak dan Remaja untuk Belajar Kelola Keuangan Sejak Dini
BNI memperluas layanan perbankan bagi keluarga melalui wondrZ, tabungan khusus anak dan remaja yang dapat diakses melalui aplikasi wondr by BNI.
 
Nasional
22/08/2026 17:31 WIB
wondrX 2026 Jadi Pre-Event Danantara Housing Expo, BNI Perluas Akses Pembiayaan Hunian
BNI menghadirkan area property dalam gelaran BNI wondrX 2026 di ICE BSD
 
Nasional
22/08/2026 13:11 WIB
Deretan Musisi Ramaikan wondrX 2026 di ICE BSD
BNI menghadirkan deretan musisi Tanah Air dalam gelaran wondrX 2026 di ICE BSD
 
Nasional
22/08/2026 13:08 WIB
Naik KRL hingga Shuttle Gratis, Ini Akses Mudah ke BNI wondrX 2026
BNI berupaya memberikan kemudahan bagi pengunjung sejak perjalanan menuju lokasi hingga saat menikmati seluruh rangkaian acara
 
Nasional
22/08/2026 08:27 WIB
Polda Kalteng Tetapkan 12 Tersangka Kasus Pembakaran Hutan dan Lahan, Tegaskan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
Langkah tegas ini turut mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, saat melakukan peninjauan langsung penanganan karhutla di Palangka Raya, menegaskan komitmen penegakan hukum secara konsisten.
 
Nasional
21/08/2026 18:21 WIB
Pemerintah Pastikan Pengendalian Karhutla Berlanjut Meski Titik Panas Menurun
Penurunan juga terjadi di Kalimantan Selatan, dari 85 titik pada 19 Agustus menjadi 12 titik pada 20 Agustus atau berkurang 73 titik. Secara keseluruhan, jumlah hotspot di ketiga provinsi tersebut turun dari 1.563 menjadi 116 titik atau berkurang sekitar 92,6 persen dalam satu hari.
Ad Placholder