Endang Muchtar
Rabu, 15 Juli 2026 - 13:55 WIB

Bertambahnya Populasi, Anak Gajah Sumatera di Lampung Diberi Nama "Rut" oleh Menhut

Foto/dok. kemenhut/ECONOMICZONE
Foto/dok. kemenhut/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Taman Satwa Lembah Hijau Lampung kembali mencatatkan keberhasilan dalam upaya konservasi satwa liar dengan lahirnya seekor anak Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) berjenis kelamin betina pada tanggal 5 Juni 2026. Anak gajah tersebut lahir dengan berat 123 kilogram dan merupakan kelahiran kedua dari pasangan induk jantan Aris (29 tahun) dan induk betina Mega (27 tahun). Sebelumnya, pasangan Aris dan Mega telah berhasil melahirkan seekor anak gajah jantan pada 7 Agustus 2022 yang diberi nama Rawana.

Saat ini kondisi anak gajah berada dalam keadaan sehat dan terus mendapatkan pemantauan intensif oleh tim Mahout (pawang gajah) serta tim medis Taman Satwa Lembah Hijau untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangannya berlangsung optimal. Kehadiran anak gajah betina ini menambah populasi Gajah Sumatera di bawah pengelolaan lembaga konservasi sekaligus menjadi capaian penting dalam program pengembangbiakan yang dijalankan secara berkelanjutan.

Komisaris Utama Taman Satwa Lembah Hijau, Irwan Nasution, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung program konservasi ex-situ dan peningkatan populasi Gajah Sumatera.

“Kelahiran anak gajah ini menjadi bukti nyata komitmen Taman Satwa Lembah Hijau dalam mendukung pelestarian Gajah Sumatera. Kami akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan, perawatan, dan program pengembangbiakan sebagai kontribusi nyata terhadap upaya konservasi satwa langka Indonesia demi menjaga keberlangsungan populasi Gajah Sumatera untuk generasi mendatang,” ujar Irwan Nasution.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Agung Nugroho, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan dan konsistensi Taman Satwa Lembah Hijau dalam menjalankan program konservasi dan pengembangbiakan Gajah Sumatera.

“Kami mengapresiasi keberhasilan kelahiran anak Gajah Sumatera ini serta konsistensi Taman Satwa Lembah Hijau dalam mendukung program konservasi. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa sinergi antara lembaga konservasi, tenaga profesional, dan pengelola satwa dapat memberikan kontribusi positif bagi upaya pelestarian Gajah Sumatera di Indonesia,” ungkap Agung Nugroho.

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menegaskan bahwa upaya penyelamatan Gajah Sumatera tidak hanya dilakukan melalui perlindungan habitat alami dan pengelolaan konflik manusia-gajah di kawasan (in situ), tetapi juga diperkuat melalui pengembangan program konservasi (ex situ) di berbagai lembaga konservasi yang memenuhi standar pengelolaan satwa liar.

Sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan kelahiran anak Gajah Sumatera di Lembaga Konservasi Lembah Hijau, Menteri Kehutanan memberikan nama “Rut” kepada anak gajah tersebut.

“Kami memberikan nama Rut sebagai simbol persahabatan dan penghargaan kepada Pemerintah Norwegia, khususnya Ibu Rut Krüger Giverin, yang selama ini telah menunjukkan komitmen dan kontribusi nyata dalam mendukung agenda konservasi hutan dan lingkungan hidup di Indonesia. Semoga anak gajah ini tumbuh sehat dan menjadi simbol harapan bagi keberlangsungan populasi Gajah Sumatera di masa depan,” ujar Raja Juli Antoni.

Lebih lanjut, Menteri Kehutanan menjelaskan bahwa keberhasilan kelahiran anak gajah di lembaga konservasi merupakan bukti bahwa konservasi ex situ dapat memberikan kontribusi penting dalam mendukung pelestarian spesies yang menghadapi berbagai tekanan di alam. Kementerian Kehutanan mendorong setiap lembaga konservasi, untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan satwa, kesejahteraan hewan, serta keberhasilan program pengembangbiakan yang terencana dan berkelanjutan.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko, menyampaikan bahwa kelahiran anak Gajah Sumatera ini merupakan bukti keberhasilan program pengembangbiakan (breeding) yang dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Gajah Sumatera akibat penyusutan habitat dan praktik pengelolaan yang belum sepenuhnya selaras dengan prinsip kesejahteraan satwa, keberhasilan breeding Gajah Sumatera di Taman Satwa Lembah Hijau menjadi contoh nyata kontribusi lembaga konservasi dalam mendukung pelestarian satwa dilindungi. Sejalan dengan kebijakan penghentian peragaan gajah tunggang, lembaga konservasi perlu terus bertransformasi menuju pengelolaan yang berorientasi pada konservasi, kesejahteraan satwa, serta edukasi publik. Keberhasilan Taman Satwa Lembah Hijau dalam menghasilkan kelahiran gajah secara berkelanjutan membuktikan bahwa fungsi konservasi dapat berjalan optimal tanpa mengesampingkan prinsip animal welfare,” ujar Satyawan.

Keberhasilan kelahiran kedua ini menjadi pencapaian penting dalam program konservasi yang dijalankan Taman Satwa Lembah Hijau sekaligus memperkuat harapan terhadap peningkatan populasi Gajah Sumatera, baik di bawah pengelolaan lembaga konservasi maupun di habitat alaminya. Momentum ini menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah, lembaga konservasi, tenaga profesional, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keberlangsungan salah satu satwa kunci Indonesia yang berstatus dilindungi.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
19/10/2026 18:17 WIB
TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub
BTW 2026 menjadi momentum TelkomGroup memperkuat kolaborasi bersama Pemerintah dan pelaku industri untuk mendorong transformasi digital nasional
 
Nasional
16/10/2026 14:41 WIB
Debut Akting Azka Corbuzier di New York Dipuji, Home, Almost Sentuh Emosi Penonton
Pemutaran perdana dunia film pendek Home, Almost di Urbanworld Film Festival 2026, New York, menjadi momen berkesan bagi Azka Corbuzier yang menjalani debut aktingnya melalui film tersebut. Karya arahan Tumpal Tampubolon itu mendapat sambutan antusias, dengan sejumlah penonton menyampaikan…
 
Nasional
16/10/2026 13:08 WIB
Dukung Pemulihan Warga Terdampak Bencana NTT, Krom Bank Hadirkan Dapur Umum dan Layanan Medis
Inisiatif ini diwujudkan melalui penyediaan dapur umum dan posko layanan medis guna membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta mendukung penanganan kondisi darurat di wilayah terdampak.
 
Nasional
14/10/2026 13:44 WIB
IHSG Tertekan Saham Konglomerasi, Pembiayaan Akuisisi BYAN Jadi Sorotan
Sebanyak 11 sektor saham melemah, dengan 632 saham turun dan hanya 118 saham menguat.
 
Nasional
13/10/2026 08:04 WIB
Telkom University Terus Berkoordinasi dalam Proses Pencarian Mahasiswa Maisha Aurelia Rafif
Telkom University dukung upaya pencarian bersama keluarga dan pihak berwenang
 
Nasional
13/10/2026 02:00 WIB
Kolaborasi Tokopedia & TikTok Shop Dongkrak Transaksi Momami hingga Dua Kali Lipat Lewat #BeliLokal Brand Day
melalui Tokopedia dan TikTok Shop, didukung oleh puluhan ribu video affiliate creator setiap bulannya.
 
Nasional
12/10/2026 19:00 WIB
Telkom Akselerasi Program Streamlining, Pastikan Portofolio TelkomGroup Fokus pada Bisnis Inti
Penataan portofolio bisnis secara terukur dan berlandaskan tata kelola yang baik menjadi pijakan transformasi TelkomGroup menuju pertumbuhan berkelanjutan
Ad Placholder