ECONOMIC ZONE - JAKARTA, 26 Agustus 2026 – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama Relawan Bakti BUMN Batch IX menghadirkan program pemberdayaan masyarakat di Langowan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, dengan menggabungkan dukungan di sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan, pertanian, dan UMKM dalam satu rangkaian aksi kolaboratif.
Melalui program bertema “Menyemai Harapan di Tanah Langowan”, BTN menyalurkan dukungan senilai ratusan juta rupiah yang difokuskan pada peningkatan kualitas fasilitas pendidikan, penguatan layanan kesehatan masyarakat, pemberdayaan pelaku UMKM, pengembangan sektor pertanian, serta pelestarian lingkungan.
Rangkaian kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Office of The Board PT Danantara Asset Management Tony Andrianto dan Wakil Kepala BP BUMN Teddy Barata sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Relawan Bakti BUMN yang melibatkan insan BUMN dan masyarakat secara langsung.
Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan Relawan Bakti BUMN menjadi ruang bagi BTN untuk membawa kompetensi dan semangat kolaborasi BUMN ke tengah masyarakat, bukan sekadar menyalurkan bantuan.
“Kebermanfaatan BUMN bukan hanya diukur dari apa yang diserahkan kepada masyarakat, tetapi dari apa yang bisa terus tumbuh setelah program selesai. Karena itu BTN bersama para relawan memilih mendukung hal-hal yang memperkuat kapasitas masyarakat—mulai dari ruang belajar, layanan kesehatan, lingkungan, hingga aktivitas ekonomi warga,” tulis Ramon dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/8).
Di bidang pendidikan, BTN bersama para relawan mendukung revitalisasi ruang kelas dan perpustakaan di sejumlah sekolah di Langowan, sekaligus menyerahkan sejumlah unit komputer untuk menunjang proses belajar mengajar. Para relawan juga berbagi pengalaman, motivasi, dan edukasi tentang makanan bergizi kepada siswa melalui program Relawan Mengajar.
Pada sektor kesehatan, relawan bekerja sama dengan tenaga kesehatan setempat memberikan pemeriksaan kesehatan dasar, edukasi gizi, serta dukungan alat kesehatan bagi masyarakat Desa Tumaratas. Program ini menyasar sekitar 200 penerima manfaat, mulai dari balita, ibu hamil, lansia, hingga masyarakat umum.
BTN juga memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui dukungan kepada petani dan pelaku UMKM. Bersama relawan, masyarakat melakukan panen cabai, penanaman bibit tomat, penyerahan sarana pertanian, serta penataan kawasan UMKM Cita Waya melalui penyediaan tenda, meja, kursi portabel, dan edukasi pengelolaan keuangan usaha.
Komitmen terhadap lingkungan diwujudkan melalui aksi bersih lingkungan dan penanaman pohon mahoni di kawasan DAS Tondano sebagai upaya menjaga kawasan resapan air sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.
Menurut Ramon, pendekatan kolaboratif menjadi nilai utama dalam Relawan Bakti BUMN karena mempertemukan insan BUMN dengan masyarakat untuk menyelesaikan kebutuhan yang nyata di lapangan.
“Ketika relawan mengajar di sekolah, ikut memeriksa kesehatan warga, menanam pohon, sampai turun ke kebun bersama petani, di situlah hubungan antara BUMN dan masyarakat dibangun. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa BUMN hadir sebagai mitra pembangunan yang bekerja bersama, bukan bekerja dari jauh,” kata Ramon.
Selama berada di Langowan, para relawan juga mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan bersama masyarakat. Dalam upacara tersebut juga dibentangkan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter. Momentum tersebut menjadi simbol bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan tetap menjadi fondasi dalam menghadirkan manfaat BUMN bagi Indonesia.
Melalui Relawan Bakti BUMN, BTN berharap kolaborasi yang telah dibangun di Langowan dapat terus berlanjut sehingga dukungan yang diberikan hari ini menjadi modal bagi masyarakat untuk terus tumbuh, mandiri, dan semakin berdaya.
Komentar