ECONOMIC ZONE - Liburan sekolah atau liburan kenaikan kelas memang waktu yang paling ditunggu-tunggu karena durasinya yang cukup panjang. Untuk bisa mengisi waktu liburan sekolah dengan berbagai kegiatan, seperti berkunjung ke tempat wisata hingga berpetualang bersama keluarga atau teman.
Biasanya, waktu masuk sekolah para siswa akan diberi tugas oleh guru untuk membuat karangan atau teks contoh cerita liburan yang menceritakan pengalaman liburan mereka. Libur semester genap tahun ajaran 2025/2026 berlangsung pada 22 Juni hingga 11 Juli, sebelum kegiatan belajar dimulai kembali pada 13 Juli.
Rentang waktu itu dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk mengenali dunia di luar ruang kelas, sekaligus bagi orang tua untuk kembali hadir sebagai pendidik pertama di rumah.Tantangannya tidak kecil. Libur sering kali berujung pada hari-hari yang dipenuhi layar gawai, permainan daring, dan perjumpaan keluarga yang justru semakin jarang. Anak berada di rumah, tetapi perhatian mereka berpindah ke dunia digital.
Orang tua pun hadir secara fisik, tetapi kerap tersita pekerjaan dan notifikasi di telepon genggam.Karena itu, gagasan mengisi liburan dengan pengalaman baru menjadi penting. Pendidikan tidak berhenti ketika bel sekolah tidak berbunyi. Ia hanya berpindah tempat, dari papan tulis ke dapur, halaman rumah, pasar tradisional, perpustakaan, kampung, hingga ruang percakapan sederhana di meja makan.
Liburan juga penting karena memberi waktu bagi siswa untuk berinteraksi dengan keluarga, teman, dan komunitas mereka. Kegiatan sosial selama liburan dapat mempererat hubungan interpersonal yang kadang-kadang terabaikan akibat kesibukan selama masa sekolah. Siswa dapat menghabiskan waktu bersama keluarga, bertemu dengan teman-teman lama, atau bahkan mengikuti kegiatan sosial yang bermanfaat, seperti kegiatan amal atau pelatihan keterampilan.
Salah satu siswi Sekolah asal Banyuwangi, Jawa Timur, ini minta keterangan turis asing tanggapannya liburan menikmati di pantai dan keindahan alam Indonesia , yang ditugaskan kepada sekolah pada dirinya bersama temen sekolahnya.
Segmen wisata edukasi dan liburan sekolah (study tour) masih cukup kuat, terutama untuk siswa SMP dan SMA yang baru naik kelas. Rombongan ini umumnya datang melalui travel agent dengan paket khusus yang disiapkan hotel.
“Kalau anak sekolah biasanya di-handle travel agent. Jadi kita buatkan paket spesial dengan harga di bawah harga regular hotel maupun online travel agent seperti Agoda, Ticket.com, atau Traveloka,” ujar General Manager Grand Zuri Kuta Hotel, Deddy Sumardi, Jumat (15/5/2026) lalu.
Menurutnya, pasar wisata anak sekolah dari Jawa tetap ramai meski sebelumnya sempat muncul sejumlah kebijakan pembatasan study tour ke luar daerah di beberapa wilayah Pulau Jawa. Ia menilai kebijakan tersebut kini sudah tidak lagi berdampak signifikan terhadap kunjungan ke Bali. “Sekarang sudah dibolehkan lagi. Jadi tidak ada efek lanjutan yang terlalu terasa,” katanya.
Liburan sekolah merupakan momen yang dinantikan oleh siswa setelah menjalani rutinitas belajar yang padat selama satu semester. Bagi siswa, liburan tidak hanya dimaknai sebagai waktu untuk beristirahat dari kegiatan akademik, tetapi juga sebagai kesempatan untuk melakukan aktivitas yang mereka sukai, menghabiskan waktu bersama keluarga, serta mengeksplorasi hal-hal baru di luar lingkungan sekolah.
Oleh karena itu, liburan sekolah memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara belajar dan waktu istirahat siswa.Namun, di sisi lain, liburan yang berlangsung cukup lama sering kali menimbulkan tantangan tersendiri. Tanpa perencanaan yang baik, waktu liburan dapat dihabiskan secara pasif, seperti terlalu lama bermain gawai atau menonton televisi, sehingga kurang memberikan manfaat bagi perkembangan siswa.
Kondisi ini berpotensi membuat siswa kehilangan kebiasaan belajar dan kurang produktif selama masa liburan.Untuk mengatasi hal tersebut, kegiatan liburan yang bersifat edukatif menjadi sangat penting. Kegiatan liburan edukatif tidak harus identik dengan belajar formal seperti di sekolah, tetapi dapat dikemas dalam aktivitas yang menyenangkan, ringan, dan sesuai dengan minat siswa.
Melalui kegiatan ini, siswa tetap dapat mengembangkan kemampuan kognitif, kreativitas, serta keterampilan sosial tanpa merasa terbebani oleh tuntutan akademik. Banyak kegiatan edukatif mendorong siswa untuk berpikir kreatif dan kritis, seperti membuat karya, melakukan eksperimen sederhana, atau menyelesaikan tantangan tertentu. Aktivitas ini membantu siswa mengembangkan cara berpikir yang lebih terbuka, inovatif, dan analitis, yang sangat penting untuk menunjang proses belajar di sekolah.
Komentar