Roni Mawardi
Rabu, 01 Juli 2026 - 06:18 WIB

Bank Jakarta Pilih Pertumbuhan Berkualitas di Tengah Kenaikan Suku Bunga

Foto/Dok-BankJakarta/ECONOMICZONE
Foto/Dok-BankJakarta/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - JAKARTA – Bank Jakarta memilih strategi pertumbuhan yang sehat dan berkualitas di tengah meningkatnya tekanan biaya dana (cost of fund) dan dinamika industri keuangan yang semakin menantang.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan perseroan tidak akan mengejar pertumbuhan secara agresif di tengah kondisi pasar yang terus berubah. Sebaliknya, Bank Jakarta akan lebih selektif dalam mengembangkan bisnis dengan mengutamakan kualitas aset dan keberlanjutan pertumbuhan.

"Kita enggak kejar-kejaran nyari pertumbuhan besar, tetapi yang kita kejar adalah pertumbuhan yang sehat dan berkualitas," ujar Agus dalam bincang-bincang "Shaping the Next Era of Indonesia's Capital Market", Investor Day 2026, Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/6/2026)..

Menurut dia, industri perbankan saat ini menghadapi tantangan baru yang berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Selain ketidakpastian ekonomi global, perbankan juga mulai menghadapi kenaikan biaya dana yang berpotensi menekan kinerja industri.

Agus mengungkapkan bunga deposito dalam lelang dana sempat menyentuh level 11,5 persen. Kondisi tersebut menjadi sinyal meningkatnya biaya penghimpunan dana yang harus diantisipasi oleh industri perbankan.

"Ini sudah warning bagi perbankan. Artinya cost of fund perbankan ini akan naik sangat signifikan ke depan," katanya.

Meski demikian, Agus menegaskan kenaikan biaya dana bukan berarti menghambat langkah ekspansi Bank Jakarta. Perseroan tetap menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus mempertahankan kualitas portofolio.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah melakukan diversifikasi sumber pendanaan, termasuk mengoptimalkan potensi dana murah yang berasal dari ekosistem Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Fundamental Perbankan Tetap Kuat

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Agus menilai kondisi fundamental industri perbankan nasional masih berada dalam posisi yang kuat.

Hal itu tercermin dari pertumbuhan kredit yang masih positif, tingkat permodalan yang tinggi, likuiditas yang terjaga, serta rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang masih terkendali.

"Persoalannya sebenarnya bukan di fundamentalnya, tetapi medan permainannya berubah," ujarnya.

Menurut Agus, dalam beberapa tahun terakhir industri keuangan menghadapi berbagai peristiwa yang sulit diprediksi, mulai dari pandemi, konflik geopolitik global, hingga perubahan kebijakan perdagangan internasional yang memengaruhi pasar keuangan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Bank Jakarta terus menjalankan transformasi di berbagai lini bisnis, mulai dari transformasi bisnis, digitalisasi, penguatan manajemen risiko hingga pembentukan budaya kerja baru.

Agus mengatakan perubahan perilaku nasabah juga menjadi faktor penting yang mendorong transformasi industri perbankan. Saat ini masyarakat tidak lagi hanya melihat produk yang ditawarkan bank, tetapi juga mempertimbangkan kemudahan, kecepatan, keamanan, serta kelengkapan layanan yang tersedia.

"Orang itu sudah enggak melihat bank itu dari produknya, tapi dari seberapa mudah, murah, cepat, aman layanan atau bahkan ekosistem yang ditawarkan oleh bank itu sendiri," katanya.

Melalui strategi selective growth dan transformasi yang berkelanjutan, Bank Jakarta optimistis dapat menjaga pertumbuhan yang sehat sekaligus meningkatkan daya saing di tengah perubahan lanskap industri keuangan yang semakin dinamis.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
5 jam yang lalu
IHSG Tertekan Saham Konglomerasi, Pembiayaan Akuisisi BYAN Jadi Sorotan
Sebanyak 11 sektor saham melemah, dengan 632 saham turun dan hanya 118 saham menguat.
 
Nasional
13/10/2026 08:04 WIB
Telkom University Terus Berkoordinasi dalam Proses Pencarian Mahasiswa Maisha Aurelia Rafif
Telkom University dukung upaya pencarian bersama keluarga dan pihak berwenang
 
Nasional
13/10/2026 02:00 WIB
Kolaborasi Tokopedia & TikTok Shop Dongkrak Transaksi Momami hingga Dua Kali Lipat Lewat #BeliLokal Brand Day
melalui Tokopedia dan TikTok Shop, didukung oleh puluhan ribu video affiliate creator setiap bulannya.
 
Nasional
12/10/2026 19:00 WIB
Telkom Akselerasi Program Streamlining, Pastikan Portofolio TelkomGroup Fokus pada Bisnis Inti
Penataan portofolio bisnis secara terukur dan berlandaskan tata kelola yang baik menjadi pijakan transformasi TelkomGroup menuju pertumbuhan berkelanjutan
 
Nasional
12/10/2026 14:56 WIB
Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2026, TelkomGroup Siagakan Infrastruktur Digital Berkapasitas Tinggi
InfraNexia siapkan kapasitas backbone hingga 600 Gbps di sejumlah titik kritikal untuk menjamin kelancaran operasional acara
 
Nasional
09/10/2026 16:51 WIB
Telkom Ungkap Strategi Percepat Adopsi AI Nasional di Road to DTIIF 2026
Melalui Telkom Solution, Telkom mempertemukan kapabilitas teknologi dan kolaborasi lintas sektor guna mendorong pemanfaatan AI yang berdampak bagi bisnis
 
Nasional
08/10/2026 17:09 WIB
Wapres Dukung Produk Kreatif Wirausahawan Muda di INACRAFT 2026 Youthpreneurs
Dalam peninjauannya, Wapres beserta Ibu Selvi Gibran Rakabuming melihat beragam produk yang dipamerkan para wirausahawan muda, mulai dari produk kriya hingga berbagai produk kreatif lainnya.
Ad Placholder