Endang Muchtar
Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:18 WIB

RAPBN 2027: Belanja Negara Naik Jadi Rp4.097,2 Triliun, Defisit Ditargetkan 2,40 Persen

Foto/tangkap layar TV nasional/ECONOMICZONE
Foto/tangkap layar TV nasional/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rancangan belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 sebesar Rp4.097,2 triliun.

Angka tersebut meningkat Rp254,5 triliun atau sekitar 6,62 persen dibandingkan pagu belanja negara dalam APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp3.842,7 triliun.

Rencana tersebut disampaikan Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI sekaligus penyampaian RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

“Belanja negara 2027 direncanakan Rp4.097,2 triliun, naik dari Rp3.842,7 triliun di APBN 2026,” kata Prabowo dalam pidatonya.

Di sisi pendapatan, pemerintah menargetkan penerimaan negara pada 2027 mencapai Rp3.426 triliun. Target tersebut tumbuh sekitar 8,6 persen dibandingkan target pendapatan negara dalam APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun.

Dengan target belanja yang lebih besar dibandingkan pendapatan, pemerintah merencanakan pembiayaan anggaran sebesar Rp671,2 triliun pada 2027.

Defisit anggaran ditargetkan berada di level 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Rasio tersebut lebih rendah dibandingkan defisit dalam APBN 2026 yang direncanakan sebesar 2,68 persen terhadap PDB.

Prabowo menegaskan pemerintah masih berupaya menekan defisit tersebut agar lebih rendah. Menurut dia, pemerintah memiliki komitmen untuk menjaga kesehatan fiskal dan secara bertahap menuju kondisi anggaran yang lebih seimbang.

“Ini akan diusahakan untuk kita tekan lebih kecil lagi. Kita memahami bahwa defisit yang ideal adalah sekecil-kecilnya, bahkan cita-cita kita adalah anggaran yang berimbang,” ujar Prabowo.

Selain menargetkan defisit yang lebih rendah, pembiayaan anggaran 2027 juga dirancang lebih kecil dibandingkan rencana pembiayaan pada APBN 2026. Pada tahun ini, pembiayaan anggaran ditetapkan sebesar Rp689,1 triliun.

Asumsi Ekonomi Makro 2027

Pemerintah menyusun RAPBN 2027 dengan sejumlah asumsi dasar ekonomi makro. Pertumbuhan ekonomi nasional ditargetkan mencapai 6 persen pada 2027.

Sementara itu, tingkat inflasi dipatok sebesar 2,5 persen. Pemerintah juga menetapkan asumsi tingkat suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun sebesar 6,9 persen.

Untuk nilai tukar, asumsi yang digunakan dalam RAPBN 2027 adalah Rp17.500 per dolar Amerika Serikat.

Di sektor energi, pemerintah menggunakan asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar US$75 per barel.

Adapun lifting minyak mentah ditargetkan sebesar 610 ribu barel per hari (RBPH), sedangkan lifting gas bumi dipatok sebesar 954 ribu barel setara minyak per hari (RBSMPH).

Pemerintah akan menggunakan asumsi-asumsi tersebut sebagai dasar penyusunan kebijakan fiskal dan pengelolaan anggaran negara sepanjang 2027.

Dengan postur tersebut, RAPBN 2027 mengedepankan peningkatan belanja negara sekaligus target pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi. Di saat bersamaan, pemerintah menetapkan sasaran defisit yang lebih rendah dibandingkan APBN 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan fiskal.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
15 jam yang lalu
RUPSLB Tetapkan Pengurus Baru, BTN Perkuat Regenerasi untuk Akselerasi Transformasi
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menetapkan perubahan susunan Direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
 
Nasional
05/09/2026 06:52 WIB
HADIR LEBIH DEKAT DI BUMI PAPUA, ASABRI BERIKAN LAYANAN DAN SEPENUH HATI DI TIMIKA, PAPUA TENGAH
Wujud Nyata Pemerataan Layanan untuk Memastikan Para Penjaga Kedaulatan Bangsa Memiliki Pemahaman Manfaat dan Kesiapan Finansial Sedari Dini
 
Nasional
02/09/2026 06:08 WIB
Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Ikuti Akad Kredit Massal Bank Jakarta
Bank Jakarta menggelar Akad Kredit Massal bagi 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati.
 
Nasional
01/09/2026 20:33 WIB
Dorong UMKM Naik Kelas, Bank Jakarta Salurkan Pembiayaan Pasar Rp326 Miliar
Bank Jakarta mencatatkan realisasi pembiayaan kepada pedagang pasar di berbagai wilayah Jakarta dengan total outstanding mencapai sekitar Rp326 miliar kepada 2.388 debitur hingga Juni 2026.
 
Nasional
01/09/2026 16:27 WIB
Dampak Positif Restrukturisasi, Emiten Konstruksi BUMN Catat Perbaikan Kinerja di Tengah Proses Merger
Berdasarkan laporan kinerja, sejumlah emiten pelat merah menunjukkan perbaikan performa yang signifikan. PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang kuat, sementara PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) juga membukukan kenaikan laba bersih.
 
Nasional
01/09/2026 15:50 WIB
Kemenhut Terapkan Manajemen Risiko Pendakian Gunung Hadapi Puncak Kemarau
Penutupan sementara (risiko tinggi) diterapkan pada kawasan dengan tingkat kerentanan karhutla tinggi, meliputi pendakian Gunung Semeru (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru), TN Kerinci Seblat, TN Gunung Ciremai, TN Tambora, TN Manusela, TN Bukit Baka Bukit Raya, TN Gunung Gede Pangrango,…
 
Nasional
01/09/2026 13:41 WIB
OJK PERKUAT PEMBIAYAAN UMKM MELALUI PEMANFAATAN INOVASI TEKNOLOGI SEKTOR KEUANGAN
Forum tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang mendorong pemanfaatan produk dan layanan sektor jasa keuangan untuk mendukung sektor ekonomi unggulan daerah.
Ad Placholder