Endang Muchtar
Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:31 WIB

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow hingga Rp1 Triliun

Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August 2026 Index Review memberikan tekanan bagi pasar saham Indonesia, setelah MSCI menghapus GOTO dari MSCI Indonesia Investable Market Index dan menurunkan CPIN dari Global Standard Index ke Global Small Cap Index. Perubahan tersebut berpotensi memicu arus dana keluar secara teknikal, meski dampaknya terhadap IHSG diperkirakan relatif terbatas dan lebih terkonsentrasi pada saham yang terdampak langsung.

Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan hasil review MSCI kali ini cenderung lebih negatif bagi pasar Indonesia. Selain perubahan pada GOTO dan CPIN, tidak adanya penambahan saham Indonesia ke Global Standard Index juga berarti tidak terdapat arus dana masuk yang dapat mengimbangi potensi outflow.

“MSCI August 2026 Index Review memberikan hasil yang lebih negatif bagi pasar Indonesia. Sesuai ekspektasi kami, CPIN turun dari Global Standard ke Small Cap, sementara risiko pada GOTO terealisasi dengan penghapusan dari MSCI Indonesia Investable Market Index,” ujar Rully.

Menurut Rully, keputusan MSCI menghapus GOTO berkaitan dengan rendahnya likuiditas saham tersebut setelah bertahan di harga minimum Rp50 sejak Mei. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan risiko terhadap kemampuan investor pasif dalam mereplikasi indeks.

“MSCI secara spesifik menyebut rendahnya likuiditas akibat GOTO bertahan di harga minimum Rp50 sejak Mei sebagai penyebab potensi index replicability issues,” kata Rully.
Rully menilai dampak utama dari perubahan tersebut bersifat teknikal, terutama melalui potensi passive outflow menjelang implementasi perubahan indeks pada akhir Agustus.

Namun, tekanan tersebut diperkirakan tidak serta-merta memberikan dampak besar terhadap IHSG secara keseluruhan karena arus dana keluar akan lebih terkonsentrasi pada saham-saham yang mengalami perubahan indeks.

“Dampak utama bersifat teknikal, dengan potensi passive outflow menjelang implementasi akhir Agustus. Tidak adanya penambahan saham Indonesia ke Standard Index juga berarti tidak terdapat offsetting inflow, sejalan dengan pembatasan MSCI yang masih berlaku,” ujar Rully.

Di sisi lain, Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Wilbert Arifin, menilai besaran perubahan bobot Indonesia dalam indeks global menjadi salah satu alasan dampak hasil review kali ini diperkirakan tetap terbatas terhadap pasar secara keseluruhan.

Menurut Wilbert, bobot Indonesia di Emerging Market diperkirakan hanya turun dari sekitar 0,49% menjadi 0,46%. Dari sisi arus dana keluar, ia memperkirakan passive outflow sekitar Rp500 miliar hingga Rp1 triliun yang akan terjadi pada hari efektif rebalancing, yakni setelah perdagangan 31
Agustus.

“Dalam jangka pendek mungkin ada dampak terhadap sentimen karena memang tidak ada penambahan saham dan hanya terjadi pengurangan. Namun, dampaknya terhadap pasar secara keseluruhan diperkirakan minimal dan lebih terkonsentrasi pada saham yang terdampak langsung, seperti CPIN,” ujar Wilbert.

Menjelang review MSCI berikutnya pada November, Wilbert menilai Indonesia perlu menjaga kredibilitas  pasar serta komunikasi antara regulator dan MSCI. Menurutnya, perbaikan secara gradual pada aspek tersebut dapat membuka peluang keputusan MSCI yang lebih positif dan menjadi katalis tambahan bagi arus modal asing maupun pasar secara keseluruhan.

 

 

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
10 jam yang lalu
Transaksi QRIS Tengah Malam Bikin Curiga? BI Siapkan Langkah Tegas
Untuk mewujudkan hal tersebut, BI menyiapkan sejumlah langkah pengawasan, mulai dari penerapan prinsip Know Your Customer (KYC), pemantauan transaksi secara berkelanjutan, penguatan akuntabilitas PJP, hingga peningkatan koordinasi dengan aparat penegak hukum.
 
Nasional
19/10/2026 18:17 WIB
TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub
BTW 2026 menjadi momentum TelkomGroup memperkuat kolaborasi bersama Pemerintah dan pelaku industri untuk mendorong transformasi digital nasional
 
Nasional
16/10/2026 14:41 WIB
Debut Akting Azka Corbuzier di New York Dipuji, Home, Almost Sentuh Emosi Penonton
Pemutaran perdana dunia film pendek Home, Almost di Urbanworld Film Festival 2026, New York, menjadi momen berkesan bagi Azka Corbuzier yang menjalani debut aktingnya melalui film tersebut. Karya arahan Tumpal Tampubolon itu mendapat sambutan antusias, dengan sejumlah penonton menyampaikan…
 
Nasional
16/10/2026 14:06 WIB
CIMB Niaga Business Summit 2026: Wujudkan Visi Pertumbuhan Berkelanjutan Korporasi Indonesia
OCTOBIZ merupakan platform digital business banking yang dirancang untuk membantu nasabah bisnis dan korporasi dalam mengelola transaksi bisnis domestik dan internasional yang kompleks menjadi lebih mudah, efisien, aman, dan terintegrasi.
 
Nasional
16/10/2026 13:08 WIB
Dukung Pemulihan Warga Terdampak Bencana NTT, Krom Bank Hadirkan Dapur Umum dan Layanan Medis
Inisiatif ini diwujudkan melalui penyediaan dapur umum dan posko layanan medis guna membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta mendukung penanganan kondisi darurat di wilayah terdampak.
 
Nasional
14/10/2026 13:44 WIB
IHSG Tertekan Saham Konglomerasi, Pembiayaan Akuisisi BYAN Jadi Sorotan
Sebanyak 11 sektor saham melemah, dengan 632 saham turun dan hanya 118 saham menguat.
 
Nasional
13/10/2026 08:04 WIB
Telkom University Terus Berkoordinasi dalam Proses Pencarian Mahasiswa Maisha Aurelia Rafif
Telkom University dukung upaya pencarian bersama keluarga dan pihak berwenang
Ad Placholder