ECONOMIC ZONE - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan gestur jempol kepada Presiden Prabowo Subianto setelah pidato kenegaraan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Momen tersebut terjadi ketika Prabowo turun dari mimbar setelah menyampaikan pidato dan berkeliling untuk menyalami sejumlah mantan Presiden dan Wakil Presiden yang hadir.
Saat bertemu, Prabowo dan Jokowi tampak saling memberikan salam hormat. Keduanya kemudian berjabat tangan dalam suasana hangat.
Jokowi terlihat tersenyum saat berjabat tangan dengan Prabowo. Setelah itu, Jokowi memberikan gestur jempol kepada Prabowo.
Prabowo kemudian melanjutkan agenda dengan menyalami ajudan Jokowi, AKBP Syarif Fitriansyah, yang berada di samping Jokowi.
Momen serupa juga terlihat ketika Wakil Presiden ke-11 RI Boediono memberikan gestur jempol saat bersalaman dengan Prabowo setelah pidato kenegaraan.
Dikutip VIVA Jum'at, 14 Agustus 2026, Cambridge Dictionary menjelaskan bahwa gestur thumbs-up dapat digunakan untuk menunjukkan bahwa seseorang menyetujui sesuatu atau menganggap sesuatu sebagai hal yang baik.
Dengan konteks tersebut, jempol Jokowi kepada Prabowo dapat dibaca sebagai respons positif secara nonverbal. Namun, gestur tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan isi pikiran atau sikap politik Jokowi terhadap seluruh isi pidato.
Namun, ada penelitian dalam Proceedings of the National Academy of Sciences mengenai gestur lintas budaya menemukan bahwa ekspresi dan gestur dapat memiliki perbedaan makna tergantung pada budaya serta konteks penggunaannya.
Hal ini penting ketika menafsirkan gestur tokoh publik. Satu gerakan tangan sebaiknya tidak langsung diterjemahkan menjadi kesimpulan politik tanpa melihat situasi ketika gestur tersebut dilakukan.
Dalam percakapan sehari-hari, seseorang yang mengacungkan ibu jari sering kali ingin menyampaikan pesan singkat seperti "bagus", "setuju", "oke", atau "lanjut".
Oxford Learner's Dictionaries juga mendefinisikan thumbs-up sebagai gerakan mengangkat ibu jari untuk menunjukkan bahwa seseorang menyetujui sesuatu atau merasa sesuatu tersebut baik.
Karena itu, gestur Jokowi dapat dipahami sebagai bentuk komunikasi singkat yang tidak membutuhkan kata-kata.
Gestur semacam ini juga lazim digunakan dalam situasi formal maupun informal. Seseorang dapat memberikan jempol sebagai respons terhadap presentasi, hasil pekerjaan, kabar baik, atau tindakan yang dianggap positif.
Komentar