Hendra Wiradi
Jumat, 07 Agustus 2026 - 18:03 WIB

Sektor Garmen Indonesia Berpeluang Raih Tambahan Ekspor US$2 Miliar

Laporan Vector: Industri Garmen RI Berpeluang Raup Ekspor Tambahan US$2 Miliar

Foto/dok. AGTI/ECONOMICZONE
Foto/dok. AGTI/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Indonesia berpotensi meningkatkan nilai ekspor garmen hingga US$2 miliar melalui penguatan operational execution di sektor manufaktur garmen, berdasarkan laporan terbaru Vector Consulting Group yang dikembangkan bersama Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI).

Laporan bertajuk “Unlocking the $2 Billion Opportunity: How Operational Execution Can Revive Indonesia's Garment Industry” tersebut diluncurkan dalam ajang Indo Garment & Textile (IGT) Expo di Jakarta.

Laporan ini menawarkan perspektif baru terhadap daya saing industri garmen Indonesia, dengan menyoroti bahwa fase pertumbuhan industri berikutnya tidak hanya akan ditentukan oleh biaya tenaga kerja, tetapi juga oleh operational excellence di shop floor.

Nilai ekspor garmen Indonesia tercatat relatif stagnan di kisaran US$8–9 miliar selama hampir satu dekade. Pada periode yang sama, negara-negara lainnya seperti Vietnam, Bangladesh, dan Kamboja terus memperluas pangsa mereka dalam ekspor apparel global. 

Laporan tersebut mengidentifikasi ketidakstabilan dalam eksekusi operasional sebagai salah satu hambatan terbesar dalam meningkatkan kinerja pabrik, sekaligus menyoroti lima disiplin operasional yang membedakan produsen garmen berkinerja tinggi.

Riset ini juga mengidentifikasi ketidakpastian dalam pelepasan fabric purchase orders sebagai salah satu faktor penting yang memengaruhi daya saing secara keseluruhan.

“Industri garmen Indonesia telah memasuki tahap penting dalam perkembangannya, di mana peningkatan daya saing membutuhkan fokus yang lebih kuat pada operational excellence.

Riset ini memberikan wawasan praktis bagi para pelaku industri mengenai berbagai tantangan operasional yang memengaruhi produktivitas dan kinerja ekspor.

Kami menyambut baik kolaborasi dengan Vector Consulting Group dan berharap industri garmen di Indonesia dapat memperoleh manfaat dari pengalaman serta keahlian yang mereka miliki,” ujar Anne Patricia Sutanto, Ketua Umum Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI).

“Selama bertahun-tahun, biaya tenaga kerja mendominasi diskusi tentang daya saing. Namun, riset kami menunjukkan bahwa peluang yang lebih besar justru terletak pada peningkatan operational execution.

Produsen yang mampu membangun stabilitas eksekusi melalui praktik shop floor yang disiplin berpotensi meningkatkan sewing-line efficiency sebesar 20%–30%, mencapai hingga 90% performa On-Time In-Full (OTIF), mengurangi customer lead time sebesar 20%–30%, meningkatkan laba operasional sekitar 20%, serta mengurangi working capital yang tertahan dalam persediaan sebesar 20%–30%.

Laporan ini menawarkan roadmap praktis untuk membantu produsen garmen Indonesia membuka peluang untuk bertumbuh di masa depan,” ujar P. Senthilkumar, Senior Partner, Vector Consulting Group.

“Laporan ini didasarkan pada realita operasional sehari-hari di industri tekstil dan garmen Indonesia.

Laporan ini menguraikan tantangan yang dihadapi oleh produsen, pemasok kain, eksportir, dan para pemimpin industri setiap harinya, mulai dari perencanaan dan produksi hingga kinerja pengiriman dan keuntungan.

Kami yakin para pelaku bisnis di seluruh ekosistem akan langsung menyadari berbagai isu yang diangkat karena mencerminkan realita yang mereka hadapi sehari-hari.

Yang lebih penting lagi, laporan ini tidak hanya mengidentifikasi masalah-masalah tersebut, tetapi juga menawarkan pendekatan praktis yang berfokus pada implementasi, yang dapat membantu industri ini memperkuat daya saing globalnya." Rajesh Inamdar, Country Head – Indonesia, Vector Consulting Group, menambahkan.

Laporan tersebut merekomendasikan empat intervensi prioritas untuk meningkatkan kinerja operasional, yaitu kolaborasi lintas fungsi untuk memastikan pelepasan fabric purchase orders secara tepat waktu, penerapan style-level capacity planning, penguatan kontrol supervisor, serta rekonfigurasi fabric supply chain untuk meningkatkan responsivitas.

Laporan dari Vector Consulting Group ini juga menyimpulkan bahwa penguatan operational excellence dapat membantu produsen garmen Indonesia meningkatkan daya saing dari sisi biaya sekaligus memperkuat keandalan dalam memenuhi jadwal pengiriman.

TAGS
  1. Garmen
Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
06/08/2026 15:32 WIB
CIMB Niaga Syariah Dukung Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di UNIDA Gontor
Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan edukasi keuangan syariah, optimalisasi pemanfaatanlayanan transaksi digital, serta dukungan terhadap pengembangan UMKM dan unit usaha di lingkungan UNIDA Gontor.
 
Nasional
06/08/2026 14:51 WIB
OJK: Industri Perbankan Syariah 2025 Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp1.000 Triliun
OJK menjelaskan bahwa Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) masih menjadi penggerak utama industri dengan kontribusi lebih dari 90 persen terhadap total aset perbankan syariah nasional.
 
Nasional
06/08/2026 14:34 WIB
Piala Dunia 1938: Ketika Italia Mengangkat Trofi, Hindia Belanda Membuka Jalan bagi Indonesia (3)
Di turnamen yang sama, sebuah tim dari wilayah yang masih bernama Hindia Belanda melangkah ke panggung Piala Dunia untuk pertama kalinya.
 
Nasional
06/08/2026 13:25 WIB
Ekonomi Melampaui Ekspektasi, Mirae Asset Soroti Sikap Selektif Investor
Meski IHSG kembali menguat, reli pasar dinilai belum sepenuhnya didukung oleh saham-saham berfundamental besar maupun arus masuk investor asing."IHSG memang melanjutkan penguatan, tetapi kualitas reli masih terbatas.
 
Nasional
06/08/2026 12:18 WIB
Pertumbuhan ekonomi: Rilis data PDB domestik kuartal II 2026 berada di atas perkiraan pasar.
Pergerakan pasar didominasi saham yang menguat. Tercatat 296 saham naik, 87 saham turun, dan 580 saham tidak mengalami perubahan harga.
 
Nasional
06/08/2026 11:52 WIB
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% pada Triwulan II-2026, Semester I Catat Pertumbuhan Tertinggi dalam 5 Tahun
Capaian tersebut diraih di tengah perekonomian global yang bergerak dalam arus silang antara tekanan konflik global dan akselerasi teknologi, dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang diproyeksikan International Monetary Fund (IMF) hanya sebesar 3,0%.
 
Nasional
06/08/2026 11:39 WIB
Panduan Praktis Mengganti Atap Asbes Menjadi Genteng Secara Aman
Langkah strategis ini diambil sebagai respons aktif terhadap imbauan kesehatan global mengenai risiko jangka panjang penggunaan asbes.
Ad Placholder