ECONOMIC ZONE - Pelepasan peserta marathon dilakukan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu, serta Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria.
Pada hari kedua sekaligus penutupan acara, kategori Marathon (42K) dan Half Marathon (21K) digelar dengan antusiasme tinggi.
BTN Jakarta International Marathon (BTN Jakim) 2026 sukses mencatatkan sejarah baru sebagai salah satu ajang lari terbesar di Indonesia. Sebanyak lebih dari 45 ribu pelari dari dalam dan luar negeri memadati ruas-ruas utama Jakarta dalam gelaran yang berlangsung selama dua hari, 13-14 Juni 2026.
Tingginya partisipasi peserta tidak hanya menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga lari, tetapi juga mempertegas posisi Jakarta sebagai destinasi sport tourism yang makin diperhitungkan di tingkat internasional.
Sebelumnya pelari-pelari asal Kenya mendominasi lomba nomor terbuka di Jakarta Marathon 2016, memenangi lomba kategori maraton penuh (42 km) dan setengah maraton (21 km) putra dan putri pada Minggu.
Hasil itu membuat Kenya menegaskan diri sebagai penguasa Mandiri Jakarta Marathon sejak pertama kali diadakan tahun 2013.
Pelari Kenya Joseph Mwangi Ngare, Stanley Kipkoech Kirui dan Hosea Kipyego Kogei menjadi juara pertama hingga ketiga kategori setengah maraton putra.
Sementara rekan senegara mereka Peninah Jepkoech Kigen, Nancy Joan Rotich dan Susan Jemutai Kosgei menjadi juara pertama, kedua dan ketiga dalam kategori setengah maraton putri.
Gelar juara di nomor bergengsi maraton penuh juga disapu bersih pelari putri Kenya dengan Kiplimo Jacquline Nyetipei, Mercy Jelimo Too dan Margaret Njuguna sebagai juara pertama, kedua dan ketiga.
Dalam lomba 42K putra, Kennedy Lilan Kiproo sampai finis pertama diikuti Chengabit Noah Kipruto dan Felix Kipkorir Kangogo.
Atlet Indonesia Agus Prayogo, yang memenangi kategori 42K khusus Indonesia, menganggap wajar dominasi pelari Kenya di ajang itu.
"Pelari-pelari Kenya sudah menguasai dunia, jadi wajar saja kalau mereka juara di sini. Namun saya harap ke depan ada pelari kita yang dapat bersaing dengan mereka," tutur Agus, pelari asli Jawa Tengah peraih empat medali emas SEA Games cabang atletik dan tiga medali emas atletik PON Jawa Barat 2016.
Di kategori Open Marathon Putri, pelari Kenya Alemnesh Herpha Guta berhasil meraih gelar juara setelah mencatatkan waktu 2:36:54. Meseret Dinke Meleka dari Ethiopia finis di posisi kedua dengan waktu 2:37:50, sedangkan peringkat ketiga menjadi milik Eunice Nyawira Muchiri yang juga mewakili Kenya dengan catatan 2:39:17.
Komentar