Endang Muchtar
Jumat, 05 Juni 2026 - 17:17 WIB

Pemerintah Tarik Utang Rp386 Triliun hingga Mei 2026

Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Pemerintah telah menarik pembiayaan utang melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) neto sebesar Rp386 triliun hingga Mei 2026, seiring kebutuhan pembiayaan APBN yang masih mencatat defisit Rp180,4 triliun atau setara 0,7% terhadap produk domestik bruto (PDB).Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai realisasi pembiayaan tersebut masih berada dalam koridor yang aman karena didukung stabilitas pasar obligasi dan minat investor yang tetap tinggi.  

Ia mengungkapkan realisasi pembiayaan anggaran hingga akhir Mei telah mencapai Rp379,4 triliun atau 55,1% dari target APBN 2026 sebesar Rp689,1 triliun. Sebagian besar pembiayaan tersebut berasal dari penerbitan surat utang negara.

Mengenai realisasi penerbitan SBN neto, Purbaya menyebut nilainya telah mencapai sekitar Rp386 triliun. “Netonya 386,0 triliun rupiah,” ujar Purbaya, dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026). 

Meski pemerintah terus menambah pembiayaan utang, Purbaya menegaskan kondisi pasar surat utang domestik masih relatif stabil di tengah tekanan pasar keuangan global dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Menurut dia, indikator kepercayaan investor terhadap instrumen utang pemerintah masih terjaga. Hal itu tercermin dari pergerakan imbal hasil (yield) SBN tenor 10 tahun yang relatif stabil di kisaran 6,67%-6,8%, serta tingginya minat investor dalam lelang surat utang pemerintah.

“Kalau kita lihat, yield SUN cenderung flat di 6,67. Sekarang naik sedikit ke 6,8, tapi relatif stabil, jadi stabilitas pasar obligasi kita tetap terjaga,” katanya.  

Ia menambahkan rasio penawaran masuk terhadap target penerbitan (bid to cover ratio) juga masih menunjukkan permintaan yang kuat. Untuk Surat Utang Negara (SUN), rasio tersebut tercatat sekitar 1,8 kali, sementara Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) mencapai 2,6 kali.

“Kepercayaan kepada surat utang kita masih amat tinggi. Investor jangka panjang di pasar modal masih cukup percaya terhadap prospek ekonomi Indonesia,” ujar Purbaya.  

Di sisi lain, pemerintah juga terus melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas pasar obligasi. Hingga awal Juni 2026, pemerintah telah membeli SBN di pasar sekunder sekitar Rp11 triliun melalui skema stabilisasi pasar.

“Untuk pembelian bond di secondary market kita masih lakukan. Sekarang sekitar 11 triliun rupiah so far,” kata Purbaya.  

Kementerian Keuangan juga menyiapkan strategi diversifikasi sumber pembiayaan guna mengurangi ketergantungan pada pasar domestik. Salah satunya melalui penjajakan penerbitan Panda Bond di China dan Euro Bond untuk investor Eropa.“Minggu depan saya akan ke China untuk promosi Panda Bond. Habis itu ke Inggris untuk investor meeting dengan Eropa,” ujarnya.  

Berdasarkan data APBN hingga Mei 2026, pendapatan negara mencapai Rp1.185 triliun atau tumbuh 19,1% secara tahunan. Sementara itu, belanja negara mencapai Rp1.365,4 triliun atau tumbuh 34,4% dibanding periode yang sama tahun lalu. Kondisi tersebut menyebabkan APBN mencatat defisit Rp180,4 triliun atau 0,7% terhadap PDB. Namun keseimbangan primer kembali mencatat surplus Rp58,6 triliun. 

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
04/06/2026 14:00 WIB
Pemerintah Klim Penerimaan Pajak Mei 2026 Tumbuh 22%
Lonjakan penerimaan itu turut mendorong keseimbangan primer bulan Mei kembali ke zona positif.
 
Nasional
04/06/2026 11:21 WIB
Glodok Sentra Elektronik "Hidup Segan Mati Tak Mau" 
Para pedagang mengeluhkan pembeli yang semakin hilang membuat omzet penjualan turun drastis dan tidak sebesar seperti dahulu saat masih ramai, meski mereka kini mengandalkan pelanggan langganannya.
 
Nasional
03/06/2026 18:32 WIB
Mantan Kepala BGN Dadan Hidayana Resmi Ditahan Kejaksaan Agung
Hingga berita ini ditulis, Kejaksaan Agung belum memberikan keterangan resmi terkait status hukum Dadan Hindayana maupun materi pemeriksaan yang dijalani.
 
Nasional
03/06/2026 15:51 WIB
Grup Lippo (MPPA) Pastikan Tak Ada Gerai Tutup Akibat Koperasi Merah Putih
MPPA juga menegaskan belum menemukan dampak material terhadap wilayah operasional maupun kinerja gerainya akibat kehadiran KDMP.
 
Nasional
03/06/2026 15:15 WIB
Pefindo Tarik Peringkat Utang BRI (BBRI) idA1+.
Seiring dengan pelunasan penuh atas instrumen tersebut, PEFINDO resmi menarik peringkat idA1+ yang sebelumnya disematkan pada Surat Berharga Komersial Berkelanjutan I BRI Tahun 2025 Tahap I Seri C.
 
Nasional
03/06/2026 14:32 WIB
Biaya Material Bangunan Melonjak Pasokan Rumah Subsidi Berpotensi Terancam
Kenaikan harga besi, baja, dan bahan bakar minyak (BBM) mendorong pengembang menyuarakan usulan agar pemerintah mengerek harga rumah subsidi yang dinilai sudah tidak relevan.
 
Nasional
03/06/2026 13:51 WIB
Antisipasi Inflasi Tahunan Capai 0,28% pada Mei 2026
Tekanan inflasi yang tercatat dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan itu tercatat lebih tinggi dibanding kondisi April 2026 yang mengalami inflasi 0,13% mtm.
Telkomsel