Endang Muchtar
Rabu, 03 Juni 2026 - 18:32 WIB

Mantan Kepala BGN Dadan Hidayana Resmi Ditahan Kejaksaan Agung

Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana langsung dikawal masuk mobil tahanan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah menjalani pemeriksaan kasus dugaan korupsi di lembaga tersebut. (Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE)
Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana langsung dikawal masuk mobil tahanan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah menjalani pemeriksaan kasus dugaan korupsi di lembaga tersebut. (Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE)
Dummy

ECONOMIC ZONE - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, terlihat keluar dari Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, usai menjalani pemeriksaan sejak pagi hari, Rabu (3/6/2026).

Berdasarkan pantauan di lokasi, Dadan tampak dikawal petugas saat meninggalkan area pemeriksaan. Ia terlihat mengenakan atribut tahanan dengan tangan diborgal Kejaksaan Agung sebelum dibawa menuju kendaraan yang telah disiapkan.

Sebelumnya, nama Dadan menjadi sorotan publik setelah Presiden RI Prabowo Subianto melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Dadan dicopot dari jabatannya sebagai Kepala BGN bersama dua wakil kepala lembaga tersebut dalam rangka evaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Perkembangan terbaru terkait pemeriksaan di Kejaksaan Agung menambah perhatian publik terhadap berbagai isu yang belakangan mencuat terkait pengelolaan program MBG.

Sejumlah awak media yang berada di lokasi terus menunggu penjelasan resmi dari pihak Kejaksaan Agung mengenai hasil pemeriksaan, status hukum, maupun langkah hukum lanjutan yang akan diambil terhadap Dadan Hindayana.

Selain Dadan, mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya juga langsung dibawa ke mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan. Lodewyk keluar setelah Dadan. Ia juga mengenakan rompi pink dengan tangan terborgol. Menyusul kemudian Sony Sonjaya dengan rompi pink dan tangan terborgol.

Hingga berita ini ditulis, Kejaksaan Agung belum memberikan keterangan resmi terkait status hukum Dadan Hindayana maupun materi pemeriksaan yang dijalani dari mulut para mantan petinggi BGN tersebut. Mereka mengunci mulutnya saat dicecar para wartawan. Kejagung belum memberikan keterangan resmi terkait lokasi penahanan Dadan, Lodewyk, dan Sony.


Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
04/06/2026 14:51 WIB
Krom Bank Catat 1 Juta Rekening Hingga DPK Tembus Rp10 Triliun
Selain mencatat pertumbuhan jumlah rekening dan DPK, Krom juga menyatakan mampu mempertahankan profitabilitas secara konsisten sejak beroperasi sebagai bank digital.
 
Nasional
04/06/2026 14:00 WIB
Pemerintah Klim Penerimaan Pajak Mei 2026 Tumbuh 22%
Lonjakan penerimaan itu turut mendorong keseimbangan primer bulan Mei kembali ke zona positif.
 
Nasional
04/06/2026 11:21 WIB
Glodok Sentra Elektronik "Hidup Segan Mati Tak Mau" 
Para pedagang mengeluhkan pembeli yang semakin hilang membuat omzet penjualan turun drastis dan tidak sebesar seperti dahulu saat masih ramai, meski mereka kini mengandalkan pelanggan langganannya.
 
Nasional
03/06/2026 15:51 WIB
Grup Lippo (MPPA) Pastikan Tak Ada Gerai Tutup Akibat Koperasi Merah Putih
MPPA juga menegaskan belum menemukan dampak material terhadap wilayah operasional maupun kinerja gerainya akibat kehadiran KDMP.
 
Nasional
03/06/2026 15:15 WIB
Pefindo Tarik Peringkat Utang BRI (BBRI) idA1+.
Seiring dengan pelunasan penuh atas instrumen tersebut, PEFINDO resmi menarik peringkat idA1+ yang sebelumnya disematkan pada Surat Berharga Komersial Berkelanjutan I BRI Tahun 2025 Tahap I Seri C.
 
Nasional
03/06/2026 14:32 WIB
Biaya Material Bangunan Melonjak Pasokan Rumah Subsidi Berpotensi Terancam
Kenaikan harga besi, baja, dan bahan bakar minyak (BBM) mendorong pengembang menyuarakan usulan agar pemerintah mengerek harga rumah subsidi yang dinilai sudah tidak relevan.
 
Nasional
03/06/2026 13:51 WIB
Antisipasi Inflasi Tahunan Capai 0,28% pada Mei 2026
Tekanan inflasi yang tercatat dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan itu tercatat lebih tinggi dibanding kondisi April 2026 yang mengalami inflasi 0,13% mtm.
Telkomsel