Endang Muchtar
Rabu, 26 November 2025 - 15:40 WIB

Maybank Indonesia Gandeng YKAN dalam Pemberdayaan Perempuan dan Konservasi Hutan

Komisaris Independen Maybank Indonesia Marina Tusin (dari kiri), Petani Kakao Irmaya Banaweng, Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Alam Nusantara Herlina Hartanto, Direktur Human Capital Maybank Indonesia Irvandi Ferizal, di Jakarta, Rabu (26/11).
Komisaris Independen Maybank Indonesia Marina Tusin (dari kiri), Petani Kakao Irmaya Banaweng, Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Alam Nusantara Herlina Hartanto, Direktur Human Capital Maybank Indonesia Irvandi Ferizal, di Jakarta, Rabu (26/11).
Dummy

ECONOMIC ZONE - PT Bank Maybank Indonesia Tbk dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), meluncurkan inisiatif program pemberdayaan kelompok petani kakao perempuan di Kampung Merasa, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur sebagai bagian dari komitmen untuk penguatan peran perempuan dalam pembangunan berkelanjutan.

Program ini bertujuan untuk mendukung kelompok petani perempuan dalam menjalankan praktik pertanian berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga kelestarian hutan hujan tropis Kalimantan. 

Melalui pendekatan agroforestri dan pelatihan intensif, para perempuan petani kakao didampingi untuk mengelola lahan secara produktif, sekaligus melindungi kawasan hutan di sekeliling kampung mereka dari alih fungsi lahan. 

"Kami percaya bahwa pemberdayaan perempuan adalah kunci dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Komitmen ini sudah kami jalankan juga selama ini di internal Maybank, dan melalui kerja sama ini, kami ingin mewujudkan dukungan untuk komunitas perempuan di Kalimantan yang juga telah memberikan kontribusi besar dalam melindungi hutan sekaligus pelaku ekonomi yang tangguh di daerah Berau,” Head of Sustainability Maybank Indonesia, Maria Trifanny Fransiska, di sela-sela kegiatan peluncuran ‘Program pemberdayaan kelompok petani kakao perempuan di Kampung Merasa, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur’ di Jakarta, Kamis (26/11).

Maria menuturkan, ini adalah pertama kalinya Maybank Indonesia memberi dukungan bagi kelompok perempuan untuk menjalankan praktik budidaya kakao berkelanjutan di Kampung Merasa, sekaligus melindungi kawasan hutan. Program ini merupakan salah satu upaya Maybank Indonesia dalam mendukung pembiayaan berkelanjutan di Indonesia, sekaligus mengembangkan pendanaan untuk proyek-proyek ramah lingkungan yang juga berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat dan upaya konservasi alam.

Sementara itu Direktur Eksekutif YKAN, Herlina Hartanto menyampaikan, sebagai negara dengan hutan tropis terbesar ketiga di dunia, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara konservasi dan kebutuhan ekonomi. Pembukaan lahan untuk berbagai komoditas sering kali mengorbankan ekosistem hutan, yang berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu, pendekatan berbasis masyarakat, seperti Perhutanan Sosial dan pengelolaan kakao berkelanjutan, menjadi salah satu solusi yang menjanjikan seperti yang dilakukan di beberapa wilayah di Berau.

Untuk itu Herlina mengapresiasi kolaborasi antara Maybank Indonesia dengan YKAN dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus melestarikan hutan hujan tropis Kalimantan. “Selama tiga tahun ke depan, dengan dukungan dari Maybank Indonesia, kami menargetkan dapat memberikan manfaat bagi 100 perempuan penerima manfaat langsung dan 500 masyarakat untuk dapat terlibat aktif dalam pengambilan keputusan hijau. Selain itu, kerja sama ini diharapkan juga dapat melindungi setidaknya 100 ha hutan di wilayah Kampung Merasa, dari alihfungsi lahan,” papar Herlina.

Kakao Istimewa dari Hutan yang Terjaga

Lebih lanjut Dina Riska, Community Development Manager YKAN menjelaskan, kakao fermentasi dari Kampung Merasa memiliki cita rasa madu dan citrus yang khas. Hal ini terjadi karena Kampung Merasa dikelilingi hutan pohon banggeris, tempat bersarang favorit lebah penghasil madu. “Ini yang membuat kakao dari Merasa itu unik. Kami sudah mendampingi para petani di Merasa sejak tahun 2019. Salah satunya melalui kegiatan Internal Controlling System (ICS), yang memungkinkan masyarakat terus belajar untuk dapat menghasilkan kakao berkualitas premium, sekaligus terhubung dengan pasar,” sebut Dina Riska.

Salah satu cara yang dilakukan para petani di Merasa untuk mendapatkan pasar yang bisa menyerap kakao premium mereka, yaitu dengan mengirimkan sampel biji kakao ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia di Jember dalam rangka seleksi nasional di tahun 2021. Pemenang pertamanya akan mengikuti acara dua tahunan Cocoa of Excellence di Paris. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan apresiasi kepada biji kakao terbaik di seluruh dunia. Meski tidak menang, namun kakao berhasil masuk 8 besar dan jadi modal mereka untuk menawarkan kakao Kampung Merasa ke produsen artisan cokelat lokal, Pipiltin Cocoa. 

“Kami sangat tertarik waktu itu dan di tahun 2022, kami secara resmi mengangkat kakao Merasa menjadi signature, melalui jenama Single Origin (SO) Kampung Merasa 74 persen dengan kecenderungan rasa pahit. Kakao dari Kampung Merasa menjadi perwakilan biji kakao pertama dari Pulau Kalimantan yang diolah Pipiltin Cocoa,” Head of Sales Pipiltin Cocoa, Riza Amala.

Riza menambahkan, saat itu Pipiltin juga telah berkomitmen untuk menyerap berapa pun panen yang dihasilkan dari Kampung Merasa. Namun karena berbagai kendala seperti keterbatasan keterampilan termasuk musibah banjir yang kerap melanda Merasa, membuat kampung tersebut kesulitan untuk memenuhi permintaan Pipiltin.

Perwakilan kelompok petani kakao perempuan yang datang langsung dari Merasa, Irmaya Banewang sangat menantikan pelatihan dan pendampingan yang akan diberikan Maybank bersama dengan YKAN. Menurutnya saat ini permintaan produk olahan kakao fermentasi mereka terus berdatangan. “Ini yang membuat kami makin semangat. Kami juga ingin, lewat dukungan ini, anak-anak muda di kampung bisa melihat bahwa bertani kakao itu punya masa depan. Bahwa kita bisa hidup sejahtera tanpa harus merusak hutan. Karena bagi kami, hutan itu bukan cuma tempat mencari nafkah, tapi juga bagian dari hidup yang harus dijaga,” tandasnya.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
06/11/2026 18:17 WIB
Telin Dinobatkan Perusahaan Wholesale Terbaik di Asia dalam Telecom Review Excellence Awards 2026
Apresiasi atas inovasi kabel bawah laut dan pengembangan bisnis konektivitas wholesale Telin, sejalan dengan kontribusinya dalam perkembangan pasar di industri ICT Global
 
Nasional
05/11/2026 19:14 WIB
Dukung Akurasi Informasi Penerbangan, Telkom University dan AirNav Kenalkan NOTAM Berbasis AI di AS
Pengembangan inovasi teknologi AI LLM dorong efisiensi industri penerbangan
 
Nasional
05/11/2026 17:10 WIB
Metranet Hadirkan Executive Dashboard Berbasis AI, Dukung Efektivitas Operasional DPR RI
Optimalisasi teknologi AI, big data, dan analitik media sosial, untuk menunjang kebutuhan informasi dalam fungsi legislasi
 
Nasional
04/11/2026 15:07 WIB
Telkom Dukung Try Out TKA 2026 di Banten, Fasilitasi 84.000 Peserta dari 570 Sekolah
Melalui PIJAR, Telkom menghadirkan dukungan asesmen digital dengan fitur pengawasan untuk membantu sekolah memantau pelaksanaan ujian
 
Nasional
03/11/2026 20:08 WIB
UMKM Binaan Telkom Jaring Peluang Bisnis di 18 Negara melalui TEI 2026
Himpun prospek pembeli, termasuk calon mitra internasional, untuk memperluas akses pasar dan membuka peluang ekspor produk unggulan Indonesia
 
Nasional
03/11/2026 17:03 WIB
Telkom Kian Agresif Garap Pasar Enterprise, Digiserve Jadi Ujung Tombak Penggerak Pertumbuhan Baru
Beroperasi dengan nama badan hukum PT Telkom Solusi Indonesia, Digiserve fokus memperluas peluang bisnis melalui integrasi solusi B2B ICT TelkomGroup
 
Nasional
03/11/2026 14:59 WIB
Kapasitas Data Center di Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Perluas Langkah Ekspansi Infrastruktur AI Indonesia
NeutraDC jajaki peluang pengembangan kapasitas hingga 1 GW di lokasi strategis untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan komputasi digital
Ad Placholder