Fery Pradolo
Kamis, 21 Agustus 2025 - 20:32 WIB

DBS Group Research: Indonesia Hadapi Dinamika Global dengan Kebijakan Moneter Akomodatif

DBS Group Research: Indonesia Hadapi Dinamika Global dengan Kebijakan Moneter Akomodatif
DBS Group Research: Indonesia Hadapi Dinamika Global dengan Kebijakan Moneter Akomodatif
Dummy

ECONOMIC ZONEBank Indonesia (BI) pada Rapat Dewan Gubernur memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen, menandai penurunan kedua secara beruntun. Langkah ini sejalan dengan proyeksi DBS Group Research yang memperkirakan kebijakan moneter yang lebih akomodatif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Menurut ekonom senior DBS Bank, Radhika Rao, keputusan ini diambil di tengah inflasi yang terkendali dalam kisaran target BI serta stabilitas nilai tukar rupiah. “Momentum pertumbuhan ekonomi menunjukkan tanda-tanda perlambatan di paruh kedua 2025, ditambah dengan tantangan perdagangan global. Oleh karena itu, BI memilih untuk mempertahankan kebijakan yang mendorong aktivitas ekonomi,” ungkapnya.

Dinamika Ekonomi Global: Fokus pada Amerika Serikat

Ekonomi Amerika Serikat menghadapi sejumlah tantangan, termasuk inflasi yang masih tinggi, dampak tarif perdagangan, kebijakan imigrasi yang ketat, kebutuhan stimulus fiskal, serta tekanan politik terhadap The Federal Reserve (The Fed). DBS Group Research memproyeksikan perlambatan pertumbuhan ekonomi AS pada paruh kedua 2025, dengan The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin pada semester II 2025, diikuti oleh penurunan tambahan 50 basis poin pada 2026.

Dampak Tarif AS terhadap Indonesia

Indonesia relatif lebih tahan terhadap potensi tarif baru dari AS dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya, meskipun ekspor utama seperti tekstil, furnitur, dan alas kaki banyak ditujukan ke pasar AS. Beberapa faktor yang mendukung ketahanan ekonomi Indonesia meliputi:

  • Inflasi yang terkendali, memberikan fleksibilitas bagi BI untuk menerapkan kebijakan moneter yang lebih longgar.
  • Peningkatan belanja publik dan kesejahteraan, yang mendorong konsumsi domestik.
  • Arus masuk investasi asing langsung (FDI), mencerminkan kepercayaan investor global terhadap Indonesia.

Radhika Rao menambahkan, “Keberagaman struktur ekonomi Indonesia memberikan ketahanan yang kuat dalam menghadapi tekanan eksternal, termasuk potensi tarif baru dari AS.”

Untuk memperkuat posisi ini, Indonesia disarankan untuk memperluas kesepakatan perdagangan bebas dengan mitra strategis, menghapus hambatan tarif untuk sebagian besar produk ekspor, serta memperkuat kebijakan domestik dan pengelolaan valuta asing.

Proyeksi Inflasi dan Kebijakan Moneter

Inflasi Indonesia diprediksi tetap berada dalam kisaran target BI (3–4 persen) sepanjang 2025 dan 2026. BI kemungkinan akan terus mengadopsi sikap dovish, menyesuaikan kebijakan moneter berdasarkan nilai tukar rupiah, kebijakan The Fed, dan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen. Meskipun defisit fiskal masih cukup besar, DBS Group Research optimistis bahwa defisit akan tetap di bawah 3 persen dari PDB. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan meningkat menjadi 5,4 persen pada 2026, didorong oleh perbaikan penerimaan negara.

Dengan The Fed yang juga diperkirakan melonggarkan kebijakan moneter, BI kemungkinan akan mempertahankan pendekatan akomodatif hingga akhir 2025. Pemangkasan suku bunga sebesar 100 basis poin yang telah dilakukan sepanjang tahun ini diharapkan dapat tersalurkan secara optimal ke perekonomian.

Pemulihan FDI dan Pasar Obligasi

Imbal hasil obligasi Indonesia menunjukkan tren penurunan seiring ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut. Permintaan obligasi, terutama pada tenor pendek hingga menengah, meningkat berkat surplus likuiditas dan minat investor terhadap instrumen berimbal hasil tinggi. Penurunan imbal hasil obligasi 10 tahun juga terobservasi, meskipun lebih lambat dibandingkan tenor lainnya.

Kondisi likuiditas yang memadai dan ekspektasi kebijakan moneter yang akomodatif mendukung pasar obligasi domestik. Aliran modal asing (FDI) yang sempat melambat diperkirakan akan pulih pada paruh kedua 2025, seiring stabilisasi rupiah dan penurunan suku bunga lebih lanjut.

Menurut Maynard Arif, Equities Specialist DBS Group Research, pasar saham Indonesia menunjukkan pergeseran menuju saham-saham berkapitalisasi besar yang lebih tahan terhadap volatilitas global. Meskipun indeks LQ45 dan IDX30 belum mencatat kinerja optimal hingga Juli 2025, valuasi pasar Indonesia tetap menarik dibandingkan negara-negara Asia lainnya, memberikan peluang bagi investor yang mencari stabilitas dan potensi pertumbuhan.

Nilai tukar USD/IDR telah mengalami koreksi signifikan dalam beberapa bulan terakhir setelah mencapai puncaknya, sejalan dengan dinamika pasar global dan ekspektasi kebijakan The Fed. DBS Group Research memprediksi bahwa USD/IDR akan mengalami konsolidasi dalam jangka pendek, mencerminkan stabilitas pasar dan adaptasi terhadap kondisi ekonomi domestik serta global.

DBS Global Financial Markets menyediakan solusi keuangan terintegrasi untuk membantu investor mengelola risiko fluktuasi suku bunga, nilai tukar, dan tarif perdagangan. Dengan analisis pasar yang mendalam dan layanan konsultasi investasi, DBS membantu klien mengambil keputusan yang lebih terinformasi di tengah dinamika ekonomi global.

“Pergerakan USD/IDR saat ini dipengaruhi oleh kompleksitas pasar global. Dengan strategi yang tepat, investor dapat memanfaatkan peluang sekaligus mengelola risiko volatilitas,” ujar Muchammad Suryanatakusumah, Executive Director & Head of Sales Global Financial Markets PT Bank DBS Indonesia.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
18 jam yang lalu
Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta jajaran BUMD untuk terus memacu daya saing agar tidak hanya dominan di pasar domestik
 
Nasional
18 jam yang lalu
Dorong Peran BUMD DKI Sebagai Pilar Ekonomi, Pemprov DKI Jakarta Selenggarakan BUMD Leaders Forum
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selenggarakan BUMD Leaders Forum yang diinisiasi oleh Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) Provinsi DKI Jakarta bersama Bank Jakarta
 
Nasional
16/04/2026 19:37 WIB
Gandeng Mondi, Indocement Dirikan Pabrik Kantong Kemasan
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) resmi membentuk usaha patungan atau joint venture (JV) bersama Mondi Industrial Bags GmbH, bagian dari Mondi Group
 
Nasional
16/04/2026 16:32 WIB
Rayakan Ulang Tahun Perdana XLSMART Hadirkan Beragam Promo untuk Pelanggan
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) merayakan ulang tahun perdananya pada April 2026 dengan menghadirkan berbagai program apresiasi bagi pelanggan melalui seluruh portofolio layanannya
 
Nasional
16/04/2026 14:02 WIB
Ambil Bagian Sebagai Official Sharia Banking Partner BTN Jakim 2026, BSN Terus Tumbuhkan Transaksi Bale Syariah by BSN Tembus Hampir Rp2 Triliun
Platform digital Bale Syariah milik Bank Syariah Nasional mencatat pencapaian signifikan dengan total volume transaksi hampir tembus Rp2 triliun
 
Nasional
15/04/2026 12:26 WIB
Konsisten Lanjutkan Transformasi, Bank Jakarta Raih TOP BUMD Awards 2026
Bank Jakarta raih sejumlah kategori penghargaan pada ajang TOP BUMD Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Majalah Top Business bersama Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) dan sejumlah lembaga independen
 
Nasional
14/04/2026 19:48 WIB
AI Percepat Digitalisasi Bisnis, Tapi Juga Serangan Siber
Perkembangan artificial intelligence (AI) kini semakin mempercepat transformasi digital di berbagai sektor industri
Telkomsel