Fery Pradolo
Rabu, 18 Juni 2025 - 10:34 WIB

Kinerja Positif, Laba Bersih Amar Bank Tembus Rp67,5 Miliar di Awal 2025

Kinerja Positif, Laba Bersih Amar Bank Tembus Rp67,5 Miliar di Awal 2025
Kinerja Positif, Laba Bersih Amar Bank Tembus Rp67,5 Miliar di Awal 2025
Dummy

ECONOMIC ZONE - PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank, BEI: AMAR) mencatatkan kinerja gemilang di kuartal pertama 2025 dengan meraih laba bersih sebesar Rp67,5 miliar. Capaian ini mencerminkan pertumbuhan 38,1% secara tahunan (YoY) dan menjadi laba tertinggi sepanjang 11 tahun perjalanan Amar Bank.

Sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaan investor, tahun ini Amar Bank kembali membagikan dividen tunai sebesar Rp95,47 miliar atau Rp5,30 per saham. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sekaligus Paparan Publik di Jakarta, Selasa (17/6).

Komitmen pada Inklusi Keuangan dan Digitalisasi

Sebagai bank digital yang fokus pada segmen ritel dan UMKM, Amar Bank terus menorehkan capaian signifikan dalam 11 tahun perjalanannya. Presiden Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian, menyampaikan bahwa tahun 2024 menjadi bukti keberhasilan pertumbuhan yang konsisten.

"Memasuki 2025 dengan performa positif, kami optimistis dapat terus tumbuh secara berkelanjutan. Fokus kami adalah memperluas akses keuangan bagi UMKM, memperkuat integrasi Embedded Banking, serta meningkatkan efisiensi melalui inovasi teknologi," ujar Vishal.

Menurutnya, Amar Bank tidak sekadar membangun bank digital, tetapi juga masa depan inklusi keuangan yang lebih merata di Indonesia.

Kinerja Keuangan yang Solid dan Sehat

Di kuartal I 2025, Amar Bank mencatatkan pendapatan bunga bersih yang tumbuh 19,06%, menopang pendapatan operasional yang naik 22,88% menjadi Rp463,7 miliar. Rasio profitabilitas juga menunjukkan performa positif, dengan Return on Assets (ROA) sebesar 6,94% dan Return on Equity (ROE) sebesar 8,13%, menandakan efisiensi pengelolaan aset dan modal.

Portofolio kredit juga tumbuh sehat sebesar 15,83% YoY, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terjaga di level rendah, yakni 1,48%. Efisiensi operasional turut membaik, terlihat dari penurunan rasio BOPO ke angka 81,79%.

Dengan struktur permodalan yang kuat, Amar Bank mencatat Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 121,6%, Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 3.860%, dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) di level 163%, jauh di atas ambang minimum regulator.

Kinerja Positif, Laba Bersih Amar Bank Tembus Rp67,5 Miliar di Awal 2025

Strategi 2025: Fokus Teknologi dan Ekspansi Inklusif

Dalam paparan publik, Amar Bank menguraikan arah strategi bisnis untuk 2025 yang berpusat pada transformasi digital, penguatan teknologi, serta peningkatan layanan keuangan berbasis kebutuhan nasabah. Dukungan permodalan yang kokoh menjadi landasan penting untuk ekspansi lebih lanjut.

Senior Vice President of Finance Amar Bank, David Wirawan, menegaskan bahwa disiplin dalam eksekusi strategi, efisiensi biaya, serta prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit menjadi kunci keberhasilan di awal tahun ini.

"Laba bersih tumbuh signifikan, efisiensi meningkat, dan struktur keuangan tetap solid. Kombinasi antara fundamental yang kuat dan inovasi digital membuat kami percaya diri untuk mempertahankan pertumbuhan hingga akhir tahun," jelas David.

Dorong UMKM dan Industri Kreatif

David menambahkan, Amar Bank terus memperluas penyaluran kredit secara bertanggung jawab, terutama untuk segmen UMKM dan masyarakat ritel, demi mendukung akses keuangan yang lebih merata. Upaya ini juga didukung oleh optimalisasi Dana Pihak Ketiga (DPK) dan peningkatan rasio CASA.

Selain itu, Amar Bank menegaskan komitmennya mendukung sektor potensial seperti industri kreatif. Baru-baru ini, Amar Bank menjadi mitra utama dalam penyelenggaraan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market 2025.

Amar Bank kini memiliki tiga produk utama yang menopang transformasi digital mereka:

  • Aplikasi Amar Bank: Bank berbasis cloud yang hanya tersedia di platform mobile, dilengkapi AI untuk memberikan pengalaman perbankan yang personal.

  • Tunaiku: Layanan pinjaman tanpa agunan hingga Rp30 juta yang dirancang untuk menjangkau masyarakat underbanked dan unbanked.

  • Embedded Banking: Solusi yang memungkinkan layanan perbankan diintegrasikan langsung ke dalam platform mitra, sehingga memperluas jangkauan layanan.

Dengan strategi yang adaptif dan inovatif, Amar Bank semakin memantapkan posisinya sebagai pelopor bank digital yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
24/05/2026 11:42 WIB
LIXIL Architectural Design Competition (LADC) 2026
LIXIL, perusahaan global pelopor solusi air dan hunian berkelanjutan, dengan bangga kembali menggelar LIXIL Architectural Design Competition (LADC) 2026
 
Nasional
22/05/2026 23:53 WIB
Wujudkan Semangat Berbagi di Hari Raya Iduladha, TelkomGroup Salurkan 910 Hewan Kurban untuk Masyarakat
Sinergi TelkomGro up hadirkan kebahagiaan Iduladha bagi lebih dari 60 ribu masyarakat di berbagai daerah Indonesia.
 
Nasional
22/05/2026 15:02 WIB
Medco Memprediksi Gas Berpotensi Menggantikan Batu Bara Sebagai Transisi Energi Dunia
Roberto juga memprediksi transisi energi di Indonesia dan sebagian besar di kawasan Asia akan ditopang oleh keberadaan gas.
 
Nasional
22/05/2026 14:55 WIB
Indocement Tebar Dividen Rp 468 per Lembar Saham
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
 
Nasional
22/05/2026 14:27 WIB
Kebijakan DHE Siap Berlaku, Presiden Prabowo Pastikan Ekspor Strategis Tetap Jalan
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pelaksanaan ekspor komoditas strategis seperti crude palm oil (CPO), batu bara, dan ferro alloy melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia.
 
Nasional
22/05/2026 11:23 WIB
Kemenprin Perkuat Produk IKM Siap Kuasai Pasar Modern
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri nasional, khususnya bagi pelaku IKM agar semakin mampu bersaing di pasar domestik maupun global.
 
Nasional
22/05/2026 10:36 WIB
S&P kritisi skema ekspor Danantara, IHSG anjlok, sovereign rating dipertaruhkan
IHSG anjlok 3,54% ke 6.094 dipimpin saham tambang pasca-pengumuman Danantara oleh Prabowo, sementara rupiah tetap melemah ke Rp17.678/USD meski BI menaikkan suku bunga 50bps ke 5,25%.
Telkomsel