RM
Minggu, 17 April 2022 - 20:54 WIB

BTN Akan Berangkatkan 600 pemudik

Foto/Dok-BTN/ECONOMICZONE
Foto/Dok-BTN/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Kegiatan ini merupakan bagian dari Mudik Sehat Bersama BUMN 2022. Pendaftaran Akan dibuka pada 18-19 April 2022 di enam kantor cabang Bank BTN

Jakarta, 17 April 2022. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. akan memberangkatkan 600 pemudik secara gratis dengan moda transportasi bus. Kegiatan ini dilakukan untuk ikut mendukung Mudik Sehat Bersama BUMN 2022 yang rencananya akan diberangkatkan pada 27 April 2022 bersama BUMN lainnya.

Corporate Secretary Bank BTN Ari Kurniaman mengatakan untuk memperoleh kesempatan mudik gratis ini, masyarakat umum dapat melakukan pendaftaran di open booth di 6 kantor cabang (KC) BTN. Di antaranya KC Jakarta Harmoni, KC Bekasi, KC Tangerang, KC Bogor, KC Depok, dan KC Ciputat. Pendaftaran dibuka pada Senin-Selasa/18-19 April 2022 pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. 

Masyarakat yang akan mudik gratis bersama Bank BTN cukup menyiapkan persyaratan yang sangat mudah atara lain: merupakan nasabah Bank BTN, fotokopi KTP, fotokopi buku tabungan BTN, dan mengikuti atau follow akun medsos Bank BTN. Bagi peserta yang membawa keluarga, satu nomor rekening akan berlaku untuk maksimal 4 tiket keberangkatan. Jika membawa anak, maka wajib membawa fotokopi Kartu Keluarga. 

"Untuk para nasabah Bank BTN yang ingin ikut program mudik gratis ini, jangan lupa mendaftar secepatnya sebelum kuotanya habis," ujar Ari dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/4).

Menurut Ari, pemberangkatan para pemudik secara gratis tersebut digelar untuk mendukung program Pemerintah dalam peningkatan pelayanan, kelancaran, dan keselamatan masyarakat pada masa Mudik Lebaran 2022. Dalam kegiatan ini para pemudik juga dapat memperoleh vaksin booster ke-3 secara gratis.

“Pemberian booster juga untuk memastikan kesehatan para pemudik yang akan berkumpul bersama keluarga di kampung halaman,” jelas Ari.

Ada tiga jalur mudik yang dilayani dalam kegiatan Mudik Sehat Bersama BUMN oleh Bank BTN. Pertama, jalur Jakarta-Malang yang akan melalui Semarang, Kudus, Pati, Rembang, Tuban, Lamongan, Gresik, dan Surabaya. Kedua, jalur Jakarta-Solo yang akan melewati Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, dan Salatiga. Kemudian, jalur Jakarta-Yogyakarta yang melalui Bandung, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Purwokerto, dan Kebumen.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
04/06/2026 14:51 WIB
Krom Bank Catat 1 Juta Rekening Hingga DPK Tembus Rp10 Triliun
Selain mencatat pertumbuhan jumlah rekening dan DPK, Krom juga menyatakan mampu mempertahankan profitabilitas secara konsisten sejak beroperasi sebagai bank digital.
 
Nasional
04/06/2026 14:00 WIB
Pemerintah Klim Penerimaan Pajak Mei 2026 Tumbuh 22%
Lonjakan penerimaan itu turut mendorong keseimbangan primer bulan Mei kembali ke zona positif.
 
Nasional
04/06/2026 11:21 WIB
Glodok Sentra Elektronik "Hidup Segan Mati Tak Mau" 
Para pedagang mengeluhkan pembeli yang semakin hilang membuat omzet penjualan turun drastis dan tidak sebesar seperti dahulu saat masih ramai, meski mereka kini mengandalkan pelanggan langganannya.
 
Nasional
03/06/2026 18:32 WIB
Mantan Kepala BGN Dadan Hidayana Resmi Ditahan Kejaksaan Agung
Hingga berita ini ditulis, Kejaksaan Agung belum memberikan keterangan resmi terkait status hukum Dadan Hindayana maupun materi pemeriksaan yang dijalani.
 
Nasional
03/06/2026 15:51 WIB
Grup Lippo (MPPA) Pastikan Tak Ada Gerai Tutup Akibat Koperasi Merah Putih
MPPA juga menegaskan belum menemukan dampak material terhadap wilayah operasional maupun kinerja gerainya akibat kehadiran KDMP.
 
Nasional
03/06/2026 15:15 WIB
Pefindo Tarik Peringkat Utang BRI (BBRI) idA1+.
Seiring dengan pelunasan penuh atas instrumen tersebut, PEFINDO resmi menarik peringkat idA1+ yang sebelumnya disematkan pada Surat Berharga Komersial Berkelanjutan I BRI Tahun 2025 Tahap I Seri C.
 
Nasional
03/06/2026 14:32 WIB
Biaya Material Bangunan Melonjak Pasokan Rumah Subsidi Berpotensi Terancam
Kenaikan harga besi, baja, dan bahan bakar minyak (BBM) mendorong pengembang menyuarakan usulan agar pemerintah mengerek harga rumah subsidi yang dinilai sudah tidak relevan.
Telkomsel