Aldhi Chandra
Senin, 19 Oktober 2020 - 20:06 WIB

Fintech Lending Jaga Daya Beli Selama Pemulihan Ekonomi Nasional

Foto/Ist/Economiczone
Foto/Ist/Economiczone
Dummy

ECONOMIC ZONE - Kemudahan berbelanja online selama pandemi membuat e-commerce dan transaksi keuangan digital semakin menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Riset Kredivo dan Katadata Insight Center mengenai Perilaku Konsumen E-Commerce Indonesia[1] menunjukkan peningkatan adopsi digital dan keyakinan konsumen untuk bertransaksi dalam nominal besar. Dari riset yang sama, peningkatan aktivitas transaksi digital didukung oleh konsumen Generasi Z dan Milenial yang berkontribusi sebesar 85% dari total transaksi. Meski demikian, menariknya semua kelompok umur tetap terbuka untuk bertransaksi online, terlihat dari jumlah transaksi rata-rata per orang per tahun yang hampir sama, yakni 17-20 kali dalam setahun berapapun usianya.

Hal ini yang ditemui dalam webinar “Peran Literasi Keuangan Digital dalam Pemulihan Ekonomi Nasional”, yang diselenggarakan baru-baru ini oleh Asosiasi Fintech Pendanaan bersama Indonesia (AFPI) dan Kredivo secara virtual. Sebagai salah satu platform fintech lending terdepan di Indonesia dan juga diawasi oleh OJK, Kredivo menyatakan inovasi produk selama ini dapat menghadirkan rasa percaya dan kenyamanan pengguna serta masyarakat dari seluruh kalangan dan umur  dalam bertransaksi online.

General Manager Kredivo Indonesia - Lily Suriani menyampaikan “Di tengah upaya pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional, fokus kami adalah memberikan kemudahan akses dan fleksibilitas pembayaran guna terus menjaga pertumbuhan transaksi para merchant, dan mampu untuk turut menjaga daya beli masyarakat, serta meningkatkan kepercayaan konsumen Indonesia dalam berbelanja online. Berdasarkan data internal Kredivo pada September 2020 dimana jumlah transaksi pengguna dan rata-rata nilai pembelanjaan (AoV) sudah melebihi angka pre-COVID, kami optimis bahwa pemulihan ekonomi bergerak ke arah yang positif. Konsumen sudah kembali memiliki keberanian untuk berbelanja, apalagi jika distimulasi oleh berbagai program yang menarik dan meringankan pembayaran.”

Sebagai contoh, Kredivo juga menghadirkan opsi pembayaran berkala saat Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) sepanjang akhir tahun 2020 dengan bunga 0% untuk tenor 3 dan 6 bulan. Kemudahan akses keuangan ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat meski pandemi masih berlangsung. “Ditopang pondasi bisnis kami yang kuat dan prinsip responsible lending bagi para konsumen Kredivo, kami berharap bisa terus bertumbuh dengan pesat. Kehadiran berbagai hari spesial belanja sepanjang Q4 2020 ini kami harap akan meningkatkan minat dan kepercayaan masyarakat di tengah pemulihan ekonomi nasional dengan pertumbuhan GMV diperkirakan mencapai 50% dari Q3 2020.“ tambah Lily.

Peningkatan adopsi digital dan keyakinan konsumen tersebut sejalan dengan temuan Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2019. Survei tersebut menunjukkan indeks inklusi keuangan atau penggunaan produk keuangan yang sudah mencapai 76,19%. Akan tetapi masih terdapat kesenjangan angka tersebut dengan indeks literasi keuangan (38,03%) yang menunjukkan pemahaman, hal ini memperlihatkan banyak pengguna produk keuangan di Indonesia yang belum tahu dan terampil menggunakan produk keuangan secara efektif. Padahal, sebagai negara dengan nilai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, literasi keuangan yang baik khususnya di ranah digital menjadi penting.

Di tengah Bulan Inklusi Keuangan sepanjang Oktober 2020, literasi keuangan digital pun semakin digalakkan pemerintah maupun pemain industri sektor keuangan. Hal ini sejalan dengan inisiatif Literasi Keuangan Digital[2] yang merupakan upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk terus meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui teknologi informasi. Terlebih di tengah keterbatasan berbagai kegiatan sosialisasi literasi keuangan yang berbentuk fisik akibat pandemi.

Dalam keynote speech dari OJK yang dibawakan Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian dan Pengembangan Teknologi Finansial Otoritas Jasa Keuangan - Munawar Kasan, literasi keuangan digital memiliki 4 (empat) komponen. Pertama yaitu mengetahui produk, paham produk dalam industri keuangan digital dan aneka produk fintech. Kedua yakni bijak memanfaatkan, tak hanya memanfaatkan tetapi juga meminjam sesuai kebutuhan, menghitung kemampuan membayar, paham bunga, denda. bayar sesuai jumlah dan waktunya. Kemudian berbicara soal literasi literasi, penting untuk mengetahui resiko dan bagaimana mitigasinya, khususnya mengenai penggunaan data pribadi di tengah literasi digital masyarakat yang masih rendah. Terakhir paham selesaikan masalah khususnya terkait pelaporan apabila ada pengaduan.

Disamping empat poin tersebut, inovasi dan kolaborasi regulator dan industri dalam mendorong literasi keuangan terus didorong oleh pelaku industri fintech lending. Ketua Harian AFPI, Kuseryansyah dalam webinar yang sama menekankan “Ditengah fintech adoption di Indonesia yang masih dibawah 34%[3] dan funding gap sebesar Rp. 989 Triliun, kolaborasi regulator dan industri, serta inovasi dari pelaku ekosistem digital seperti yang dilakukan Kredivo dan mitra merchant, penting dalam memaksimalkan pemanfaatan kehadiran kemudahan akses keuangan digital saat ini secara bijak. Dengan ruang tumbuh kita yang masih cukup tinggi, kami berharap pelaku industri fintech dapat terus mendukung program literasi keuangan digital sesuai misi AFPI dan program OJK dan Pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional.”

TAGS
  1. Fintech
Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
29/04/2026 15:56 WIB
Lenovo Indonesia Perluas Gerai Ritel Resmikan Lenovo Exclusive Store Pertama di Bogor, Hadirkan Akses Teknologi Terkini untuk Pelanggan
Pembukaan ini menegaskan komitmen Lenovo “Smarter Technology for All” dalam menghadirkan teknologi yang dirancang untuk era AI melalui pengalaman berbelanja yang mudah, terpercaya, dan terintegrasi.
 
Nasional
28/04/2026 19:48 WIB
RUPST bank bjb Sepakat Tebar Dividen Rp900 Miliar untuk Tahun Buku 2025
Gubernur Jawa Barat KDM, sapaan Dedi Mulyadi selaku pemegang saham pengendali mengatakan, dirinya telah merekomendasikan orang-orang berintegritas untuk masuk jajaran direksi dan komisaris, termasuk nama Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
 
Nasional
28/04/2026 18:46 WIB
Sebanyak 15 Orang Meninggal Dari 86 Korban Akibat Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi
Mereka antara lain dirawat di RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.Semua korban meninggal dan luka-luka adalah berjenis kelamin perempuan yang merupakan…
 
Nasional
27/04/2026 18:54 WIB
Lody Natasha Kibarkan Merah Putih Perkuat Persiapan Menuju AXCR 2026
Partisipasi Lody di TRRC merupakan bagian penting dari strategi persiapannya menuju AXCR, yang dikenal sebagai ajang rally lintas alam terbesar dan paling bergengsi di Asia.
 
Nasional
25/04/2026 19:08 WIB
Rayakan Satu Tahun Perjalanan XLSMART Terus Fokus Perkuat Jaringan, Kinerja Bisnis, dan Pengalaman Pelanggan
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) menandai momentum anniversary pertama dengan berbagai pencapaian strategis yang memperkuat fondasi bisnis perusahaan sekaligus memperluas kontribusi terhadap pengembangan ekosistem digital di Indonesia
 
Nasional
24/04/2026 20:13 WIB
Garudafood Catat Laba Rp756,2 Miliar Hingga Bagikan Dividen Rp9,5 per Saham di 2025
"Dividen tersebut akan dibayarkan pada 20 Mei 2026 kepada seluruh pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal pencatatan 6 Mei 2026,"
 
Industri
24/04/2026 09:30 WIB
Rahasia Paviliun Cahaya Bikin Ruangan 'Hidup' Terungkap di ARCH:ID 2026
Terinspirasi RA Kartini, Paviliun Cahya in-Lite di ARCH:ID 2026 hadirkan sintesa arsitektur Nusantara. Dikerjakan oleh kolaborator perempuan pilihan.
Telkomsel