Endang Muchtar
Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Lampaui Target 2025, Kredit Program Pemerintah Tembus Rp294,6 Triliun!

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto/dok. kemenko/ECONOMICZONE)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto/dok. kemenko/ECONOMICZONE)
Dummy

ECONOMIC ZONE - Penyaluran Kredit Program Pemerintah mencapai Rp294,6 triliun hingga 27 Oktober 2026. Angka tersebut disalurkan kepada 4,24 juta debitur dan telah melampaui total penyaluran sepanjang 2025 yang tercatat sebesar Rp275,8 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kredit program tidak hanya bertujuan memberikan pembiayaan bersubsidi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kredit program bukan sekadar kredit bersubsidi, tetapi instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan produktivitas nasional,” ujar Airlangga dalam International Fora for Kredit Program Pemerintah 2026 di Nusa Dua, Bali, Kamis (29/10).

Dari total penyaluran tersebut, Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp265,9 triliun kepada 4,12 juta debitur atau setara 90,1% dari target 2026. Porsi KUR terhadap total kredit UMKM juga meningkat menjadi 30,6%, lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2019 yang sebesar 14,7%.

Pemerintah mencatat sekitar 68% pembiayaan kredit program mengalir ke sektor produktif, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 2,14%. Ke depan, pemerintah akan memperkuat pembiayaan produktif, mendorong UMKM naik kelas, serta meningkatkan integrasi data dan digitalisasi. Kredit Program Perumahan juga ditargetkan mencapai Rp50 triliun.

Selain itu, Kredit Perempuan Prasejahtera (KPPS) menawarkan pembiayaan hingga Rp15 juta dengan bunga flat 8%, tanpa agunan tambahan, serta dilengkapi pendampingan usaha. Airlangga menegaskan, keberhasilan kredit program tidak hanya diukur dari besarnya dana yang disalurkan, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat.

“Keberhasilannya kita ukur dari usaha yang tumbuh, lapangan kerja yang tercipta, dan kesejahteraan keluarga yang meningkat,” tegasnya. (nck)

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
24 jam yang lalu
Telin Perluas Kolaborasi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
Melalui dua sesi diskusi, Telin berbagi perspektif mengenai kedaulatan teknologi Indonesia serta pengembangan ekosistem digital di skala global
 
Nasional
28/10/2026 15:15 WIB
DTIIF 2026: Telkom bersama Danantara Indonesia, BSSN, dan Peruri Siapkan Ekosistem Digital Indonesia Hadapi Era Post-Quantum Cryptography
Dua MoU strategis menjadi landasan penjajakan pengembangan kapabilitas kriptografi, asesmen kesiapan, dan integrasi solusi keamanan digital
 
Nasional
28/10/2026 11:58 WIB
Cegah Anak Muda Jadi Korban Scam, OJK Edukasi 500 Pelajar Sekolah Rakyat
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan pelajar dan mahasiswa tercatat sebesar 62,72 persen, lebih rendah dibandingkan indeks nasional yang mencapai 69,57 persen.
 
Nasional
27/10/2026 20:11 WIB
InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur untuk Dukung Pertumbuhan AI di Indonesia
Hubungkan HDC Cikarang dan Batam melalui konektivitas andal berlatensi di bawah 2 milidetik
 
Nasional
27/10/2026 16:58 WIB
Dukung LKPP, Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional melalui SPSE V5
Pembaruan sistem pengadaan pemerintah dorong tata kelola yang lebih akuntabel sekaligus memperluas peluang pelaku usaha dalam negeri
 
Nasional
26/10/2026 20:49 WIB
Telkom Raih SDG Pioneer Award di Reuters Events Global Sustainability Awards 2026
Penghargaan internasional ini mengapresiasi inisiatif Telkom dalam mendukung target net zero emission melalui aksi green carbon dan blue carbon
 
Nasional
26/10/2026 19:25 WIB
OJK Perpanjang Buyback Saham Tanpa RUPS hingga Juni 2027, Ini 3 Kebijakan Strategisnya
elaksanaannya tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, kemampuan keuangan perusahaan, keterbukaan informasi, pemenuhan batas minimum free float, serta kewajiban pengalihan kembali saham hasil buyback (re-float).
Ad Placholder