Roni Mawardi
Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Dukung LKPP, Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional melalui SPSE V5

Foto/Dok-TelkomIndonesia/ECONOMICZONE
Foto/Dok-TelkomIndonesia/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Jakarta, 27 Oktober 2026 – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui Telkom Solution mendukung Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dalam memperkuat ekosistem pengadaan digital nasional melalui pembaruan Sistem Pengadaan Secara Elektronik Versi 5 (SPSE V5). Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas proses pengadaan barang dan/atau jasa pemerintah, sekaligus memperluas peluang pelaku usaha dalam negeri.

Kepala LKPP Sarah Sadiqa menegaskan bahwa, transformasi pengadaan perlu diarahkan dari sekadar pemenuhan prosedur menuju strategi belanja yang berorientasi pada kebutuhan, kualitas, dan keberlanjutan layanan.

“Kita tidak sekadar menggabungkan paket atau mengejar harga terendah, melainkan membangun strategi belanja yang lebih cerdas (smart procurement) di mana dengan mendorong keputusan pengadaan berbasis kebutuhan, informasi pasar, dan hasil yang hendak dicapai,” ujar Sarah saat Kick Off Konsolidasi Pengadaan Nasional 2026–2027 bertema Konsolidasi Next Level: Strategi Pengadaan untuk Meningkatkan Pembangunan Nasional di Jakarta, Kamis (22/10).

“Selain melaksanakan program peluncuran Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE V5), kita juga dibantu oleh Telkom yang mendukung kami, pengembangan sistem yang selama ini dilakukan bersama-sama LKPP dan Telkom,” jelas Sarah.

Untuk mendukung upaya tersebut, LKPP berkolaborasi dengan Telkom dalam pembaruan sistem elektronik yang menunjang proses pengadaan barang/jasa pemerintah agar lebih akuntabel. Sarah turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Telkom dalam inisiatif ini.

Direktur Enterprise & Business Service Telkom Veranita Yosephine menyampaikan bahwa kolaborasi menjadi elemen penting dalam mempercepat transformasi digital sektor publik.

“Transformasi digital memerlukan kolaborasi, teknologi yang tepat, dan kemitraan yang kuat. Melalui inisiatif seperti SPSE V5, Telkom berkomitmen untuk mendukung LKPP dalam memperkuat ekosistem pengadaan digital Indonesia serta memajukan layanan publik yang lebih terintegrasi, efisien, dan transparan. Bersama-sama, kita terus mengakselerasi transformasi digital Indonesia,” ungkap Veranita.

SPSE V5 menghadirkan empat penguatan utama untuk mewujudkan proses yang lebih terintegrasi, yakni integrasi Akun INAPROC dengan Manajemen Akun INAPROC, penerapan New APENDO untuk mendukung proses autentikasi dokumen penawaran, mekanisme pembayaran di luar sistem (payment outside system), serta transformasi Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SiKaP) menjadi Manajemen Penyedia INAPROC.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan anggaran belanja pemerintah tahun 2026 yang mencapai lebih dari Rp900 triliun agar memberikan manfaat maksimal bagi pembangunan nasional. Pengadaan yang direncanakan berdasarkan kebutuhan dan informasi pasar juga menjadi salah satu upaya untuk mendukung pelaksanaan program prioritas pemerintah, khususnya di sektor infrastruktur dan digital.

Dengan integrasi data dan keterbukaan informasi mengenai kebutuhan belanja pemerintah, pelaku usaha dalam negeri, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), diharapkan memperoleh gambaran kebutuhan pasar pengadaan yang lebih jelas. Informasi tersebut dapat membantu pelaku usaha mempersiapkan kapasitas produksi dan memperbesar kesempatan untuk mengikuti proses pengadaan pemerintah.

Melalui kolaborasi bersama LKPP, Telkom Solution terus berupaya menghadirkan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan sektor publik. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi Telkom dalam mendorong tata kelola pengadaan yang transparan, efisien, dan akuntabel, sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi pelaku usaha nasional dalam pembangunan Indonesia.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
18 jam yang lalu
BINUS STARTUP VAGANZA 2026 UMUMKAN PARA PEMENANG, DORONG INOVASI BISNIS MAHASISWA
Program yang diinisiasi oleh BINUS Incubator dan BINUS Entrepreneurship Center ini dirancang untuk mendukung pengembangan kewirausahaan mahasiswa, mulai dari tahap gagasan hingga bisnis yang telah berjalan.
 
Nasional
19 jam yang lalu
Cegah Anak Muda Jadi Korban Scam, OJK Edukasi 500 Pelajar Sekolah Rakyat
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan pelajar dan mahasiswa tercatat sebesar 62,72 persen, lebih rendah dibandingkan indeks nasional yang mencapai 69,57 persen.
 
Nasional
27/10/2026 20:11 WIB
InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur untuk Dukung Pertumbuhan AI di Indonesia
Hubungkan HDC Cikarang dan Batam melalui konektivitas andal berlatensi di bawah 2 milidetik
 
Nasional
26/10/2026 20:49 WIB
Telkom Raih SDG Pioneer Award di Reuters Events Global Sustainability Awards 2026
Penghargaan internasional ini mengapresiasi inisiatif Telkom dalam mendukung target net zero emission melalui aksi green carbon dan blue carbon
 
Nasional
26/10/2026 19:25 WIB
OJK Perpanjang Buyback Saham Tanpa RUPS hingga Juni 2027, Ini 3 Kebijakan Strategisnya
elaksanaannya tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, kemampuan keuangan perusahaan, keterbukaan informasi, pemenuhan batas minimum free float, serta kewajiban pengalihan kembali saham hasil buyback (re-float).
 
Nasional
26/10/2026 18:56 WIB
TelkomGroup Luncurkan Pengembangan Sovereign Digital Technology di DTIIF 2026
Empat kapabilitas strategis TelkomGroup dorong penguasaan teknologi secara mandiri dan perluasan manfaat ekonomi digital di Indonesia
 
Nasional
26/10/2026 15:52 WIB
Sovereign Tech Summit 2026: NeutraDC Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan AI
Ekspansi kapasitas dan integrasi layanan data center, komputasi, serta konektivitas dukung pertumbuhan kebutuhan AI nasional
Ad Placholder