Hendra Wiradi
Kamis, 02 April 2026 - 09:22 WIB

Penjualan Turun, Laba Tahun Berjalan Indocement Meningkat 12 Persen

Foto/HendraWiradi/ECONOMICZONE
Foto/HendraWiradi/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Jakarta - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatatkan penurunan volume penjualan sepanjang 2025, namun membukukan pertumbuhan laba bersih pada periode tersebut.

"Total volume penjualan semen dan klinker mencapai 19.941 ton pada 2025, angka ini turun 2,7 persen dibandingkan 2024. Penurunan terutama disebabkan oleh melemahnya penjualan domestik sebesar 3,9 persen, meskipun ekspor melonjak hingga 73,9 persen,
Indocement di tengah kesusahan kita tetap survive karena beberapa strategi yang dilakukan," kata Direktur Utama Indocement Christian Kartawijaya di Jakarta, Kamis (2/3).

Dari sisi kinerja keuangan, pendapatan neto Indocement tercatat sebesar Rp 17,73 triliun pada 2025, turun 4,4 persen dibandingkan 2024, yakni Rp 18,55 triliun.

Mayoritas pendapatan neto INTP pada 2025 berasal dari segmen penjualan semen sebanyak Rp 16,83 triliun. Setelah itu, diikuti pendapatan dari segmen penjualan beton siap pakai sebesar Rp 1,52 triliun dan segmen tambang agregat sebesar Rp 252,28 miliar. Total pendapatan neto tersebut kemudian dikurangi eliminasi sebesar Rp 873,06 miliar.

Sedangkan beban pokok pendapatan perusahaan turun 4,2 persen menjadi Rp 11,96 triliun dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 12,49 triliun. Hal ini menghasilkan laba kotor sebesar Rp 5,77 triliun dengan margin 32,5 persen terhadap pendapatan bersih.

"Efisiensi operasional turut menopang kinerja. Beban usaha berhasil ditekan 1,1 persen menjadi Rp 3,68 triliun. Selain itu, perseroan mencatatkan keuntungan dari divestasi sebesar Rp 670 miliar dari pembentukan usaha patungan dengan PT Cipta Mortar Utama," paparnya.

Sementara itu, beban operasi lain, neto turun 186,7 persen menjadi minus Rp 49,9 miliar, terutama akibat rugi selisih kurs sepanjang tahun. Secara keseluruhan, margin laba usaha tercatat 15,3 persen dan margin EBITDA 24,1 persen pada 2025.

“Pendapatan Keuangan, neto menurun 91,1 persen menjadi Rp 6,7 miliar, didorong pendapatan bunga yang lebih tinggi seiring saldo kas yang lebih besar pada 2025. Bagian atas laba neto entitas asosiasi, neto turun 74,6 persen menjadi Rp 37,0 miliar karena tingginya laba 2024 atau terkait penjualan lahan,” ujarnya.

Beban pajak penghasilan, neto sebesar Rp 487,6 miliar, lebih rendah 7,1 persen. Pada akhirnya, laba tahun berjalan 2025 mencapai Rp2,2 triliun, naik 12 persen.

Ia menilai, dampak musim hujan dan juga musim libur Idul Fitri terhadap turunnya permintaan semen diharapkan hanya mempengaruhi kinerja pada kuartal I-2026.

"Diperkirakan mulai kuartal II-2026, faktor musim kering dan peningkatan belanja konstruksi akan mengangkat dan menopang pertumbuhan volume permintaan semen. Namun, ketidakpastian geopolitik masih menjadi risiko, khususnya pada kenaikan biaya energi baik batu bara dan bahan bakar, sehingga disiplin pengendalian biaya dan pemakaian bahan bakar alternatif kembali menjadi kunci bagi produsen semen untuk dapat mempertahankan kinerjanya," tegasnya.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
14 jam yang lalu
TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub
BTW 2026 menjadi momentum TelkomGroup memperkuat kolaborasi bersama Pemerintah dan pelaku industri untuk mendorong transformasi digital nasional
 
Nasional
16/10/2026 14:41 WIB
Debut Akting Azka Corbuzier di New York Dipuji, Home, Almost Sentuh Emosi Penonton
Pemutaran perdana dunia film pendek Home, Almost di Urbanworld Film Festival 2026, New York, menjadi momen berkesan bagi Azka Corbuzier yang menjalani debut aktingnya melalui film tersebut. Karya arahan Tumpal Tampubolon itu mendapat sambutan antusias, dengan sejumlah penonton menyampaikan…
 
Nasional
13/10/2026 08:04 WIB
Telkom University Terus Berkoordinasi dalam Proses Pencarian Mahasiswa Maisha Aurelia Rafif
Telkom University dukung upaya pencarian bersama keluarga dan pihak berwenang
 
Nasional
13/10/2026 02:00 WIB
Kolaborasi Tokopedia & TikTok Shop Dongkrak Transaksi Momami hingga Dua Kali Lipat Lewat #BeliLokal Brand Day
melalui Tokopedia dan TikTok Shop, didukung oleh puluhan ribu video affiliate creator setiap bulannya.
 
Nasional
12/10/2026 19:00 WIB
Telkom Akselerasi Program Streamlining, Pastikan Portofolio TelkomGroup Fokus pada Bisnis Inti
Penataan portofolio bisnis secara terukur dan berlandaskan tata kelola yang baik menjadi pijakan transformasi TelkomGroup menuju pertumbuhan berkelanjutan
 
Nasional
12/10/2026 14:56 WIB
Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2026, TelkomGroup Siagakan Infrastruktur Digital Berkapasitas Tinggi
InfraNexia siapkan kapasitas backbone hingga 600 Gbps di sejumlah titik kritikal untuk menjamin kelancaran operasional acara
 
Nasional
09/10/2026 16:51 WIB
Telkom Ungkap Strategi Percepat Adopsi AI Nasional di Road to DTIIF 2026
Melalui Telkom Solution, Telkom mempertemukan kapabilitas teknologi dan kolaborasi lintas sektor guna mendorong pemanfaatan AI yang berdampak bagi bisnis
Ad Placholder