Eko Mardi
Minggu, 24 November 2024 - 12:39 WIB

BCA Syariah Adakan Workshop Literasi Keuangan untuk Jurnalis

Foto/Dok-BCA Syariah/ECONOMICZONE
Foto/Dok-BCA Syariah/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) mengadakan workshop untuk meningkatkan literasi keuangan syariah para jurnalis. Kegiatan rutin tersebut dikuti 40 anggota Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) dan merupakan  bentuk dukungan BCA Syariah terhadap Bulan Inklusi Keuangan 2024 yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dikatakan  Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum, BCA Syariah, peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah penting untuk mendorong pangsa pasar dan pemahaman masyarakat terhadap perbankan syariah. Sepanjang 2024 kegiatan edukasi keuangan yang dilakukan BCA Syariah  telah menjangkau lebih dari 21.000 perserta. Mereka terdiri dari pelajar, mahasiswa, wartawan, pelaku UMKM dan masyarakat umum.

 “Melalui pelatihan ini, kami berharap dapat meningkatkan kemampuan para wartawan untuk menyampaikan edukasi mengenai perbankan syariah khususnya keunggulan dari produk dan layanannya kepada khalayak luas,“ jelas Yuli dalam sambutannya pada  kegiatan  BCA Syariah Media Workshop: Cakap Keuangan Syariah, Hidup Kian Berkah di Megamendung  Bogor, Jawa Barat , 22-23 November 2024.

Pada kegiatan tersbut juga diumumkan empat pemenang lomba BCA Syariah Journalist Writing Competition 2024, sebagai  bagian dari upaya meningkatkan literasi melalui karya tulis jurnalistik di media cetak maupun online. Perlombaan tersebut diselenggarakan  7 Oktober - 10 November 2024 dengan tema “Emas Pilihan Investasi Aman dan Menguntungkan”. BCA Syariah bersama tim juri telah menyeleksi 101 artikel yang sudah diayangkan oleh i berbagai media cetak dan online secara nasional.

Yuli menambahkan, kesehatan keuangan BCA Syariah juga  selalu dijaga. Salah satunya  dengan berupaya mempertahankan  non perfoming financing (NPF)  pada kisaran 2 persen. Diakuinya meskipun ada tantangan dalam pembiayan sektor UMKM dan  konsumer, namun NPF masih  terkendali lantaran menerapkan prinsip kehatian –hatian.

Yang menjadi tantangan, tambah Yuli, industri UMKM,  membutuhkan ketahanan yang sangat tinggi. Ketika mereka menghadapi badai misalnya daya beli turun, tetap punya endurance. Tantangan lain adalah pelemahan daya beli masyarakat, serta adanya penurunan jumlah kelas menengah di dalam negeri.

"Di saat memang daya beli turun, ekonomi yang menengah bergeser ke bawah. Seperti itu, buat perbankan memang tantangannya adalah bagaimana supaya tetap dapat memilih, melihat secara hati-hati mana yang memiliki sustainability atas prospeknya," imbuh Yuli.

Dalam workshop tersebut Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS Sutan Emir Hidayat sebagai narasumber memaparkan perkembangan industri keuangan dan perbankan syariah. Menurutnya literasi keuangan syariah sangat penting dalam pengembangan industri keuangan syariah. Terlebih prospek pengengamban industri syariah Indonesia amat besar. Pada Survei Nasional Literasi dan Inklusi (SNLKI) tahun 2024, menunjukkan bahwa pemahaman dan akses masyarakat terhadap produk perbankan syariah masih perlu ditingkatkan.

Penguatan literasi dan inklusi syariahmenurt Sutan  harus dilakukan melalui upaya kolaboratif dan komprehensif dari seluruh pemangku kepentingan termasuk lembaga keuangan syariah (LKS). Termasuk kepada jurnalis sehingga dapat memperluas informasi mengenai manfaat dan akses keuangan syariah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Narasumber lain, yakni Kepala Satuan Kerja Bisnis, Ritel dan Konsumer BCA Syariah Sumiar Bukit Mas Siahaan membahas mengenai produk pembiayaan konsumer bank syariah.

Diungkapkan Bukit, pembiayaan segmen Konsumer BCA Syariah mencapai Rp1,32 triliun per Oktober 2024, meningkat 75,16 pesen  (yoy). Pembiayaan konsumer mengalami kenaikan sebesar  Rp568,1 miliar dari  posisi Oktober 2023 yang sebesar  Rp755,8 miliar.

“Outstanding naik cukup tinggi, 2020 di Rp38 miliar. Sampai dengan Oktober 2024, itu posisi kita sekarang sudah di Rp1,32 triliun. Adapun pembiayaan konsumer BCA Syariah sepanjang tahun ini hingga Oktober 2024 mencapai Rp713,4 miliar atau tumbuh 54,54 peren (yoy). Periode  Januari-Oktober 2023 senilai Rp461,6 miliar,” jelas Bukit.

Dari empat produk pembiayaan konsumer BCA Syariah—yakni Emas iB, Kredit Pembiayaan Rumah (KPR) iB, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) iB, dan Umrah iB—KPR menjadi produk dengan nilai penyaluran dan outstanding terbesar. Bukit memaparkan untuk nilai outstanding Emas iB mencapai Rp147,1 miliar dengan total penyaluran Rp172,9 miliar hingga Oktober 2024 atau secara year to date (ytd).

Diketahui, aset total BCA Syariah per Oktober 2024 mencapai Rp 15,1 triliun.Aset tersbeut berumbuh 14,5 persen disbanding  Oter 20023. Adapun pembiayaan ssebesar Rp10,6 triliun, atau bertumbuh 33,8 prsen (yoy). Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp11,5 triliun atau meningkat sebesar 15,0 persen (yoy).  Kini BCA Syari sudah memiliki 76 jaringan cabang di wilayah Jabodetabek, Surabaya, Semarang, Bandung, Solo, Yogyakarta, Bandar Lampung, Medan, Palembang, Banda Aceh, Panakukkang, Malang, Kediri, Pasuruan, dan Banyuwangi.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
2 jam yang lalu
BNI Bawa Mitra Binaan Batik ke Puspa Nuswantara 2026
BNI menghadirkan tiga mitra binaan dalam pameran Puspa Nuswantara 2026
 
Nasional
7 jam yang lalu
BNI Dukung UMKM Batik Lewat Puspa Nuswantara 2026
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat dukungan terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) batik melalui partisipasi dalam Pameran Puspa Nuswantara 2026
 
Nasional
20 jam yang lalu
Proses Hukum Berlanjut, OJK Amankan Ratusan Bukti dan Aset Asuransi Jiwa Prolife Indonesia
Selain itu, dugaan tindak pidana juga mencakup perbuatan sengaja mengabaikan, tidak memenuhi, dan/atau menghambat pelaksanaan kewenangan OJK dalam kurun waktu tahun 2020 sampai dengan 2023.
 
Nasional
23 jam yang lalu
TikTok Luncurkan "Makan Dengan Makna" untuk Dorong Pola Makan Sehat dan Rayakan Pangan Lokal Indonesia
TikTok dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menandatangani Memorandum Saling Pengertian tentang Peningkatan Literasi Kesehatan dan Pembudayaan Hidup Sehat
 
Nasional
09/07/2026 10:31 WIB
OJK Resmi Merilis Regulasi Anyar Bursa Karbon dan Perdagangannya
POJK 10 Tahun 2026 dikeluarkan sejalan dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 (Perpres 110) tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional
 
Industri
09/07/2026 07:00 WIB
in-Lite LED Hadirkan Pengalaman Pencahayaan Imersif di IndoBuildTech 2026
in-Lite LED hadir di IndoBuildTech 2026 dengan konsep The Matter of Light, menampilkan pengalaman pencahayaan yang imersif.
 
Nasional
08/07/2026 20:22 WIB
JETOUR T1 Meluncur di Bandung, Urban Adventure SUV Dibanderol Mulai Rp393 Juta
PT Jetour Sales Indonesia resmi memperkenalkan JETOUR T1 kepada masyarakat Bandung
Telkomsel