RM
Jumat, 12 November 2021 - 17:20 WIB

Potensi Besar Industri Halal, Momentum BSI Perkuat Kontribusi demi Kinerja Berkelanjutan

Foto/Dok-BSI/ECONOMICZONE
Foto/Dok-BSI/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Murniati Mukhlisin mengungkapkan potensi industri halal nasional yang sangat besar dan terus didorong pengembangannya oleh pemerintah dapat menjadi momentum bagi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) untuk memperkuat peran dan kontribusinya. Pengembangan ekonomi syariah di Indonesia saat ini semakin diperkuat, terlebih pada masa pemulihan ekonomi dari dampak krisis akibat pandemi Covid-19. BSI Diharapkan ke depan dapat saling melengkapi dan menopang dalam ekosistem industri halal nasional.

“Memang integrasi di industri halal yang sedang diupayakan sehingga pada akhirnya mendorong kinerja perbankan syariah, termasuk Bank BSI yang menjadi tumpuan,” kata Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Murniati Mukhlisin dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (12/11).

Menurutnya, Pemerintah saat ini tengah berupaya meningkatkan peran industri halal, sehingga mampu lebih berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah strategis pemerintah untuk mendorong industri halal di antaranya menghadirkan masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024. Pemerintah pun melakukan penguatan lembaga ekonomi dan keuangan syariah dengan mengubah Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) menjadi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Perubahan tersebut diatur dalam Perpres No. 28 tahun 2020. Pelaku industri halal didorong untuk melakukan pembenahan kinerja sehingga berdampak positif pada kinerja perbankan syariah nasional. Hasilnya, kinerja BSI sangat positif kendati ekonomi masih dihadang pandemi.
“Restrukturisasi pasti ada, tapi kan pendapatan BSI masih tumbuh positif dan masih mampu mencetak laba,” imbuhnya.

Untuk mengoptimalkan potensi industri halal nasional BSI perlu memperkuat integrasi di tataran internal. Pasalnya BSI adalah hasil merger tiga bank syariah milik BUMN, yaitu PT Bank BRIsyariah Tbk., PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah dengan target pasar yang berbeda dan memiliki keunggulan baik di korporasi, UMKM hingga ritel. BSI saat ini dapat masuk ke berbagai segmen usaha. Seperti sudah memiliki divisi wealth management yang akan menjaring lebih banyak nasabah kelas atas guna menambah kekuatan likuiditas. BSI pun memiliki kemampuan melayani kebutuhan sosial spiritual yakni lewat pengelolaan zakat, infaq, sadaqah, dan waqaf (Ziswaf).

Dengan integrasi di sosial finance melalui Ziswaf tersebut, menurutnya BSI akan mampu meningkatkan kepercayaan umat Islam yang menunggu peran lebih perbankan syariah di tengah masyarakat.

“Nantinya akan lebih banyak lagi dana di deposito yang margin simpanannya digunakan untuk kebutuhan sosial,” imbuhnya.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan pihaknya memang memiliki komitmen yang kuat untuk menopang industri halal nasional, sehingga dapat memperkuat kinerja perseroan ke depan. Potensi industri halal di Indonesia nilainya kurang lebih mencapai Rp4.375 triliun. Dari total nilai tersebut, Industri makanan dan minuman halal menyedot porsi terbanyak yaitu senilai Rp2.088 triliun disusul aset keuangan syariah senilai Rp1.438 triliun.

“Kami ingin menjadi pelaku utama dalam mendorong dan menumbuhkan ekonomi syariah Indonesia. Sehingga potensi ekonomi syariah yang besar ini bisa dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia secara merata,” kata Hery.

BSI pun saat ini sudah bekerjasama dengan Kawasan Industri Halal (KIH) di Cikande, Banten dan Sidoarjo, Jawa Timur. Komitmen BSI untuk menjadi penopang di industri halal tak terlepas dari data Bank Indonesia yang mencatat pada triwulan II/2021 pertumbuhan industri halal sektor unggulan yaitu makanan halal, busana muslim, dan pariwisata ramah muslim sekitar 8,2%.

Pertumbuhan itu lebih tinggi jika dibanding dengan naiknya PDB nasional yang sekitar 7,07%. Nilai ekspor makanan halal Indonesia pada periode yang sama pun tumbuh sekitar 46%. Yaitu mencapai US$10,36 miliar. Bank Indonesia pun memperkirakan industri halal secara global akan semakin berkembang pesat seiring bertambahnya jumlah penduduk muslim di dunia.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
24 jam yang lalu
Konsisten Lanjutkan Transformasi, Bank Jakarta Raih TOP BUMD Awards 2026
Bank Jakarta raih sejumlah kategori penghargaan pada ajang TOP BUMD Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Majalah Top Business bersama Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) dan sejumlah lembaga independen
 
Nasional
14/04/2026 19:48 WIB
AI Percepat Digitalisasi Bisnis, Tapi Juga Serangan Siber
Perkembangan artificial intelligence (AI) kini semakin mempercepat transformasi digital di berbagai sektor industri
 
Nasional
14/04/2026 13:34 WIB
Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif di IKN Nusantara Dijadwalkan Rampung 2027-2028
Hal ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan target penyelesaian pada 2027–2028.
 
Nasional
11/04/2026 18:52 WIB
BINUS University Luncurkan Program Doktor Akuntansi, Siapkan Pemimpin Riset dan Transformasi Bisnis di Era AI
BINUS University meluncurkan program doktor terbaru, Doctor of Accounting Science (DAS), sebagai wujud komitmen dalam menghadirkan pendidikan berkelas dunia
 
Nasional
09/04/2026 14:07 WIB
Prabowo Resmikan Perakitan Kendaraan Listrik VKTR Massal Beroperasi pada2028
Melihat perkembangan itu, pemerintah pun memutuskan untuk tidak hanya menjadi regulator, tetapi juga pelaku industri.
 
Industri
08/04/2026 13:11 WIB
Kabar Baik, Daikin Resmi Perpanjang Masa Garansi AC hingga 5 Tahun
Daikin Indonesia resmi memperpanjang masa garansi AC Nusantara Prestige hingga 5 tahun untuk kompresor dan spare part, serta AC SkyAir. Berlaku mulai 1 April 2026 untuk pembelian sejak Januari 2026.
 
Nasional
07/04/2026 21:38 WIB
Bank Mandiri Taspen dan ASABRI Berikan Santunan Risiko Kematian Khusus (SRKK) Kepada Keluarga Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar
Direktur Utama PT Bank Mandiri Taspen, Panji Irawan, menyerahkan secara simbolis Santunan Risiko Kematian Khusus (SRKK) kepada keluarga Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, anggota Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL Lebanon.
Telkomsel