MA
Senin, 21 Desember 2020 - 19:06 WIB

Data Kesehatan Pengguna Garmin di Asia tahun 2020: Bagaimana Kondisi Masyarakat Indonesia?

Foto/Ist/Economiczone
Foto/Ist/Economiczone
Dummy

ECONOMIC ZONE - Garmin, brand pelopor navigasi GPS dan perangkat nirkabel terbaru yang dirancang bagi orang-orang yang memiliki gaya hidup aktif, merilis "Data Kesehatan 2020 Pengguna Garmin di Asia" untuk pertama kalinya. Data tersebut mengintegrasikan data pengguna secara anonim melalui pemantauan kesehatan selama 24 jam. Melalui data ini, Garmin mengamati aktivitas fisik pengguna Garmin di Asia untuk memberikan gambaran terkait kondisi kesehatan masyarakat selama pandemi.

1. Tingkat stres

Kehadiran pandemi COVID-19 dan pemberlakuan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) oleh pemerintah sontak memengaruhi segala aspek kehidupan, termasuk membatasi aktivitas dan kegiatan masyarakat. Dengan kondisi tersebut, Garmin menganalisis tingkat stres masyarakat menggunakan data dari pengguna yang tercatat di Garmin Connect, dan menemukan fakta menarik. Tingkat stres pengguna Garmin di Indonesia menjadi yang terendah ketiga dibanding negara lain di Asia. Terlebih, data tersebut menurun dibanding tahun lalu pada periode yang sama. Dengan kata lain, pandemi dan PSBB tak lantas membuat tingkat stres masyarakat Indonesia menanjak, khususnya perempuan di Indonesia yang mencatat tingkat stres di bawah 20, menjadi yang terendah dibanding seluruh pengguna Garmin di negara Asia lainnya.

2. Deep Sleep

Selama masa pandemi, Garmin menemukan fakta menarik lainnya perihal deep sleep atau fase tidur tatkala manusia sedang terlelap. Deep sleep merupakan fase penting yang dibutuhkan manusia agar merasa segar ketika bangun tidur. Di Indonesia sendiri, data yang diperoleh oleh Garmin Connect menyatakan bahwa perempuan di Indonesia memiliki rata-rata deep sleep yang cukup baik dibanding di negara Asia lainnya, yaitu hampir mencapai 70 menit. Sedangkan, laki-laki justru memiliki rata-rata deep sleep yang cukup rendah, yaitu di atas 50 menit. Selain itu, Garmin menemukan bahwa di seluruh negara di Asia, perempuan memiliki tingkat deep sleep yang lebih tinggi dibanding laki-laki. Hal ini dapat dikaitkan dengan kemampuan mengelola stres laki-laki yang belum sebaik perempuan. Pasalnya, penelitian yang dilakukan oleh Bixler et.al. menyatakan secara umum bahwa perempuan memiliki waktu tidur yang lebih banyak dibanding laki-laki karena lebih mampu mengatasi pemicu stres yang berasal dari luar, di mana dapat mengganggu proses tidur manusia.

3. Intensitas Aktivitas Fisik

Sebagai perangkat jam pintar yang mendukung gaya hidup aktif, Garmin juga mengukur intensitas aktivitas fisik pengguna atau yang biasa disebut dengan Intensity Minutes. Data Intensity Minutes diperoleh saat jam pintar (smartwatch) Garmin mendeteksi aktivitas fisik dengan intensitas tertentu yang berlangsung selama lebih dari 10 menit berdasarkan detak jantung pengguna, di mana data tersebut kemudian diolah untuk mengevaluasi apakah pengguna sudah mencapai intensitas latihan mingguan, sesuai standar WHO.

Data yang diperoleh Garmin Connect di kawasan Asia menunjukkan intensitas aktivitas fisik pengguna laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan. Di Indonesia sendiri, intensitas aktivitas fisik pengguna laki-laki berada di urutan terendah dibanding pengguna laki-laki di Asia.

Sedangkan, pengguna perempuan di Indonesia menempati posisi keenam di Asia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, ketidakaktifan fisik menjadi faktor risiko utama keempat untuk kematian di seluruh dunia. 6% dari angka kematian tahunan terkait dengan aktivitas fisik, dan lebih dari 2 juta kematian dapat dikaitkan dengan gaya hidup yang tidak banyak bergerak. Oleh karena itu, meskipun data dari Garmin Connect menyatakan tingkat stres pengguna Garmin di Indonesia terbilang rendah dengan jumlah deep sleep yang cukup baik, bukan berarti masyarakat Indonesia tidak perlu meningkatkan intensitas aktivitas fisiknya yang rata-ratanya masih berada di golongan terendah dibanding negara lain di Asia.

Sejalan dengan komitmen untuk senantiasa menginspirasi masyarakat dalam menjalankan gaya hidup aktif, Garmin menghadirkan kampanye bertajuk Health Campaign. Kampanye ini mengajak masyarakat Indonesia untuk secara aktif memantau kondisi tubuh berdasarkan data demi menjaga kesehatan dalam jangka panjang. Melalui Health Campaign, Garmin berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat Indonesia terkait kesehatan fisik dan mental melalui berbagai data kesehatan yang dihasilkan dari pemantauan sehari-hari, langsung dari pergelangan tangan.

Untuk mendukung kampanye tersebut, berbagai seri smartwatch Garmin seperti Vivo—Venu, Vivoactive 4/4S, Vivomove, dan Vivosmart 4 hadir untuk membantu pengguna memonitor data kesehatan mereka 24/7 secara ilmiah dengan melihat indikator kesehatan real-time dan mengamati tren kesehatan jangka panjang. Dilengkapi dengan beragam fungsi monitoring kesehatan, setiap seri smartwatch Garmin mendukung pengguna secara aktif mengobservasi segala perubahan dalam tubuh setiap saat, dan mengimbau mereka untuk melakukan pemeriksaan medis ketika dibutuhkan, tanpa menyia-nyiakan waktu.

Seri Vivo—Venu, Vivoactive 4/4S, Vivomove, Vivosmart4, dikenal dengan fitur kesehatannya yang komprehensif. Fitur-fitur tersebut diharapkan dapat memberikan pengguna gambaran yang jelas tentang kondisi kesehatan mereka, baik di kehidupan sehari-hari maupun saat melakukan aktivitas fisik. Selain pemantauan dasar detak jantung 24/7, smartwatch Garmin juga memiliki daya tahan baterai yang mampu bertahan lama, memungkinkan pelacakan konstan indikator kesehatan utama seperti tingkat pernapasan, tingkat stres, deep sleep, tingkat oksigen pada darah, body battery (cadangan energi sepanjang hari), dll.

TAGS
  1. Garmin
Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
12 jam yang lalu
Indonesia Hadapi Geopolitik, Perkuat Kolaborasi Jaga Ketahanan Energi Nasional
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, kondisi geopolitik, geoekonomi, dan ketegangan politik dunia saat ini telah menciptakan situasi yang serba tidak pasti.
 
Nasional
13 jam yang lalu
Kenaikan Harga Gabah Ancam Kelangsungan Produsen dan Penggilingan Paling Tertekan
Angka tersebut telah melampaui HET beras premium di zona I yang ditetapkan sebesar Rp14.900 per kilogram dan beras medium senilai Rp13.500 per kilogram. Ketimpangan struktur biaya ini dinilai paling memberatkan sektor penggilingan skala kecil dan menengah yang memiliki keterbatasan…
 
Nasional
20/05/2026 21:14 WIB
BPA Fair 2026 Berhasil Lelang Aset Koruptor Sedikitnya Tembus Rp4,8 Miliar
Dari pelaksanaan lelang barang rampasan negara yang berlangsung terbuka, BPA membukukan selisih kenaikan harga di atas nilai limit sebesar Rp1,65 miliar.
 
Nasional
20/05/2026 20:12 WIB
Krom Bank Menyetujui  Pengalokasian  Laba Bersih 100% Digunakan Untuk Penambahan Modal Perseroan 
Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
 
Nasional
20/05/2026 19:23 WIB
POPSI Pertanyakan Kewajiban Ekspor Sawit Melalui BUMN
Desakan itu disampaikan setelah Presiden mengumumkan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam Strategis melalui BUMN dalam penyampaian Rancangan Ekonomi Makro di DPR RI pada Rabu (20/5/2026).
 
Nasional
20/05/2026 17:46 WIB
Jakarta Utara Hadirkan 2.665 Lowongan, Job Fair Dipadati Ribuan Pencari Kerja
Job Fair ini merupakan upaya pemerintah dalam membuka kesempatan kerja, sekaligus mempertemukan para pencari kerja dengan perusahaan dalam satu wadah.
 
Nasional
20/05/2026 16:23 WIB
Pasar Perkantoran Jakarta 2026 Mulai Pulih Terlihat Dari Terbatasnya Pasokan Ruang
Setelah beberapa tahun bergerak lambat akibat tekanan ekonomi dan perubahan pola kerja, sektor perkantoran kini mulai mengalami peningkatan permintaan.
Telkomsel