Hendra Wiradi
Kamis, 18 Juni 2026 - 13:58 WIB

Kinerja Kuartal I Solid, BEST Optimistis Laba Tumbuh Dua Digit

Foto/Hendra Wiradi/ECONOMICZONE
Foto/Hendra Wiradi/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Hotel Enso, Kawasan Industri MM2100, Bekasi. Pada kesempatan yang sama Perseroan juga menyelenggarakan Paparan Publik. Salah satu hasil keputusan RUPS adalah menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, termasuk laporan keuangan audit dan laporan pelaksanaan tugas pengawasan Dewan Komisaris.

Selain itu juga ditetapkan tidak adanya pembagian dividen untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025. Keputusan ini bertujuan untuk menambah modal kerja Perseroan dengan memperhatikan kepentingan dan rencana pengembangan usaha Perseroan ke depan.

Selama tahun 2025, Perseroan penjualan lahan (marketing sales) mencapai 15 hektar atau senilai Rp422 miliar. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp427 miliar yang utamanya ditopang dari penjualan lahan sebesar Rp220 miliar dan sisanya berasal dari recurring income (diantaranya: maintenance fee, service charges, air, dan sewa) sebesar Rp207 miliar. Laba bersih Perseroan pada tahun 2025 mencapai Rp30 miliar.

Dari sisi pendapatan, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp90 miliar pada kuartal pertama 2026, meningkat dibandingkan Rp45 miliar pada kuartal pertama 2025. Peningkatan ini terutama didorong oleh kenaikan pendapatan berulang yang tumbuh dari Rp45 miliar menjadi Rp54 miliar, serta mulai adanya kontribusi dari penjualan lahan.

Sementara itu, laba bersih juga menunjukkan pemulihan yang signifikan. Dari rugi bersih sebesar Rp33 miliar pada kuartal pertama 2025, Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp9 miliar pada kuartal pertama 2026. Margin laba bersih turut meningkat dari negatif 73% menjadi positif 10%.

Pada tahun 2025 Perseroan menargetkan penjualan (marketing sales) sebesar Rp600 miliar. Perseroan juga menargetkan pertumbuhan recurring income yang stabil. Sektor Warehouse & Logistic, Consumer Goods, Food and Beverage (F&B), serta Data Center menjadi target utama pengembangan dan pemasaran penjualan lahan kami.

Di tengah gejolak ekonomi dan geo-politik global serta seiring dengan pemulihan ekonomi Indonesia, strategi Perseroan adalah terus fokus pada bisnis kawasan industri. Perseroan juga melanjutkan pengembangan kawasan BeFa MM 2100, termasuk Cluster Data Center untuk memenuhi permintaan dari sektor berteknologi tinggi, serta pengembangan segmen komersial BeFa Industrial Hub, yaitu bangunan pabrik standar multiguna. Inisiatif strategis ini ditujukan untuk membuka sumber pendapatan baru serta memaksimalkan pemanfaatan lahan.

Dengan pengalaman pengembangan kawasan industri lebih dari 30 tahun, Perseroan tetap percaya akan potensi kebutuhan pelaku bisnis atas kawasan industri yang profesional dan dapat diandalkan.

Terutama di Kawasan Industri MM2100 Bekasi, Perusahaan akan melanjutkan pengembangan, termasuk sarana dan fasilitas dan memanfaatkan pembangunan infrastruktur di sekitarnya untuk meningkatkan nilai kawasan. Seperti yang diketahui Kawasan MM210 akan dilewati oleh JORR II Cibitung – Cilincing dan para penghuni kawasan akan mendapatkan keuntungan dari penambahan akses dan konektivitas di MM2100. Selain itu Kawasan MM2100 juga mendapatkan manfaat dari rencana infrastruktur pemerintah ke depan seperti LRT, Tol Jakarta-Cikampek Selatan, proyek perluasan Tanjung Priok dan pembangunan Pelabuhan Patimban.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
22 jam yang lalu
InJourney  Tahun Ini Akan Merombak Bandara Minangkabau Dari Empat Lainnya Untuk Meningkatkan Kualitas
Keempat bandara yang tengah dalam masa pengembangan antara lain Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Minangkabau Padang dan Bandara Depati Amir Pangkalpinang.
 
Nasional
23 jam yang lalu
Kemenperin Mendukung Penuh Kesiapan AMDK Memberlakukan SNI
Upaya tersebut dilakukan melalui pendampingan teknis kepada pelaku industri, penguatan pemanfaatan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), serta peningkatan sinergi dengan asosiasi industri di daerah.
 
Nasional
24 jam yang lalu
Produsen Tahu-Tempe Keluhkan Subsidi Kedelai Yang Masih Tergantung Dari Impor
Mengutip situs resmi Kementerian Pertanian (Kementan), kebutuhan kedelai nasional tahun 2026 diproyeksikan mencapai 2,7 juta ton. Sekitar 95 persen atau 2,6 juta ton harus dipenuhi dari impor.
 
Nasional
24 jam yang lalu
Akibat Gangguan Pasokan, PLN Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa
Dalam pengumuman resminya, PLN menyebut pengurangan beban dilakukan karena adanya penurunan kapasitas suplai listrik yang berasal dari kendala teknis pada pembangkit.
 
Bisnis
19/06/2026 09:00 WIB
DBS Treasures Catat Pertumbuhan NPAT 289 Persen di Tengah Ketidakpastian Pasar
DBS Treasures catat NPAT melesat 289% YoY hingga Mei 2026 meski IHSG terkoreksi 30%. Strategi wealth management personal dan akses emas global jadi kuncinya
 
Nasional
18/06/2026 13:31 WIB
UOB Indonesia Wujudkan Babak Baru di Tanah Air Melalui Transformasi UOB Plaza
Transformasi ini merupakan bagian dari visi regional UOB untuk meningkatkan pengalaman nasabah dan lingkungan kerja di seluruh ASEAN.
 
Nasional
18/06/2026 13:27 WIB
UOB Indonesia Wujudkan Babak Baru di Tanah Air Melalui Transformasi UOB Plaza
Transformasi ini merupakan bagian dari visi regional UOB untuk meningkatkan pengalaman nasabah dan lingkungan kerja di seluruh ASEAN.
Telkomsel