Aldhi Chandra
Rabu, 08 Januari 2020 - 19:14 WIB

BPK Ungkap Hasil Investigasi Skandal Jiwasraya

Foto/Roni.M/ECONOMICZONE
Foto/Roni.M/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap mega skandal PT Asuransi Jiwasraya (Persero),ada 16 temuan terkait. 

Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengatakan ke-16 temuan tersebut terkait dengan pengelolaan bisnis, investasi, pendapatan dan biaya operasional PT AJS selama 2014-2015.

Temuan tersebut beberapa di antaranya investasi pada saham TRIO, SUGI, dan LCGP

Pada 2014 dan 2015 tidak didukung oleh kajian usulan penempatan saham yang memadai. Kemudian, Jiwasraya berpotensi menghadapi risiko gagal bayar atas Transaksi Investasi Pembelian Medium Term Note PT Hanson Internasional (HI)

Menurut BPK Jiwasraya kurang optimal dalam mengawasi reksadana yang dimiliki dan terdapat penempatan saham secara tidak langsung di satu perusahaan yang memiliki kinerja kurang baik.

"Menindaklanjuti hasil PDTT Tahun 2016 tersebut, BPK melakukan Pemeriksaan Investigatif Pendahuluan yang dimulai tahun 2018," kata Agung saat melakukan konferensi pers di kantornya, Rabu (8/1/2020).

Agung megatakan hasil pemeriksaan investigatif menunjukkan adanya penyimpangan-penyimpangan yang berindikasi fraud atau curang dalam pengelolaan saving plan dan investasi.

Saat ini, berdasarkan permintaan DPR dan Kejaksaan Agung, BPK ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan investigatif pendahuluan dan penghitungan kerugian negara.

BPK menyimpulkan terjadi penyimpangan atau perbuatan melawan hukum dalam pengumpulan dana dari produk saving plan maupun penempatan investasi dalam bentuk sajam dan reksadana yang mengakibatkan adanya kerugian negara, berdasarkan hasil ekspose yang dilakukan oleh Kejaksaan pada 30 Desember 2019,

"BPK saat ini terus bekerja sama dengan pihak Kejaksaan Agung untuk dapat menghitung nilai Kerugian Negara dalam kasus tersebut, dan direncanakan dapat selesai dalam waktu paling cepat dua bulan," ujar Agung. 

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
6 jam yang lalu
Pemerintah Menunda Insentif Bisa Berdampak pada Pembiayaan Kendaraan Listrik Multifinance
Terkait kinerja industri, piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 514,65 triliun per April 2026. Nilainya tumbuh 2,08% secara year on year (YoY).
 
Nasional
9 jam yang lalu
Mendag dan Industri Singapura Sebut Indonesia Masih Dianggap Menarik untuk Investasi
Tujuan dari pembentukan badan tersebut adalah untuk menghapus berbagai praktik kecurangan dalam ekspor dan impor, seperti kurang bayar (underinvoicing), transfer pricing, dan transaksi yang tidak tercatat yang berpotensi mengurangi penerimaan negara.
 
Nasional
08/06/2026 21:28 WIB
Bank Mandiri Taspen Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Almarhum Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu
PT Bank Mandiri Taspen bersama PT ASABRI (Persero) menyerahkan hak dan santunan kepada ahli waris almarhum Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu
 
Nasional
08/06/2026 19:45 WIB
Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Telkom Bagikan Dividen Rp21,9 triliun
Restui program buyback, rencana strategis, dan penyegaran pengurus perseroan, sebagai bukti akselerasi transformasi digital dan perluasan kontribusi bagi bangsa
 
Nasional
08/06/2026 10:35 WIB
BI dan Pemerintah Sepakat Benahi Rupiah
pertemuan yang dihadiri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, di Gedung DPR RI, Sabtu (6/6/2026).
 
Nasional
06/06/2026 17:27 WIB
Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Terkoneksi
Bank Jakarta sebagai penghubung berbagai elemen pembangunan kota melalui sistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan
 
Nasional
05/06/2026 19:55 WIB
Data Center Terisi Penuh Sebelum Beroperasi, Telkom Percepat Ekspansi Kapasitas NeutraDC di Batam
NeutraDC Nxera Batam siapkan pengembangan gedung kedua (BTM-2) untuk menjawab permintaan kawasan SIJORI
Telkomsel