RM
Kamis, 16 September 2021 - 16:07 WIB

Sejak Maret 2021, Nilai Transaksi Pasar Fisik Timah di BBJ Capai Rp538 Miliar

Foto/Dok-Timah/ECONOMICZONE
Foto/Dok-Timah/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Pasar Fisik Timah Dalam Negeri yang mulai diperdagangkan di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) sejak Maret 2021, hingga Agustus 2021 telah mencatatkan nilai transaksi lebih dari Rp538 Miliar. Khusus di bulan Agustus 2021, tercatat nilai transaksi tertinggi sepanjang 6 bulan, yaitu sebesar Rp107,2 Miliar dalam 220 lot.

“Adanya pertumbuhan transaksi pasar dalam negeri ini, menunjukan bahwa industri dalam negeri yang membutuhkan bahan baku timah mengalami kenaikan permintaan, yang juga menunjukkan mulai menggeliatnya ruang gerak perekonomian nasional,” kata Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), Stephanus Paulus Lumintang di Jakarta, Kamis (16/9).

Sementara itu, Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) mengatakan pihaknya memastikan bahwa semua transaksi yang ada di pasar fisik timah dalam negeri ini telah sesuai dengan regulasi yang berlaku, terkait kepastian penyelesaian hak dan kewajiban penjual dan pembeli, serta pelaporan transaksi. Adanya tata niaga perdagangan timah dalam negeri melalu bursa ini tentunya akan memberikan dampak positif baik bagi para pelaku industri maupun untuk negara. “Hal ini dikarenakan dengan mekanisme ini, akan tercipta transparansi dan semua transaksi yang terjadi tercatat dan bisa dimonitor oleh negara,” kata Fajar Wibhiyadi.

Perdagangan Timah Dalam Negeri pada prinsipnya sama dengan transaksi Pasar Fisik Timah Murni Batangan, namun perbedaannya adalah para pesertanya. Dalam Pasar Fisik Timah Murni Batangan, pesertanya adalah buyer dari luar negeri untuk kebutuhan ekspor. Sedangkan dalam perdagangan timah dalam negeri, buyer-nya berasal dari dalam negeri.

Adanya Perdagangan timah dalam negeri sejalan dengan Peraturan Menteri Perdagangan No 53 Tahun 2018 Tentang perubahan kedua atas peraturan menteri perdagangan nomor 44/M-DAG/ PER/7/2014 tentang ketentuan ekspor timah. Dalam peraturan tersebut dinyatakan bahwa transaksi timah murni batangan wajib diperdagangkan di bursa. Terkait Pasar Fisik Timah Murni Batangan, telah berjalan di Bursa Berjangka Jakarta sejak tahun 2019, dan KBI juga berperan sebegai Lembaga Kliring Penjaminan dan Penyelesaian Transaksi.

Mekanisme perdagangan di pasar fisik timah dalam negeri pada dasarnya juga sama dengan transaksi timah luar negeri, yang membedakan hanya di lottase bahwa di pasar fisik timah dalam negeri 1 lot = 1 ton sedangkan untuk ekspor 1 lot = 5 ton. Jenis timah yang diperdagangkan juga sama dengan untuk ekspor, yaitu TLEAD300,200,100,50 dan TPURE099.

“Kedepan kami akan terus berupaya untuk mendorong peningkatan transaksi di pasar fisik timah dalam negeri ini, dengan melakukan sosialisasi kepada seluruh pemangku kepentingan untuk memanfaatkan pasar timah yang ada di Bursa Berjangka Jakarta. BBJ juga terus berupaya untuk menambah jumlah partisipan untuk turut berperan aktif dalam transaksi. Melihat pencapaian sampai dengan bulan Agustus, kami proyeksikan sampai dengan akhir tahun 2021 nilai transaksi di pasar fisik timah dalam negeri bisa mencapai angka Rp. 800 Miliar,” jelas Stephanus Paulus Lumintang .

KBI optimis kedepan perdagangan pasar fisik timah dalam negeri akan terus tumbuh. Hal ini tentunya dipegaruhi oleh ekonomi Indonsia yang mulai membaik seiring menurunnya dampak pandemic covid-19, yang tentunya membuat dunia usaha mulai bergerak.

“Sebagai Lembaga Kliring Penjaminan dan Penyelesaian Transaksi, kami akan terus melakukan inovasi terkait layanan bagi para pemangku kepentingan di ekosistem pasar timah dalam negeri ini,” terang Fajar.

untuk diketahui, sepanjang pasar fisik timah dalam negeri diperdagangkan di Bursa Berjangka Jakarta, telah terjadi pertumbuhan baik dari jumlah Lot maupun nilai transaksi. Di bulan Maret, tercatat transaksi dalam 160 lot dengan nilai transaksi sebesar Rp 57,3 Miliar. Bulan April tercatat transaksi sebanyak 235 lot dengan nilai transaksi sebesar Rp 90,2 Miliar. Di bulan Mei, tercatat transaksi sebanyak 220 Lot dengan nilai transaksi sebesar Rp 88,5 Miliar. Bulan Juni, terjadi transaksi sebanyak 210 Lot dengan nilai tranasksi sebesar 95,9 Miliar, dan di bulan Juli tercatat transaksi sebanyak 215 Lot dengan nilai transaksi sebesar 98,9 Miliar.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
16 jam yang lalu
Prabowo: Indonesia Sedang Transformasi Besar-Besaran, dari Regulasi hingga Pangan
Prabowo menegaskan tujuan utama transformasi ini adalah membangun Indonesia sebagai negara modern yang berlandaskan keadilan dan kedaulatan rakyat.
 
Nasional
16 jam yang lalu
Indonesia Jajaki Kebutuhan Pangan dan Beras 10.000 ton ke Singapura
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman usai bertemu Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu Hai Yien di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta.
 
Nasional
18 jam yang lalu
Pertamina Resmi Turunkan Harga BBM non Subsidi Mulai Hari Ini (1 Juli 2026)
Penurunan harga meliputi Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Artinya, harga Pertamax Turbo turun 7% dari Rp20.750 menjadi Rp19.300 per liter. Lalu, Pertamina Dex turun 15% dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter. Adapun harga Dexlite turun 14% dari Rp23.000 menjadi Rp19.700…
 
Nasional
18 jam yang lalu
Pertamina Resmi  Turunkan Harga Avtur Sebesar 14 Persen  dari Rp22.190 per liter menjadi Rp19.190,  Mulai Hari Ini (1 Juli 2026)
Untuk avtur penerbangan domestik di Bandara Soekarno-Hatta, harga turun dari Rp22.190 per liter menjadi Rp19.190. Penyesuaian tersebut memangkas harga avtur sebesar Rp3.000 per liter atau sekitar 14 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
 
Nasional
19 jam yang lalu
BPS: Inflasi Juni 2026 Tembus 0,44 Persen, Seluruh Sektor Pengeluaran Naik
Kelompok lainnya juga naik, mulai dari perlengkapan rumah tangga 1,44 persen, rekreasi 1,40 persen, informasi dan jasa keuangan 1,26 persen, pendidikan 1,27 persen, perumahan 1,04 persen, hingga pakaian 1,00 persen.
 
Nasional
24 jam yang lalu
Bank Jakarta dan BEI Kompak Dorong Transformasi dan Kualitas di Tengah Dinamika Ekonomi
Industri keuangan nasional dinilai masih memiliki fundamental yang kuat di tengah berbagai tantangan ekonomi global
 
Nasional
24 jam yang lalu
Bank Jakarta Pilih Pertumbuhan Berkualitas di Tengah Kenaikan Suku Bunga
Bank Jakarta memilih strategi pertumbuhan yang sehat dan berkualitas di tengah meningkatnya tekanan biaya dana (cost of fund) dan dinamika industri keuangan yang semakin menantang
Telkomsel