Lisa Susanti
Senin, 23 April 2018 - 14:53 WIB

Kinerja BTN Diapresiasi Komisi XI DPR RI

Bank BTN saat Rapat Dengar Pendapat di DPR
Bank BTN saat Rapat Dengar Pendapat di DPR
Dummy

ECONOMIC ZONE - Capaian kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk hingga Maret 2018 yang tumbuh berkelanjutan dan berada di atas rata-rata industri perbankan nasional memperoleh apresiasi positif dari Komisi XI DPR RI. 

Direktur Utama Bank BTN, Maryono mengatakan perseroan terus berkomitmen mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif dan berkelanjutan. 

"Apresiasi Komisi XI atas kinerja kami akan menjadi pemacu untuk terus meningkatkan pertumbuhan bisnis yang positif dan berkelanjutan," katanya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (23/4). 

Dalam lima tahun terakhir terhitung mulai Desember 2013 hingga Desember 2017, Bank BTN mencatatkan rata-rata pertumbuhan kredit sebesar 18,63% dari Rp100,47 triliun menjadi Rp199 triliun. 

Per Maret 2018, pertumbuhan kredit Bank BTN pun berada di level 19,34% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp202,5 triliun. Pertumbuhan kredit ini tercatat berada di atas rata-rata industri perbankan nasional. 

Data Bank Indonesia menyebutkan kredit perbankan nasional hanya tumbuh sebesar 8,2% yoy per Februari 2018. 

Maryono menambahkan kredit perumahan masih mendominasi penyaluran pinjaman yakni 91,09% per Maret 2018. Pada kredit perumahan tersebut, KPR tercatat tumbuh 22,37% yoy dari Rp121,71 triliun per Maret 2017 menjadi Rp148,95 triliun di periode yang sama tahun ini. 

Bank BTN juga mencatatkan pertumbuhan KPR 20,76% dalam lima tahun terakhir dari Rp67,97 triliun pada Desember 2013 menjadi Rp144,58 triliun di Desember 2017.

Dengan penyaluran ini, perseroan masih menjadi pemimpin pasar KPR di Indonesia dengan pangsa 37% per Desember 2017. Bank BTN pun masih mendominasi pasar KPR Subsidi dengan pangsa sebesar 95% pada akhir tahun lalu. 

Sejalan dengan komitmen perseroan dalam mendukung Program Satu Juta Rumah, perseroan juga telah menyalurkan kredit perumahan untuk 278.262 unit rumah dengan nilai kredit sebesar Rp24,25 triliun per Maret 2018. 

Realisasi penyaluran tersebut telah mencapai 37,1% dari total target dukungan Bank BTN terhadap Program Satu Juta Rumah yakni sebanyak 750.000 unit rumah pada 2018.

 

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
12 jam yang lalu
KB Bank Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini
program literasi keuangan bertajuk “Belajar Finansial Bareng KB Bank” di Jakarta bagi ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Raudhatul Azhar
 
Nasional
20 jam yang lalu
BNI Antar Prestasi Indonesia Mendunia, Fajar/Fikri Pertahankan Gelar China Open 2026
Pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri mempertahankan gelar China Open
 
Nasional
26/07/2026 07:01 WIB
Hari Mangrove Sedunia Jadi Momentum BNI Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan dan Ekonomi Pesisir
BNI menegaskan komitmennya mendukung pelestarian ekosistem pesisir melalui rehabilitasi mangrove yang sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat
 
Nasional
25/07/2026 10:21 WIB
Era Baru Dimulai 26 Pemain Siap Jawab Ambisi Juara John Herdman di Piala AFF 2026
Racikan ini dinilai krusial demi membawa Merah Putih berbicara banyak dan berburu takhta juara di turnamen regional ini.
 
Nasional
25/07/2026 06:00 WIB
Exploration Day DBS Buka Wawasan Anak-anak Komunitas Pemulung Lewat Wisata Edukasi
Hari Anak Nasional, DBS & Mahija bawa 80 anak pemulung jelajahi sejarah Jakarta. Dari pemukiman ke museum, inilah kisahnya.
 
Nasional
24/07/2026 14:41 WIB
Naik Kelas Bersama Sequis SHEPRENEUR: Saatnya Wirausaha Perempuan Kuasai Keuangan
Sepanjang bulan Juli – Agustus 2026, Sequis SHEPRENEUR Learning Series menghadirkan berbagai kelas dan workshop mengenai manajemen bisnis, personal branding, pemanfaatan digital dan dilengkapi dengan literasi keuangan dari praktisi berpengalaman dibidangnya.
 
Nasional
24/07/2026 13:53 WIB
OJK Tindak Tegas Kredivo & KrediFazz soal Kasus Penagihan Purworejo
Berdasarkan penjelasan awal yang disampaikan kepada OJK, konsumen yang bersangkutan merupakan pengguna aplikasi Kredivo, sedangkan fasilitas pinjaman tunai yang menjadi objek permasalahan merupakan produk KrediFazz yang dipasarkan melalui aplikasi tersebut.
Ad Placholder