ECONOMIC ZONE - Holding Perkebunan Nusantara, sebagai induk perusaan plat merah yang membawahi 14 perusahaan perkebunan yang menghasilkan berbagai komoditas di antaranya kelapa sawit, karet, kakao, teh, kopi dan lainnya, mendapat kucuran Kredit Modal Kerja senilai Rp 500 miliar. Dana segar itu diperoleh melalui penandatanganan Perjanjian Kredit antara Holding PTPN dengan PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga, Tbk (BRI Agro).
Wakil Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Dolly P. Pulungan mengatakan, pembiayaan tersebut akan disalurkan kepada perusahaan bagian dari holding khususnya PTPN VII, PTPN X, dan PTPN XIII yang sedang mengalami kesulitan liabilitas dan masih dalam proses pemulihan. "Khususnya untuk PTPN VII dan PTPN XIII yang membutuhkan cash flow sehingga kami sebagai holding akan memberikan pendanaan kepada mereka melalui BRI Agro," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (28/3).
Dengan total aset Rp 119 triliun, ekuitas Rp 62 triliun dan total pinjaman bank Rp 31 triliun, PTPN III optimistis mampu melakukan pembayaran kembali pada tenggat waktu yang ditentukan. "Ke depan kami harapkan kerja sama ini bisa terus meningkat tidak hanya dalam financing saja tetapi juga dalam pengelolaan keuangan, termasuk dalam pembiayaan kepada mitra kerja PTPN Group," tandas dia.
Dijelaskannya, saat ini PTPN Group tengah melakukan restrukturisasi korporasi sehingga membutuhkan dana relatif cukup besar dari pihak eksternal, termasuk di antaranya pembiayaan rencana belanja modal (capital expendicture/capex) 2018 sebesar 16,0 triliun rupiah.
Keberhasilan Holding Perkebunan Nusantara dalam meraih fasilitas pinjaman, kata Dolly, menunjukkan tingkat kepercayaan dan dukungan tinggi dari perbankan atas reputasi dalam mengelola bisnis perkebunan. Adapun selain pembiayaan dari fasilitas perbankan, saat ini Perseroan juga tengah menjajaki opsi alternatif pendanaan melalui penerbitan instrumen utang.
Sejauh ini PTPN Group telah memperoleh dukungan yang cukup luas dari perbankan, baik dari bank BUMN maupun bank swasta. Dalam dua tahun terakhir, bank-bank swasta yang telah memberikan komitmen pendanaan kepada holding Perkebunan yang belum lama ini mengalami perombakan struktur organisasi di jajaran direksi dan komisaris itu antara lain PT Bank DBS Indonesia, Bank Sumitomo Mitsui Banking Corporation Indonesia, Bank Industrial and Commercial Bank of China, dan Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Indonesia.
Komentar