ECONOMIC ZONE - PT Pegadaian (Persero) mengincar nasabah baru sebanyak 2 juta orang pada 2018. Dari target tersebut, sebanyak 1 juta calon nasabah akan ditarik lewat program gadai tanpa bunga.
Direktur Utama Pegadaian, Sunarso menyebutkan, target perusaahaan untuk meningkatkan jumlah nasabah sejalan dengan transformasi digital yang dijalankan oleh Pegadaian dengan meluncurkan Pegadaian Digital Service (PDS). Program ini semakin memudahkan layanan dan gadai tanpa bunga bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Layanan gadai tanpa bunga akan diluncurkan melalui dua bentuk, yakni aplikasi mobile dan agen. Dari gadai tanpa bunga, kita targetkan 1 juta nasabah. Gimmick-nya itu mobile app Pegadaian Digital Service (PDS) dan agen yang ada di kafe-kafe kami," jelasnya di The Gade Coffee & Gold, Jakarta, Kamis (5/4).
Ke depan, Pegadaian akan menjalankan bisnis lewat dua produknya, yakni produk gadai dan produk non-gadai. Untuk saat ini, 90% transaksi mereka masih dalam bentuk gadai. Sunarso menargetkan, pemanfaatan kedua produk itu nantinya akan diseimbangkan. "Ke depan, kita akan lebih tumbuhkan produk non-gadai. Jadi nantinya, itu (gadai dan non-gadai) akan 50:50," ungkapnya.
Terkait penambahan jumlah nasabah, Sunarso menyatakan bahwa hal tersebut jauh lebih penting dibandingkan menggenjot laba perusahaan. Kendati begitu, dirinya tetap menargetkan kenaikan laba dari tahun lalu sebesar Rp2,4 triliun menjadi Rp2,7 triliun pada tahun ini. “Kenaikan laba yang tipis karena Pegadaian ingin lebih banyak melayani nasabah dengan biaya yang lebih murah. Maka dari itu, Pegadaian mengorbankan margin customer base demi menggenjot target nasabah yang disasar pada tahun ini,” pungkasnya. Sementara peningkatan aset ditargetkan menjadi Rp 58 triliun serta omzet menembus angka Rp 145,4 triliun.
Komentar