I.E.K
Selasa, 05 Mei 2020 - 17:42 WIB

Pandemi Covid-19, Konsumsi BBM Turun Namun LPG Naik Hingga 15 Persen

Foto/Roni.M/ECONOMICZONE
Foto/Roni.M/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan elpiji dan bahan bakar minyak di wilayah Marketing Operation Region (MOR) III Jawa bagian Barat yang meliputi Provinsi DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat, aman selama bulan suci Ramadan. Selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pertamina merupakan salah satu perusahaan yang dikecualikan, jadi tetap beroperasi.

“Penyaluran elpiji dan bahan bakar minyak ke masyarakat tetap dilakukan dengan memperhatikan protokol keamanan pencegahan COVID-19 serta kebijakan pemerintah pusat maupun daerah,” kata Unit Manager Communication Relations & CSR MOR III, Dewi Sri Utami, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (5/5).

Melalui Satuan Tugas Ramadhan, Idul Fitri (Satgas Rafico), Pertamina tak berhenti menyalurkan energi di tengah kebijakan PSBB. Saat ini konsumsi BBM di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) mengalami penurunan sebagai dampak dari PSBB dan WFH.

Pada bulan April 2020, produk Gasoline (Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo) turun sebesar 16 persen dan Gasoil (Dexlite dan Pertamina Dex) terkoreksi 15 persen, dibandingkan dengan konsumsi BBM normal. Pada kondisi normal, konsumsi rata-rata Gasoline mencapai 1.778 kilo liter (KL) per hari. Sedangkan, Gasoil pada kondisi normal adalah 958 KL/hari.

“Walau demikian, sebagai bentuk komitmen kami untuk melayani kebutuhan masyarakat, seluruh SPBU tetap beroperasi dan tidak ada yang tutup,” ujarnya.

Sementara kebutuhan elpiji di sektor rumah tangga saat ini meningkat, karena sebagian besar masyarakat kini beraktivitas dari rumah. Pada April, konsumsi elpiji nonsubsidi untuk sektor rumah tangga, yakni Bright Gas 5,5 KG dan 12 KG, naik 15 persen. Kenaikan serupa juga terjadi pada penggunaan elpiji bersubsidi 3 kilogram, mencapai 13 persen.

Sales Area Retail Cirebon sendiri telah melakukan penambahan pasokan (fakultatif) elpiji hingga 50 persen dari pasokan harian normal selama bulan April. Itu dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan konsumsi elpiji.

“Kami memastikan stok BBM dan elpiji saat ini berada dalam kondisi penuh dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama pada bulan Ramadan ini,” kata Dewi.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Industri
3 jam yang lalu
Satu Tahun Nusantara Prestige, DAIKIN Apresiasi Teknisi lewat Insentif Khusus
Memasuki satu tahun AC Nusantara Prestige, DAIKIN beri insentif Rp50-100 ribu per instalasi. Gandeng 9 asosiasi teknisi nasional-daerah.
 
Nasional
29/05/2026 17:52 WIB
Terima PERDISKI, Wapres Dorong Pendidik Jadi Garda Terdepan Wujudkan SDM Unggul
Langkah ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pembangunan SDM unggul melalui sektor pendidikan dan penguatan karakter bangsa.
 
Nasional
29/05/2026 07:13 WIB
Tebar Keberkahan Idul Adha, Bank BSN Salurkan Ratusan Hewan Kurban
PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) dalam pelaksanaan kegiatan Hari Raya Idul Adha 1447 H menyalurkan sebanyak 245 hewan kurban
 
Nasional
27/05/2026 17:37 WIB
Sebanyak 1.152 SPPG Masih Disetop Sementara dari total 4.581
BGN menyebutkan, dari total 4.581 SPPG yang sempat dihentikan sementara, sebanyak 3.429 SPPG telah menyelesaikan proses perbaikan dan kini kembali beroperasi dengan kualitas layanan yang lebih baik.
 
Nasional
27/05/2026 17:13 WIB
Pemerintah Akan Ambil Alih Hotel Sultan Milik Indobuildco pada 18 Juni mendatang
Langkah tersebut ditegaskan sebagai bentuk kepastian hukum sekaligus upaya menjaga ketertiban agar pelaksanaan eksekusi tidak memicu persoalan baru.
 
Nasional
26/05/2026 20:26 WIB
Kemenpar Kembangkan Sistem API Bersama OTA Perkuat Tata Kelola Akomodasi Pariwisata
Menpar Widiyanti menargetkan sistem API dapat diluncurkan pada Juni 2027 mendatang.
 
Nasional
26/05/2026 19:44 WIB
Menko Airlangga: Pemerintah Lanjutkan Kebijakan WFH dan Siapkan Stimulus Semester II 2026
Pada kesempatan tersebut, juga membahas sejumlah stimulus yang akan disiapkan untuk triwulan II dan semester II tahun 2026.
Telkomsel