I.E.K
Rabu, 26 Februari 2020 - 22:49 WIB

46 Persen Pembeli Perumnas Gagal Karena BI Checking

Foto/Ist/ECONOMICZONE
Foto/Ist/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Sebagai perusahaan pelat merah, Perum Perumnas saat ini tidak lagi mendapat lahan khusus dari pemerintah untuk dikembangkan. Perumnas harus membeli sendiri dan bersaing dengan pihak swasta dimana mereka bisa membeli dengan harga berapa saja dan menjualnya dengan harga berapa saja. Tantangan terberat Perumnas adalah proses BI Checking dalam proses kepemilikan rumah atau apartemen.

“Terkait penjualan, ada 46 persen calon pembeli rumah atau apartemen yang gagal. Tantangan terberat adalah BI checking. Nasabah terkena persyaratan terkait sistem keuangan lain,” kata Direktur Utama Perumnas, Bambang Triwibowo di Jakarta, Rabu (26/2).

Selain itu, ada tantangan terkait perizinan hingga terbatasnya kuota FLPP bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sedangkan Land Bank Perumnas menjadi tantangan terberat perumnas dalam pengadaan lahan. Kebanyakan lahan yang dimiliki perumnas telah di okupansi atu menjadi sengketa.

“Land bank kita di atas 1.000 hektar, sedangkan yang siap bangun sekitar 300 hektar tersebar di seluruh Indonesia. kalau membangun di atas Land Bank sendiri susah, kita kerjasama dengan BUMN lain yang memiliki Landbank idle,” terangnya.

Perumnas juga memilki program penjualan kolektif melalui instansi pemerintah maupun swasta untuk program KPR bagi karyawan. Salah satunya payrol mitra perbankan, perumnas kerjasama dalam penyediaan rumah karyawan. “Bisa potong gaji. Ada jaminan juga dari perbankan,” terangnya.

Pembenahan Perumnas saat ini lebih menitikberatkan pada penerapan kerjasama bisnis dengan instansi lainnya. Dengan menciptakan uniqueness untuk penciptaan pangsa baru yang menguntungkan. Salah satunya adalah pengembangan Transit Oriented Development (TOD) lahan iddle milik PT KAI dan Damri. TOD tersebut merupakan konsep pengembangan properti (hunian, area komersil, dll) yang terintegrasi dengan moda transportasi umum (Khususnya yang berkapasitas besar,
seperti Kereta Api/Bus).

“Progress pembangunan Proyek TOD yang dibangun Perumnas yaitu Mahata Tanjung Barat berlokasi di Stasiun Tanjung Barat Jakarta. Mahata tersebut sudah Topping Off dua tower dengan total lantai masing-masing adalah 29 lantai dan 23 lantai. Sedangkan Mahata Margonda di Stasiun Pondok Cina Depok masuk pengerjaan lantai 12. Untuk Mahata Serpong di Stasiun Rawa Buntu Tangerang masuk pengerjaan struktur atas,” pungkasnya.

 

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
29/05/2026 17:52 WIB
Terima PERDISKI, Wapres Dorong Pendidik Jadi Garda Terdepan Wujudkan SDM Unggul
Langkah ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pembangunan SDM unggul melalui sektor pendidikan dan penguatan karakter bangsa.
 
Nasional
29/05/2026 07:13 WIB
Tebar Keberkahan Idul Adha, Bank BSN Salurkan Ratusan Hewan Kurban
PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) dalam pelaksanaan kegiatan Hari Raya Idul Adha 1447 H menyalurkan sebanyak 245 hewan kurban
 
Nasional
27/05/2026 17:37 WIB
Sebanyak 1.152 SPPG Masih Disetop Sementara dari total 4.581
BGN menyebutkan, dari total 4.581 SPPG yang sempat dihentikan sementara, sebanyak 3.429 SPPG telah menyelesaikan proses perbaikan dan kini kembali beroperasi dengan kualitas layanan yang lebih baik.
 
Nasional
27/05/2026 17:13 WIB
Pemerintah Akan Ambil Alih Hotel Sultan Milik Indobuildco pada 18 Juni mendatang
Langkah tersebut ditegaskan sebagai bentuk kepastian hukum sekaligus upaya menjaga ketertiban agar pelaksanaan eksekusi tidak memicu persoalan baru.
 
Nasional
26/05/2026 20:26 WIB
Kemenpar Kembangkan Sistem API Bersama OTA Perkuat Tata Kelola Akomodasi Pariwisata
Menpar Widiyanti menargetkan sistem API dapat diluncurkan pada Juni 2027 mendatang.
 
Nasional
26/05/2026 19:44 WIB
Menko Airlangga: Pemerintah Lanjutkan Kebijakan WFH dan Siapkan Stimulus Semester II 2026
Pada kesempatan tersebut, juga membahas sejumlah stimulus yang akan disiapkan untuk triwulan II dan semester II tahun 2026.
 
Nasional
26/05/2026 18:37 WIB
Telkomsel Gardeng TVRI Siap Amankan Live Streaming Piala Dunia 2026 Tanpa Buffering
Sinergi ini menyatukan dua kekuatan besar: Telkomsel sebagai operator dengan basis pelanggan dan jangkauan sinyal seluler terluas, serta TVRI yang saat ini cakupan siaran digitalnya telah menyentuh 75% populasi masyarakat Indonesia.
Telkomsel