Endang Muchtar
Kamis, 24 September 2026 - 13:08 WIB

Masuknya HSBC Dorong APEX Terbitkan 218 Juta Saham Baru

Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) bersiap kedatangan pemegang saham baru dari kalangan kreditor. HSBC Bank PLC dan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC Ltd) akan menjadi pemegang saham APEX setelah sebagian utang Perseroan dikonversi menjadi saham melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).

Dalam keterbukaan informasi, Rabu (23/9/2026), manajemen APEX menjelaskan bahwa perseroan akan menerbitkan 218.090.317 saham biasa seri B dengan harga pelaksanaan Rp325 per saham.

"Jumlah itu setara 5,79% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah PMTHMETD," tulis manajemen.

Berdasarkan rencana tersebut, HSBC Bank PLC akan menguasai 1,66% saham APEX, sedangkan HSBC Ltd bakal menggenggam 4,14%. Dengan demikian, kedua entitas HSBC Holdings tersebut secara bersama-sama akan memegang 5,79% saham APEX setelah aksi korporasi rampung.

Manajemen mengungkapkan arus kas pada saat jatuh tempo belum sepenuhnya mencukupi untuk memenuhi seluruh kewajibannya sehingga perseroan bernegosiasi dengan kreditur untuk memperoleh skema penyelesaian.

Kesepakatan tersebut mencakup pembayaran sebagian kewajiban, perpanjangan jangka waktu sebagian utang, serta konversi sebagian kewajiban menjadi saham baru.

Utang Jatuh Tempo US$36,25 Juta

Manajemen menjelaskan pinjaman dan beban akrual kepada kreditur sindikasi luar negeri yang jatuh tempo pada 2026 mencapai US$36,25 juta.

Setelah melalui proses restrukturisasi, sebagian kewajiban telah diselesaikan, sebagian dikonversi menjadi saham, dan sebagian lainnya memperoleh perpanjangan tenor. Dengan kesepakatan tersebut, total kewajiban Apexindo kepada kreditur sindikasi luar negeri turun menjadi US$8,67 juta.

Sebelumnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025, pinjaman dan beban akrual perseroan kepada kreditur sindikasi luar negeri mencapai US$36,09 juta. Pada periode yang sama, kas dan setara kas perseroan tercatat US$26,92 juta.

Dalam laporan tersebut, total aset mencapai US$262,45 juta, sedangkan total liabilitas berada di level US$193,42 juta. Ekuitas tercatat US$69,03 juta.

HSBC Dapat 218,09 Juta Saham

Dua kreditur yang akan menerima saham baru adalah HSBC Bank PLC dan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC LTD).

HSBC LTD akan menerima 155.778.802 saham Seri B sebagai penyelesaian kewajiban sebesar US$2,93 juta. Sementara itu, HSBC PLC akan menerima 62.311.515 saham Seri B atas kewajiban sebesar US$1,17 juta.

Dengan demikian, kedua kreditur tersebut secara keseluruhan memperoleh 218.090.317 saham baru. Harga konversi ditetapkan Rp325 per saham dengan kurs yang disepakati Rp17.250 per US$1.
Manajemen menyatakan konversi tersebut hanya mencakup pokok utang dan tidak termasuk bunga maupun denda. Perseroan juga tidak akan menerima dana tunai dari aksi PMTHMETD karena penyetoran saham dilakukan melalui kompensasi hak tagih kreditur.

Dilusi Pemegang Saham Lama 5,79%

Aksi korporasi tersebut akan mengubah struktur kepemilikan perseroan. Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh meningkat dari 3,55 miliar saham menjadi 3,76 miliar saham setelah PMTHMETD.

Kepemilikan PT Aserra Capital akan turun dari 53,51% menjadi 50,41%. Sementara kepemilikan Standard Chartered Bank Singapore S/A Augusta Investment Pte. Ltd. turun dari 6,23% menjadi 5,86%.

Adapun porsi masyarakat turun dari 39,45% menjadi 37,17%. Di sisi lain, HSBC Bank PLC akan menguasai 1,66% dan HSBC LTD sebesar 4,14% setelah transaksi.

Secara keseluruhan, pemegang saham lama akan mengalami dilusi sebesar 5,79%. Dua kreditur sindikasi luar negeri tersebut akan menjadi pemegang saham baru dengan kepemilikan gabungan 5,79% setelah PMTHMETD.

Apexindo Klaim Struktur Keuangan Lebih Sehat

Manajemen menyebut restrukturisasi kewajiban tersebut ditujukan untuk memperbaiki posisi keuangan perseroan.

Dana yang menjadi dasar konversi utang sebelumnya digunakan untuk pembiayaan kembali perpanjangan pinjaman investasi dan pinjaman lainnya serta modal kerja.

Namun, PMTHMETD kali ini tidak menghasilkan dana segar bagi perseroan karena seluruh setoran saham berasal dari kompensasi hak tagih kreditur.
Perseroan akan menerbitkan saham baru tersebut paling lambat 31 Oktober 2026 atau pada tanggal lain yang disepakati para pihak.

Minta Restu Pemegang Saham 7 Oktober

Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 7 Oktober 2026.

Rapat akan berlangsung di Function Room Residence 8, Lantai 7, Jalan Senopati No. 8B, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mulai pukul 10.00 WIB.

Salah satu agenda utama RUPSLB adalah persetujuan PMTHMETD sebanyak 218.090.317 saham Seri B dengan nilai nominal Rp325 per saham. Setoran modal dilakukan melalui kompensasi hak tagih pihak ketiga terhadap Apexindo.

Jika pemegang saham menyetujui aksi tersebut, perseroan akan menerbitkan saham baru kepada HSBC PLC dan HSBC LTD sebagai bagian dari penyelesaian utang.

Manajemen menyatakan transaksi tersebut bukan transaksi afiliasi, benturan kepentingan, maupun transaksi material sebagaimana ketentuan pasar modal

 

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
06/11/2026 18:17 WIB
Telin Dinobatkan Perusahaan Wholesale Terbaik di Asia dalam Telecom Review Excellence Awards 2026
Apresiasi atas inovasi kabel bawah laut dan pengembangan bisnis konektivitas wholesale Telin, sejalan dengan kontribusinya dalam perkembangan pasar di industri ICT Global
 
Nasional
05/11/2026 19:14 WIB
Dukung Akurasi Informasi Penerbangan, Telkom University dan AirNav Kenalkan NOTAM Berbasis AI di AS
Pengembangan inovasi teknologi AI LLM dorong efisiensi industri penerbangan
 
Nasional
05/11/2026 17:10 WIB
Metranet Hadirkan Executive Dashboard Berbasis AI, Dukung Efektivitas Operasional DPR RI
Optimalisasi teknologi AI, big data, dan analitik media sosial, untuk menunjang kebutuhan informasi dalam fungsi legislasi
 
Nasional
04/11/2026 15:07 WIB
Telkom Dukung Try Out TKA 2026 di Banten, Fasilitasi 84.000 Peserta dari 570 Sekolah
Melalui PIJAR, Telkom menghadirkan dukungan asesmen digital dengan fitur pengawasan untuk membantu sekolah memantau pelaksanaan ujian
 
Nasional
03/11/2026 20:08 WIB
UMKM Binaan Telkom Jaring Peluang Bisnis di 18 Negara melalui TEI 2026
Himpun prospek pembeli, termasuk calon mitra internasional, untuk memperluas akses pasar dan membuka peluang ekspor produk unggulan Indonesia
 
Nasional
03/11/2026 17:03 WIB
Telkom Kian Agresif Garap Pasar Enterprise, Digiserve Jadi Ujung Tombak Penggerak Pertumbuhan Baru
Beroperasi dengan nama badan hukum PT Telkom Solusi Indonesia, Digiserve fokus memperluas peluang bisnis melalui integrasi solusi B2B ICT TelkomGroup
 
Nasional
03/11/2026 14:59 WIB
Kapasitas Data Center di Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Perluas Langkah Ekspansi Infrastruktur AI Indonesia
NeutraDC jajaki peluang pengembangan kapasitas hingga 1 GW di lokasi strategis untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan komputasi digital
Ad Placholder