ECONOMIC ZONE - PT. Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) akan memulai pelayaran trayek luar negeri dan tahap awal pelayaran yang dilalui adalah pasar ASEAN.
Pada Rencana Jangka Panjang (RJPP) 2020-2024 PELNI menyasar pasar hingga ke negara Asia Tenggara, pasar ASEAN. Pelayaran perdana dimulai dari Tanjung Priok, Jakarta – Natuna- Pelabuhan Muara, Brunei Darussalam. Empat Kapal Logistik Nusantara akan berangkat pada Jumat (1/2020).
Kapal berkapasitas 105 teus/container itu akan mengambil rute dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Kapal akan singgah di Selat Lampa, Natuna dan melanjutkan pelayaran ke Pelabuhan Muara, Brunei Darussalam.
Kepala Kesekretariatan Perusahaan PELNI Yahya Kuncoro menjelaskan, PELNI sekarang tidak hanya melayani angkutan penugasan kapal penumpang, namun telah mengembangkan bisnis angkutan barang untuk dalam negeri dan luar negeri.
" Kami merevisi visi perusahaan dari sebelumnya Menjadi Perusahaan Pelayaran Nasional yang Tangguh dan Pilihan Utama Pelanggan dirubah menjadi Perusahaan Pelayaran Nasional dan Logistik Maritim Terkemuka di Asia Tenggara,” ujar Yahya.
Kemudian Yahya menambahkan, revisi visi Perusahaan didasari perkembangan bisnis transportasi laut yang terbuka ke penjuru Tanah Air dan seluruh dunia terutama untuk angkutan barang.
“Pasar yang sudah siap dan sudah ada komunikasi adalah Brunei Darussalam dan kami akan berlayar mulai bulan depan, 14 Februari 2020 nanti kapal akan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Brunei,” kata Yahya.
Lebih lanjut Yahya menuturkan bahwa Pelayaran ke Brunei Februari mendatang, akan memakan waktu selama sembilan hari.
“Estimasi hari layar sekitar 9 hari. Bagi pelanggan yang akan mengangkut barang ke Brunei dapat menghubungi Contact Center PELNI 162 atau bagian pemasaran angkutan barang. Kami ada yang melayani khusus muatan ke Brunei,” tambah Yahya.
PELNI mengoperasikan 113 armada terdiri 26 kapal penumpang tipe 3000/2000 pax sebanyak 12 unit, tipe 1000 pax sembilan unit dan tipe 500/Roro lima unit, 53 kapal perintis, 13 kapal barang tol laut, tiga kapal barang komersial, satu kapal ternak dan 17 kapal rede.
Komentar