ECONOMIC ZONE - Pembalap rally wanita Indonesia Lody Francis Natasha kembali menunjukkan kiprahnya di kancah motorsport Asia melalui partisipasinya dalam Thailand Rally Raid Championship (TRRC) 2026 Round 1, yang berlangsung pada 25–26 April 2026 di Chachoengsao, Thailand. Bersama co-driver Nada Simarak dari Thailand, Lody berhasil meraih posisi ke-3 di kelas T2.1 serta menjadi satu-satunya tim wanita yang berpartisipasi di ajang ini, sebuah pencapaian signifikan di tengah persaingan ketat yang didominasi oleh pembalap rally raid berpengalaman.
Rally yang berlangsung selama dua hari ini mencakup sekitar 150 kilometer special stage, dimulai dengan stage pendek namun teknis sejauh 8,85 km (SS1), dilanjutkan dengan stage yang lebih panjang dan menantang sejauh 133,47 km (SS2). Meski jaraknya relatif lebih singkat, ajang ini dikenal sebagai salah satu medan pembuktian paling kompetitif di kawasan, dengan banyak peserta yang juga merupakan kompetitor rutin di Asia Cross Country Rally (AXCR) 2026.
“TRRC ini diikuti oleh tim-tim inti dengan jam terbang tinggi, terutama dari Thailand yang rutin berkompetisi sepanjang tahun. Sementara saya hanya turun setahun sekali, jadi ini menjadi tantangan tersendiri. Walaupun jaraknya sekitar 133 kilometer, bagi saya ini termasuk rally yang pendek, sehingga waktu sangat terbatas. Kalau performa kurang baik atau ada kendala, tidak ada kesempatan untuk memperbaiki di hari berikutnya,” ujar Lody.
Partisipasi Lody di TRRC merupakan bagian penting dari strategi persiapannya menuju AXCR, yang dikenal sebagai ajang rally lintas alam terbesar dan paling bergengsi di Asia. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1996, AXCR telah melintasi berbagai negara seperti Thailand, Malaysia, Laos, Vietnam, Kamboja, dan China, serta berada di bawah naungan resmi Fédération Internationale de l’Automobile (FIA), badan dunia yang juga menaungi Formula 1, World Rally Championship (WRC), dan Dakar Rally.
Sebagai ajang yang dirancang sebagai ujian ketahanan tingkat tinggi, AXCR menghadirkan tantangan lintasan ekstrem dan beragam, mulai dari jalan pegunungan, hutan lebat, penyeberangan sungai, area perkebunan, hingga jalur pantai, yang sering kali diperumit oleh kondisi cuaca yang tidak menentu. Rally ini menuntut tidak hanya kecepatan, tetapi juga presisi navigasi, ketahanan fisik, serta kekuatan mental yang tinggi.
AXCR terus berkembang baik dari segi skala maupun kompleksitas. Edisi tahun 2026, yang menandai penyelenggaraan ke-31, akan menempuh jarak sekitar 2.000 kilometer dari Pattaya hingga Phitsanulok. Meskipun diselenggarakan sepenuhnya di Thailand, ajang ini tetap mempertahankan standar kompetisi internasional.
“Saya sangat bersyukur atas hasil ini dan atas semua dukungan yang saya terima selama perjalanan ini. Membawa nama Indonesia di ajang internasional selalu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya. Sebagai bagian dari Komisi Women in Motorsport IMI, saya juga berharap perjalanan ini bisa membuka lebih banyak peluang bagi perempuan di dunia motorsport. Setiap balapan bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga membuktikan bahwa kami bisa berada dan berprestasi di level tertinggi. Saya berharap progress ini bisa terus berlanjut dan mendapat dukungan lebih besar untuk motorsport Indonesia,” tambahnya.
Perjalanan Lody di AXCR mencerminkan komitmen jangka panjang terhadap dunia motorsport. Sejak pertama kali berpartisipasi pada tahun 2017 sebagai salah satu pembalap wanita Indonesia pertama, ia telah menjalani berbagai peran dalam tim rally, mulai dari co-driver hingga team manager, sebelum kembali sebagai driver sejak tahun 2023 dengan formasi tim all-women. Sebagai privateer independen yang bersaing dengan tim pabrikan, Lody menghadirkan kombinasi langka antara pengalaman teknis dan ketangguhan.
Pada AXCR 2025, Lody mencatatkan hasil posisi ke-11 di kelas T1D (Diesel) dari 26 peserta dan posisi ke-19 overall dari 44 peserta, sekaligus menjadi tim wanita dengan performa terbaik di kategorinya.
Lebih dari sekadar kompetisi, Lody juga merepresentasikan gerakan yang lebih luas dalam dunia motorsport. Di tengah dominasi pembalap pria, kehadirannya menegaskan semakin besarnya peran perempuan dalam rally raid di tingkat internasional.
“Saya ingin membuktikan bahwa perempuan juga punya tempat di rally raid. Ini bukan hanya tentang saya, tetapi tentang membuka jalan dan memberi kepercayaan diri bagi lebih banyak perempuan untuk terjun ke dunia ini,” tegas Lody.
Sebagai atlet Indonesia yang berlaga di panggung internasional, Lody tidak hanya membawa kredibilitas performa, tetapi juga nilai storytelling yang kuat, menggabungkan representasi nasional, pemberdayaan perempuan, dan semangat endurance sport. Perjalanannya sebagai privateer yang dibangun atas disiplin dan presisi di kondisi ekstrem terus menarik perhatian, baik dari komunitas motorsport maupun audiens yang lebih luas.
TRRC 2026 Round 1 menjadi tonggak penting dalam perjalanannya menuju AXCR. Dengan pengalaman yang terus berkembang, performa yang konsisten, serta paparan terhadap kompetisi elit, Lody semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu rising contender di kancah rally raid Asia.
Komentar