Hedi Suryono
Jumat, 24 April 2026 - 08:45 WIB

Mengupas Keunggulan Teknis BBG sebagai Solusi Energi Masa Depan

Foto/Dok-PGN/ECONOMICZONE
Foto/Dok-PGN/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE  - Jakarta, 15 April 2026 – Sebagai wujud menjaga ketahanan energi negeri, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) berkomitmen terus mengoptimalkan layanan Bahan Bakar Gas (BBG) bagi kendaraan. Secara teknis, BBG dapat menjadi energi alternatif sekaligus menjadi standar baru yang mendukung performa mesin kendaraan lebih optimal dan ramah lingkungan.

Sejumlah keunggulan BBG menjadi perhatian yang menarik di sektor otomotif. BBG mengandung nilai oktan (Research Octane Number/RON) yang tinggi di kisaran 120 hingga 130. Hal ini memungkinan mesin beroperasi dengan rasio kompresi yang lebih tinggi, sehingga meningkatkan efisiensi termal mesin secara optimal.

Sebagai bahan bakar yang kandungan utamanya adalah metana (CH4), pembakaran BBG pada mesin lebih sempurna dan ramah lingkungan. BBG menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah sekitar 20% dibandingkan bahan bakar minyak (BBM) dan tidak meninggalkan residu pada komponen mesin. Dengan manfaat yang optimal pada mesin, penggunaan BBG dapat membuat mesin lebih awet dan mengurangi biaya perawatan.

Kendaraan yang menggunakan BBG menggunakan tangki khusus yang menampung BBG hingga 15 liter gas per tangki. Tangki BBG dirancang dengan standar keamanan yang tinggi. Apabila ada kebocoran, gas akan segera naik dan mengurai di udara sehingga tidak menimbulkan ledakan.

“Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai aspek keamanan, karena pemasangan setiap converter kit maupun tangki BBG melalui standar yang keselamatan internasional oleh tenaga ahli yang kompeten,” jelas Direktur Operasi dan Komersial Gagas Maisalina.

Adapun rata-rata pemakaian BBG pada kendaraan pribadi sebesar 10 Liter setara pertalite (LSP) per hari, taksi 20 LSP/ hari, bajaj dan angkot 15 – 20 LSP/ per hari. Sedangkan untuk kendaraan jenis truk atau bis rata-rata pemakaian 125 – 165 LSP/ hari. Untuk pemakaian 1 LSP dapat menempuh jarak hingga 10 KM.

“Harga BBG juga stabil di angka Rp4.500 per LSP, sangat bersahabat karena sumber gasnya berasal dari sumber domestik. Dengan banyak manfaat yang dapat dirasakan, kami berharap minat terhadap BBG semakin meningkat. Sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, kami juga terus memperkuat kapabilitas agar layanan BBG semakin massif dan optimal sebagai solusi bahan bakar yang andal bagi masyarakat di berbagai wilayah,” tutup Maisalina.

BBG dapat dikonversi ke beberapa jenis kendaraan yang dedicated BBG fuel dan kendaraan yang menerapkan sistem dual fuel, dimana kendaraan dipasang converter kit sebagai switch sehingga dapat menggunakan BBG dan BBM secara bergantian. Sistem tersebut juga dapat membuat jarak tempuh kendaraan semakin panjang. Saat ini BBG telah banyak dipakai oleh, taksi konvensional, taksi online, bajaj, kendaraan pribadi, angkot dan transjakarta.

Gagas menjalin kemitraan dengan Komunitas Mobil Gas (Komogas) yang ikut berperan penting dalam membangun ekosistem BBG di Indonesia. Melalui kemitraan ini, Gagas turut memastikan infrastruktur dan layanan BBG relevan dengan masyarakat. Salah satu langkah konkret yaitu peluncuran bengkel keliling BBG beserta edukasi keamanan dan efisiensi penggunaan BBG.

Ketua Komogas, Andy Lala, menjelaskan bahwa penggunaan BBG dipilih anggota komunitas karena harga BBM yang semakin tinggi, ruang bakar yang lebih bersih, serta keterbatasan anggaran untuk membeli kendaraan listrik baru, sehingga BBG menjadi solusi yang terjangkau dan efisien. Untuk itu, Komogas berharap dukungan terhadap kendaraan BBG dapat diperkuat, termasuk ketersediaan bengkel khusus BBG yang mudah dijangkau, seperti Bengkel Keliling BBG.

“Keberadaan Bengkel Keliling BBG sangat bermanfaat karena memudahkan perawatan dan perbaikan kendaraan BBG, mengurangi kesulitan mencari bengkel khusus, dan membantu menjaga waktu kerja pengemudi,” jelas Andy. Menurutnya, bengkel keliling ini diharapkan menjadi tulang punggung ekosistem BBG yang lebih kuat, sekaligus mendorong pengguna lain beralih dari BBM ke BBG.

 

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
19 jam yang lalu
Tingkatkan Kreativitas Digital Guru di Ruang Kelas, Telkomsel Bikin Ribuan Tenaga Pendidik Makin Canggih Mengajar dengan AI
Kurikulum Terpujilah GURU dirancang agar keterampilan yang dipelajari dapat langsung digunakan.
 
Nasional
22 jam yang lalu
Beli Tiket MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 via wondr by BNI, Diskon hingga Rp300 Ribu
BNI menghadirkan penawaran khusus bagi nasabah yang ingin menyaksikan MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, NTB pada 9-11 Oktober 2026
 
Nasional
23 jam yang lalu
BI Tahan BI Rate di Level 5,75 Persen
Gubernur BI, Destry Damayanti, mengatakan keputusan tersebut konsisten dengan upaya menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan.
 
Nasional
22/09/2026 20:32 WIB
Bersama Danantara, TelkomGroup Siapkan Infrastruktur Data Center Menuju Sovereign AI Indonesia
NeutraDC mantapkan rencana pengembangan AI data center hingga 1 GW, dukung pemerataan kapabilitas komputasi nasional
 
Nasional
22/09/2026 12:47 WIB
Indonesia Koleksi 7 Medali di Awal Asian Games 2026, Dukungan untuk Atlet Terus Mengalir
Dukungan dan doa dapat diberikan dengan menyaksikan perjuangan para atlet melalui kanal siaran resmi yang telah ditetapkan oleh penyelenggara dan pemegang hak siar seperti RANS Entertainment dan TVRI, serta dukungan Emtek Media melalui Vidio dan Nex.
 
Nasional
22/09/2026 11:57 WIB
BEI Turunkan Batas Saham Gocap ke Rp1, Mulai 28 September
BEI menjelaskan penyesuaian itu bertujuan agar saham dapat diperdagangkan dengan rentang harga yang lebih luas sehingga kualitas price discovery dapat meningkat. Selain itu, penurunan harga saham menjadi Rp1 juga diharapkan mampu mendorong peningkatan likuiditas, serta memberikan…
 
Nasional
22/09/2026 11:28 WIB
Menhut dan Kepala BNPB Perkuat Sinergi Pengendalian Karhutla Pasca-Penurunan Hotspot Nasional
Di Kalimantan Tengah, kabut asap sempat membatasi operasi udara dari Bandara Tjilik Riwut. Pemerintah karena itu menyesuaikan basis operasi OMC dengan memanfaatkan Bandara Syamsudin Noor serta Pangkalan Bun mengikuti kondisi jarak pandang dan peta potensi awan dari BMKG.
Ad Placholder