MA
Kamis, 25 Desember 2025 - 17:26 WIB

Dorong Transisi Energi, Satgas Energi HIPMI Perkuat Ekosistem Pembiayaan Bioenergi

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa
Dummy

ECONOMIC ZONE - Forum Energy Outlook 2026 bertajuk “Strengthening Indonesia’s Energy Supply Chain” sukses diselenggarakan oleh Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) berkolaborasi dengan Satgas Energi BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Rabu (17/12/2025), di The Westin, Jakarta.

Forum strategis ini mempertemukan para pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari pemerintah, pelaku industri energi, akademisi, hingga lembaga keuangan, untuk berdiskusi, berbagi wawasan, serta menjajaki peluang kolaborasi dalam menghadapi dinamika global sektor energi.

Ketua Umum ASPEBINDO, Anggawira, dalam sambutan pembuka Diskusi Panel 1 bertema “Security & Efficiency in Fossil Energy Supply Chain”, menegaskan bahwa energi merupakan tulang punggung pembangunan nasional. Tanpa energi yang andal dan terjangkau, industrialisasi dan keadilan sosial tidak akan tercapai.

Menurutnya, rantai pasok energi yang rapuh akan mendorong kenaikan biaya logistik, menurunkan daya saing industri, memperlebar kesenjangan antarwilayah, serta melemahkan ketahanan energi nasional. Oleh karena itu, ASPEBINDO berkomitmen mendorong dialog konstruktif dan solusi konkret guna memperkuat ketahanan energi Indonesia secara berkelanjutan.

Sebagai Keynote Speaker Panel 1, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa di tengah peningkatan konsumsi energi nasional dan target net zero emission, gas bumi memiliki peran strategis sebagai energi transisi. Tantangan utama yang dihadapi adalah memastikan ketersediaan pasokan, infrastruktur, serta rantai pasok gas bumi yang kuat dan berkelanjutan.

Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen mewujudkan swasembada energi melalui peningkatan produksi migas, percepatan pembangunan infrastruktur gas, serta penguatan rantai pasok energi nasional dengan dukungan regulasi adaptif, kolaborasi lintas sektor, dan iklim investasi yang kondusif.

Sementara itu, Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas ASPEBINDO, menekankan bahwa ketahanan rantai pasok energi nasional harus diperkuat secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Ia mendorong peran strategis koperasi, khususnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dalam distribusi dan pengelolaan energi seiring meningkatnya peran Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Ia menambahkan, sinergi antara industri besar dan koperasi perlu diperkuat agar pengelolaan energi berjalan efisien, berkeadilan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.

Pada kesempatan yang sama, Nanang Abdul Manaf, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Eksplorasi dan Peningkatan Produksi Migas sekaligus Ketua Satgas Percepatan Peningkatan Produksi/Lifting Migas, menegaskan bahwa ketahanan energi nasional tidak mungkin tercapai tanpa cadangan migas yang memadai. Cadangan tersebut hanya dapat diperoleh melalui kegiatan eksplorasi yang berkelanjutan.

Menurutnya, eksplorasi migas membutuhkan investasi besar, sehingga pemerintah menyiapkan kebijakan fiskal yang lebih fleksibel, insentif kompetitif, serta perbaikan tata kelola data dan regulasi agar Indonesia tetap menarik bagi investor global.

Diskusi berlanjut pada Panel 2 bertema “Financing Bioenergy for Sustainable Growth” dengan Keynote Speaker Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan Bachtiar Najamudin. Ia memperkenalkan konsep green democracy dan menekankan bahwa kebijakan energi tidak boleh semata-mata didikte oleh mekanisme pasar, melainkan harus menghadirkan keadilan antarwilayah.

DPD RI, menurut Sultan, mendorong pembentukan Dana Investasi Bioenergi Nasional melalui skema blended finance guna memberikan bantalan risiko bagi investor, khususnya di wilayah dengan infrastruktur yang belum memadai.

Kasatgas Energi BPP HIPMI, Jay Singgih, dalam sambutan pembuka Panel 2 menegaskan bahwa transisi energi bukan sekadar penambahan sumber energi alternatif, melainkan mencakup perubahan sistem, perilaku, dan pola investasi. Indonesia, kata dia, memiliki potensi biomassa yang sangat besar yang dapat menjadi kekuatan utama dalam agenda transisi energi nasional.

Jay Singgih yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum ASPEBINDO dan Ketua Umum INTRAMIGAS menilai bahwa tantangan pengembangan bioenergi tidak hanya terletak pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada penciptaan ekosistem pembiayaan yang mampu memastikan proyek yang layak, bankable, dan berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku industri, lembaga perbankan, dan pembiayaan nonperbankan menjadi kunci keberhasilan transisi energi. Dukungan pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan akan memastikan transisi energi berjalan cepat, adil, serta memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Melalui Satgas Energi BPP HIPMI, berbagai inisiatif telah dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pengusaha muda, memperluas jejaring usaha, serta mendorong keterlibatan UMKM dalam rantai nilai bioenergi, termasuk melalui workshop dan kunjungan lapangan pengembangan bioenergi.

Menutup sambutannya, Jay Singgih menyampaikan optimisme bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemain utama pengembangan bioenergi di kawasan. Ia berharap Forum Energy Outlook 2026 dapat menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi, memperluas kolaborasi, dan mempercepat implementasi kebijakan energi berkelanjutan yang selaras dengan Asta Cita dan Program Strategis Nasional.


Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
29/05/2026 17:52 WIB
Terima PERDISKI, Wapres Dorong Pendidik Jadi Garda Terdepan Wujudkan SDM Unggul
Langkah ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pembangunan SDM unggul melalui sektor pendidikan dan penguatan karakter bangsa.
 
Nasional
29/05/2026 07:13 WIB
Tebar Keberkahan Idul Adha, Bank BSN Salurkan Ratusan Hewan Kurban
PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) dalam pelaksanaan kegiatan Hari Raya Idul Adha 1447 H menyalurkan sebanyak 245 hewan kurban
 
Nasional
27/05/2026 17:37 WIB
Sebanyak 1.152 SPPG Masih Disetop Sementara dari total 4.581
BGN menyebutkan, dari total 4.581 SPPG yang sempat dihentikan sementara, sebanyak 3.429 SPPG telah menyelesaikan proses perbaikan dan kini kembali beroperasi dengan kualitas layanan yang lebih baik.
 
Nasional
27/05/2026 17:13 WIB
Pemerintah Akan Ambil Alih Hotel Sultan Milik Indobuildco pada 18 Juni mendatang
Langkah tersebut ditegaskan sebagai bentuk kepastian hukum sekaligus upaya menjaga ketertiban agar pelaksanaan eksekusi tidak memicu persoalan baru.
 
Nasional
26/05/2026 20:26 WIB
Kemenpar Kembangkan Sistem API Bersama OTA Perkuat Tata Kelola Akomodasi Pariwisata
Menpar Widiyanti menargetkan sistem API dapat diluncurkan pada Juni 2027 mendatang.
 
Nasional
26/05/2026 19:44 WIB
Menko Airlangga: Pemerintah Lanjutkan Kebijakan WFH dan Siapkan Stimulus Semester II 2026
Pada kesempatan tersebut, juga membahas sejumlah stimulus yang akan disiapkan untuk triwulan II dan semester II tahun 2026.
 
Nasional
26/05/2026 18:37 WIB
Telkomsel Gardeng TVRI Siap Amankan Live Streaming Piala Dunia 2026 Tanpa Buffering
Sinergi ini menyatukan dua kekuatan besar: Telkomsel sebagai operator dengan basis pelanggan dan jangkauan sinyal seluler terluas, serta TVRI yang saat ini cakupan siaran digitalnya telah menyentuh 75% populasi masyarakat Indonesia.
Telkomsel