RM
Jumat, 29 Oktober 2021 - 14:53 WIB

Dukung Penggunaan Kartu Kredit Pemerintah, BRI: Cepat, Transparan dan Akuntabel

Foto/Dok-BRI/ECONOMICZONE
Foto/Dok-BRI/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Dalam mendukung berbagai program pemerintah, BRI implementasikan Kartu Kredit Pemerintah (KKP). Hal ini dilakukan guna mewujudkan belanja negara yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Sejak 1 Juli 2019, kartu kredit menjadi satu alat pembayaran Satuan Kerja (satker) di pemerintahan.

“Transaksi KKP melalui marketplace pemerintah memberikan manfaat yang cukup signifikan bagi berbagai pihak. BRI sebagai bank penerbit dan penyedia KKP mendukung optimalisasi penggunaan KKP bagi para Satuan Kerja. Lewat jaringan kerja BRI yang tersebar, kami yakin dapat memberikan layanan prima kepada seluruh satuan kerja pengguna Kartu Kredit Pemerintah (KKP), sehingga pengelolannya semakin cepat, transparan serta akuntabel,” kata Direktur Bisnis Konsumer BRI, Handayani dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (28/10).

KKP ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 196/2018 tentang Tata Cara Pembayaran dan Penggunaan Kartu Kredit Pemerintah. Sebagai salah satu bank penerbit KKP, BRI mencatat sebanyak 6.911 satker yang telah bekerja sama dalam penggunaannya, dengan total jumlah kartu beredar sebanyak 9.968 kartu yang ditunjang dengan total transaksi sebanyak 844.759 transaksi periode Januari hingga September 2021.

Guna memenuhi kebutuhan transaksi Uang Persediaan (UP), pemerintah juga turut memfasilitasi satuan kerja pengguna KKP melalui penyediaan platform Digipay, yang merupakan hasil pengembangan yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan maupun BELA Pengadaan, dan disempurnakan oleh LKPP. Volume transaksi dari KKP BRI sebesar 25% dari seluruh transaksi Digipay BRI dengan jumlah transaksi KKP sebanyak 1.360 transaksi. Hingga saat ini, total transaksi KKP Bank BRI yang dilakukan secara online adalah sebesar 33% dari total transaksi KKP BRI. Ini menunjukkan Hal ini menggambarkan bahwa satker semakin fasih dalam bertransaksi KKP secara online.

Kesejahteraan pelaku UMKM di Indonesia pun semakin terdorong melalui pemanfaataan marketplace oleh pemerintah. Pangsa pasar UMKM menjadi semakin luas dengan gerakan go digital sehingga nantinya diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk melalui mekanisme pasar di marketplace pemerintah.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
25/06/2026 17:28 WIB
Buka Jalan Difabel, Bank Mandiri Taspen dan PNM Hadirkan Pelatihan Vokasi di Brebes
PT Bank Mandiri Taspen dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Tegal terus melakukan berbagai upaya pemberdayaan untuk membuka akses yang lebih setara
 
Nasional
25/06/2026 17:25 WIB
Pemprov DKI Jakarta dan Bank Jakarta Raih Penghargaan pada Cita Loka Fest 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Bank Jakarta meraih penghargaan dalam ajang Cita Loka Fest 2026
 
Industri
24/06/2026 22:51 WIB
6G Sudah di Depan Mata, Ini yang Terjadi dengan 5G Sekarang
Ericsson Mobility Report Juni 2026: 5G capai 3,1 miliar, uplink tumbuh lebih cepat, dan peluang besar FWA di Indonesia. Simak proyeksi hingga 2031
 
Nasional
24/06/2026 09:00 WIB
Tunaiku by Amar Bank Terbang di Langit Indonesia Bareng Citilink
Amar Bank jadi bank digital pertama yang pasang livery di pesawat Citilink. Kolaborasi ini hadirkan kemudahan finansial via Tunaiku bagi penumpang.
 
Nasional
22/06/2026 14:53 WIB
Pagu Anggaran Tahun 2027 Disetujui, Kemenko Perekonomian Siap Perkuat Koordinasi Kebijakan Ekonomi
Rapat menyetujui pagu anggaran beserta usulan tambahannya bagi tujuh Kementerian Koordinator untuk Tahun Anggaran 2027. Dengan begitu, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI memperoleh total pagu anggaran untuk tahun Anggaran 2027 sebesar Rp664 miliar.
 
Nasional
22/06/2026 14:43 WIB
OJK Sita 41 Aset Terkait Dugaan Tindak Pidana Perbankan Syariah di BPRS GP
Penyitaan aset dilakukan pada 17–18 Juni 2026 setelah memperoleh penetapan resmi dari Pengadilan Negeri setempat.
 
Nasional
21/06/2026 19:06 WIB
Wapres Gibran Buka PESPARAWI Nasional XIV Tahun 2026
Pesparawi Nasional XIV diikuti oleh kontingen dari 38 provinsi di seluruh Indonesia dengan total peserta, pelatih, dan ofisial yang hadir di Manokwari diperkirakan mencapai 5.000 lebih.
Telkomsel