RM
Kamis, 26 Agustus 2021 - 17:19 WIB

Tujuh Bank Restrukturisasi Utang Waskita Karya Senilai Rp21,9 Triliun

Foto/Ist/ECONOMICZONE
Foto/Ist/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama tujuh kreditur perbankan sepakat melakukan restrukturisasi utang dengan nilai Rp21,9 Triliun dari total utang sebesar Rp29 Triliun, melalui Perjanjian Restrukturisasi Induk atau Master Restructuring Agreement (MRA) Waskita Karya. Nilai tersebut merupakan 75 persen dari total utang Waskita yang akan direstrukturisasi.

Perjanjian yang ditandatangani Direktur Utama Waskita Karya dan para Direktur Utama dan Jajaran Direksi 7 kreditur di Mandiri Club, Jakarta, Rabu (25/8) disaksikan Wakil Menteri II Kementerian BUMN, Kartika Wirjoatmodjo. Dengan perjanjian restrukturisasi tersebut diharapkan BUMN yang bergerak di sektor infrastuktur ini dapat memulihkan kondisi keuangan dan melanjutkan transformasi, sekaligus berkontribusi positif pada perekonomian nasional.

“Waskita Karya merupakan salah satu BUMN yang telah berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan perekonomian nasional. Kami sangat mengapresiasi koordinasi dan kerjasama yang telah dilakukan oleh semua pihak yang terlibat dalam mendukung pemulihan keuangan dan transformasi dari Waskita Karya,” kata Wakil Menteri II Kementerian BUMN, Kartika Wirjoatmodjo dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (26/8).

Menurutnya, restrukturisasi keuangan Waskita Karya harus pula diikuti perbaikan fundamental perusahaan dengan melakukan transformasi bisnis yang berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan. “Dengan demikian, momentum penting ini tak hanya mempercepat pemulihan, tapi juga bisa mendorong Waskita memberikan kontribusi positif pada perekonomian nasional yang tengah berusaha bangkit dari dampak pandemi COVID-19,” lanjutnya.

Adapun 7 bank yang terlibat dalam restrukturisasi tersebut meliputi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang bertindak sebagai leading bank, lalu disusul PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Bank BTPN Tbk, Bank Syariah Indonesia Tbk, Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat, dan Bank DKI. Momen pemulihan keuangan tersebut langsung direspon Waskita Karya dengan meluncurkan program transformasi bisnis bertajuk, “Warisan Kita”, yang mengusung tiga pilar utama, yakni portfolio & innovation, lean, dan digital.

“Saat ini, Waskita Karya dalam proses melakukan transformasi secara total dari segi operasional sampai dengan keuangan. Penandatanganan MRA yang berlangsung hari ini menjadi momentum positif bagi Waskita dan seluruh stakeholder,” kata Direktur Utama Waskita, Destiawan Soewardjono.

Direktur Utama BRI Sunarso sebagai perwakilan kreditur mengungkapkan bahwa kesepakatan ini penting dilakukan, mengingat Waskita Karya harus terus melanjutkan operasionalnya dengan baik, sehingga mendukung perbaikan kinerja keuangannya. “Kami memahami, bahwa Waskita Karya juga telah berkomitmen untuk melakukan transformasi bisnis, transformasi keuangan, termasuk mendivestasi aset-aset jalan tol-nya,” katanya.

Lebih lanjut, Sunarso menjelaskan bahwa penandatanganan MRA ini dapat menjadi momentum positif bagi kreditur lain agar turut serta dalam program perbaikan kinerja keuangan Waskita Karya yang pada akhirnya dapat memperbaiki kondisi portfolio semua kreditur. “Semoga segala usaha kita hari ini akan memberikan manfaat yang optimal bagi Waskita Karya dalam memulihkan kembali kondisi bisnisnya, sehingga pada akhirnya dapat menjadi BUMN Karya yang semakin kuat dan dapat diandalkan dalam pembangunan infrastruktur strategis ke depannya untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi
Indonesia,” ungkapnya.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk merupakan perusahaan BUMN yang memiliki kontribusi signifikan dalam berbagai pembangunan proyek strategis nasional, termasuk lebih dari 20 proyek jalan tol, seperti tol Trans Jawa, Trans Sumatera, serta tol dalam kota Jabodetabek dan Surabaya. Termasuk pula, pembangunan transmisi listrik, bendungan, fasilitas kereta api dan LRT, bandar udara, dan juga pelabuhan.

Upaya pemulihan kondisi keuangan Waskita Karya muncul seiring dengan tekanan yang dialami emiten berkode WSKT ini sejak tahun 2020. Hal ini disebabkan penurunan kinerja dan pendapatan bisnis konstruksi akibat pandemi COVID-19. Langkah-langkah ekstra diperlukan agar Waskita Karya dapat memenuhi kewajibannya kepada kreditur bank maupun vendor.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemerintah melalui Kementerian BUMN selaku pemegang saham utama Waskita Karya membentuk tim Percepatan Restrukturisasi Waskita Karya. Sementara, Waskita Karya menunjuk konsultan independen untuk membantu mengawal perusahaan menjalankan transformasi bisnis, transformasi keuangan, dan pengamanan legal.

Salah satu transformasi keuangan yang akan dilakukan WSKT, antara lain pengaturan kembali portfolio jalan tol yang sedang atau akan dibangun Waskita demi membantu perusahaan dalam memulihkan kondisi keuangan sehingga menjadi lebih kuat secara fundamental.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
10 jam yang lalu
Ferdian Timur Satyagraha Ditunjuk Sebagai Direktur Keuangan Pegadaian
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk selaku pemegang saham, menunjuk Ferdian Timur Satyagraha sebagai Direktur Keuangan, Perencanaan Strategis dan Manajemen Risiko PT Pegadaian dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar…
 
Nasional
10 jam yang lalu
MotoGP Mandalika, PLN Siapkan Listrik Tanpa Kedip
Jelang tes pra musim MotoGP yang akan dihelat tanggal 13 – 15 Februari 2022, PLN kembali mempersiapkan infrastruktur kelistrikan dengan menghadirkan layanan Zero Down Time (ZDT).
 
Nasional
10 jam yang lalu
Volume Pengguna Stabil, KAI Commuter Ajak Penumpang KRL Bersiap Masuki Musim Hujan
KAI Commuter mencatat bahwa volume pengguna KRL pada Senin pagi ini (17/1) tidak jauh berbeda dengan Senin pada pekan lalu.
 
Nasional
10 jam yang lalu
Lebih Ramah Lingkungan, AP I Terima Sertifikat Sistem Manajemen Energi Untuk Bandara I Gusti Ngurah Rai
Berkat penerapan Sistem Manajemen Energi yang ramah lingkungan, PT Angkasa Pura I (AP I) menerima sertifikat sistem manajemen energi ISO 50001:2018 untuk Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dari TUV SUD Indonesia.
 
Nasional
06/01/2022 16:04 WIB
Strategi PLN Amankan Pasokan Batu Bara
PT PLN (Persero) memastikan tidak ada pemadaman listrik setelah Pemerintah melalui Kementerian ESDM melakukan pelarangan ekspor kepada IUPK yang belum memenuhi DMO.
 
Nasional
06/01/2022 16:00 WIB
Konsorsium Jasa Marga Pemenang Lelang Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap Senilai Rp56,2 Triliun
PT Jasa Marga (Persero) Tbk melakukan penambahan konsesi jalan tol dalam rangka menciptakan value bagi pemegang saham, sekaligus mempertahankan posisi sebagai market leader dalam industri jalan tol di Indonesia.
 
Nasional
06/01/2022 15:57 WIB
KAI: 2,1 Juta Orang Gunakan Kereta Api Selama Masa Natal dan Tahun Baru 2022
PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi menutup pelaksanaan posko Natal dan Tahun Baru 2022 yang telah berlangsung sejak 17 Desember 2021 s.d 4 Januari 2022.
Telkomsel