ECONOMIC ZONE - Lima perusahaan BUMN, PT Danareksa (Persero), PT Surabaya Industrial Estate Rungkut, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo), dan PT Industri Sandang Nusantara (Persero) siap untuk mendukung PT Industri Sandang Nusantara (Persero) dalam mengembangkan pasar sarung dan industri tekstil.
Deputi Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementrerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan dalam empat tahun terakhir Kementerian terus mendorong pola seperti ini, dimana tiap-tiap BUMN mempunyai kelebihan masing-masing.
"Model kerjasama seperti ini ke depan perlu kita replikasi terus menerus. Jika bisa tentu akan mendapatkan hasil yang lebih besar lagi," katanya di Jakarta, Jumat (10/8).

Ditambahkan, Danareksa sebagai lembaga keuangan bukan bank, tentu memiliki fleksibilitas yang sangat tinggi untuk mendanai apa saja, dan dalam hal ini untuk membiayai PT Industri Sandang Nusantara (Persero).
"Berbeda dengan misalnya Industri Sandang harus ke Bank, belum tentu bisa seperti ini, karena ada regulasi-regulasi tertentu yang membatasi. Langkah yang diambil Danareksa dan Industri sandang ini sudah tepat. Bagi industri sandang, kerjasama ini adalah sebuah small step, untuk taking off," tuturnya.
Sementara itu Direktur Utama PT Industri Sandang Nusantara (Persero), Robby E Quento mengungkapkan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya serta ucapan terima kasih kepada masing-masing pihak yang terkait dalam sinergi ini dan berharap bahwa sinergi ini dapat berjalan sukses.
"Kami sangat berterimakasih kepada seluruh pihak atas penandatanganan MoU ini, dan berharap ini merupakan awal yang baik serta komitmen bersama untuk berbakti kepada negeri,” paparnya.
Sebagai tindak lanjut atas MoU ini, kedepan akan dilakukan langkah-langkah strategis, termasuk kesepakatan tentang nilai pembiayaan yang dibutuhkan oleh PT Industri Sandang Nusantara (Persero).
"Kami merencanakan, dalam kurun waktu paling lama satu tahun kedepan, pembiayaan ini akan bisa direalisasikan," ujarnya.
Rencana ke depan, dengan sinergi ini PT Industri Sandang Nusantara (Persero) dapat mengoptimalkan produktivitas serta meningkatkan omzet penjualan baik secara lokal maupun ekspor.
Di satu sisi, ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia telah mencapai nilai US$12,4 miliar pada tahun 2017, melebihi target dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) sebesar US$ 11,8 miliar.
Pemerintah bahkan menargetkan pertumbuhan ekspor 2019 senilai US$15 miliar.
Melalui penandatanganan MoU ini, diharapkan peran strategis BUMN khususnya PT Industri Sandang Nusantara (Persero) dalam merealisasikan target ekspor tersebut.
Komentar