Gilbert Sem Sandro
Rabu, 03 Maret 2021 - 10:44 WIB

Setahun Pandemi Corona, INDEF : Model Pemulihan Ekonomi Saat Ini K-Shaped

Foto/Roni.M/ECONOMICZONE
Foto/Roni.M/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Awal Maret 2021 saat ini, pandemi Corona genap satu tahun melanda Indonesia. Banyak sektor yang terpengaruh akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan Pemerintah Indonesia, guna menekan angka penularan Covid-19.

Salah satu sektor yang sangat berpengaruh akibat pandemi Corona sekarang ini ialah sektor Ekonomi. Masyarakat kelas menengah atas maupun bawah sangat merasakan dampak yang diakibatkan pandemi severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 atau Covid-19.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan, model pemulihan ekonomi saat ini berbentuk huruf K-shaped, jika dianalisis per sektoral. Huruf K artinya ada sektor yang justru booming saat pandemi, misalnya komoditas ekspor dan ekonomi digital yang kenaikan presentasenya mengalahkan sektor lain.

"Salah satu contoh adalah jasa pesan makanan online yang naik 24%, disusul Fintech dan E-commerce yang gencar dicari oleh konsumen," ujar Bhima Yudhistira saat diwawancarai Economiczone.id, di Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Sementara huruf K yang berada dibawah menunjukkan, ada sektor yang mengalami resesi semakin dalam. Seperti, bisnis perhotelan dan transportasi ataupun sektor pariwisata yang diperkirakan jadi sektor paling akhir untuk bangkit dari masa pandemi.

"Bukti hotel dijual murah karena pemilik tidak sanggup lagi menanggung biaya operasional, ditengah okupansi kamar yang rendah, menjadi fenomena yang terjadi diseluruh wilayah Indonesia saat ini," jelas Bhima.

Pergerakan masyarakat setahun pandemi, lanjut Bhima, masih mengalami penurunan, dibanding baseline. Hal ini disebabkan karena, mobilitas penduduk ke pusat perbelanjaan turun 23% dan untuk perkantoran turun 29%. Kerbatasannya pergerakan penduduk membuat sektor retail terpukul, industri manufaktur lakukan phk massal dan jasa transportasi serta pariwisata alami resesi berkepanjangan.

"Ekonomi yang turun 2, 07% pada tahun 2020 lalu jadi sinyal pelemahan ekonomi terdalam sejak krisis tahun 1998 atau 21 tahun terakhir," tambahnya.

Melihat kondisi saat in, Bhima menyarankan agar  treatment yang dilakukan Pemerintah sebaiknya difokuskan ke sektor yang paling rentan alami resesi. Stimulus yang diberikan kepada masyarakat sebaiknya difokuskan kepada satu program dan dilakukan secara bertahap.

"Contoh, bantuan subsidi upah harusnya dilanjutkan bukan dengan kartu pra kerja. Subsidi upahnya sebaiknya difokuskan terlebih dahulu pada bidang jasa transportasi dan pariwisata. Dengan bantuan tersebut, setidaknya para pekerja yang bekerja di bidang tersebut tidak jatuh langsung mengalami resesi," jelas Bhima.

Menurut Bhima Yudhistira, untuk saat ini tidak ada jalan lain untuk memunculkan kembali gairah masyarakat penggiat ekonomi, selain pulihkan mobilitas dengan percepatan vaksinasi dan pengendalian penularan pandemi. Karena dengan melaksanakan program vaksinasi secara berkala, masyarakat bisa memiliki harapan untuk membangkitkan situasi ekonomi mereka.

"Untuk masyarakat ekonomi menengah ke bawah harus tetap berhemat, karena tidak ada jaminan kapan pandemi ini berakhir. Dan bagi masyarakat kelompok ekonomi menengah ke atas, diharapkan tetap belanja dan mengeluarkan tabungannya agar roda ekonomi berjalan," tutup Bhima Yudhistira.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
12 jam yang lalu
Pemerintah Raup Kinerja Investasi Semester I 2026 Melonjak 7,2% dari Rp1.010,6 Triliun
Capaian tersebut telah memenuhi 49,5% dari target investasi nasional sepanjang 2026 yang dipatok sebesar Rp 2.041,3 triliun.
 
Nasional
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking Melalui Daring Proyek Gas Masela Senilai Rp376 Triliun
Peresmian dilakukan oleh Prabowo yang menyatakan dimulainya pembangunan salah satu proyek energi terbesar di Indonesia tersebut.
 
Nasional
13 jam yang lalu
Update Harga Tiket Pertandingan Timnas Indonesia Terbaru di Piala ASEAN Hyundai 2026
Harga tiket Piala ASEAN yang ditetapkan PSSI cukup terjangkau dengan empat kategori tribun. Untuk Tribun Utara dan Tribun Selatan, suporter timnas Indonesia cukup membayar Rp 100.000.
 
Nasional
14 jam yang lalu
Kekecewaan Fans dan Kecaman Publik Terhadap Timnas Argentina
Salah satu faktor yang sering disebut sebagai alasan adalah sikap rasis dan arogan penggemar serta pemain Argentina.
 
Nasional
14 jam yang lalu
Mengenal Internet Rakyat dan Starlite, Dua Layanan Internet dari Grup Surge (WIFI)
Internet Rakyat merupakan inisiatif Surge WIFI, melalui pelaksana operasional Telemedia, dan bekerja sama dengan OREX SAI Inc., perusahaan patungan antara NTT DOCOMO, INC. dan NEC Corporation.
 
Nasional
15 jam yang lalu
Inggris Disingkirkan Argentina, Tuchel Evaluasi Mental Pemain dan Kane Pasrah Kehilangan Kendali
Thomas Tuchel dan Harry Kane kecewa usai Inggris kalah 1-2 dari Argentina. Mentalitas tim dinilai berubah setelah unggul lebih dulu.
 
Nasional
18 jam yang lalu
CIMB Niaga dan Cathay Hadirkan Solusi Perjalanan Internasional Lebih Efisien melalui Cathay Travel Fair 2026
Tawarkan cashback hingga Rp8,8 juta, bonus hingga 88.000 Asia Miles, dan penukaran Poin Xtra hingga 100% untuk perjalanan internasional yang lebih hemat dan nyaman
Telkomsel