ECONOMIC ZONE - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri resmi menutup proses identifikasi korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang terjatuh di sekitar kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (9/1/2021) lalu.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, penghentian proses identifikasi dilakukan, setelah tim DVI telah memproses seluruh post mortem body bag dan properti yang diambil di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.
"Proses identifikasi oleh tim DVI RS Polri resmi dihentikan," ujar Brigjen Pol Rusdi Hartono saat konfrensi pers terakhir identifikasi korban SJ-182 di RS. Polri, Kramat Jati, Jakarta, Selasa (2/3/2021).
Dari total 62 penumpang yang tercatat di manifest penerbangan, tim DVI berhasil mengidentifikasi 59 korban. Dengan rincian 30 korban laki-laki dan 29 korban perempuan. Adapun metode identifikasi, 13 di antaranya menggunakan sidik jari, dan 46 dengan metode DNA.
Korban terakhir yang teridentifikasi adalah Razanah berusia 57 tahun, korban tersebut teridentifikasi melalui DNA anak kandungnya. Jenazah tersebut tercatat dalam data manifes sebagai penumpang Sriwijaya Air SJ-182 yang berada pada nomor 11.
"Dengan data pembanding dari anak kandung beliau, atas nama Muhammad Rizki Pratama," terang Rusdi Hartono.
Namun, lanjut Rusdi Hartono, jika merujuk dari data manifes penumpang yang tercatat sebanyak 62 korban, masih tersisa tiga korban yang belum teridentifikasi. Mereka adalah Arkana Nadi Wahyu bayi laki-laki berusia 7 bulan, Dania anak perempuan usia 2 tahun dan Panca Widya Nursanti perempuan usia 46 tahun.
Ke tiga korban tersebut belum teridentifikasi karena sampel data postmortem atau bagian tubuh jenazahnya belum ditemukan. Tanpa adanya bagian tubuh jenazah hasil operasi SAR di lokasi kecelakaan, maka data pembanding antemortem dari pihak keluarga inti korban tidak bisa dicocokkan.
Namun bila nantinya Tim SAR menemukan bagian tubuh korban di perairan Kepulauan Seribu lokasi kecelakaan, tidak menutup kemungkinan korban bisa teridentifikasi. Mengingat meski operasi SAR Sriwijaya Air SJ-182 sudah dihentikan sejak 21 Januari 2021, Tim SAR tetap melakukan pemantauan di perairan Kepulauan Seribu.
"Bila ada perkembangan lebih lanjut akan kami laporkan kembali. Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung dan turut serta dalam pelaksanaan operasi DVI Sriwijaya Air SJ-182," tutupnya.
Komentar