MA
Rabu, 24 Februari 2021 - 14:46 WIB

Ericsson percepat peluncuran 5G di pita sedang dengan solusi Massive MIMO dan RAN Compute ultra ringan

Foto/Ist/Economiczone
Foto/Ist/Economiczone
Dummy

ECONOMIC ZONE - Ericsson (NASDAQ: ERIC) telah meluncurkan tiga radio baru dalam portofolio Massive MIMO yang terkemuka, serta mengembangkan portofolio RAN Compute dengan enam produk RAN Compute guna mempercepat peluncuran jaringan 5G pada pita frekuensi sedang. Solusi baru itu didukung Ericsson Silicon - sistem perusahaan pada rangkaian chip (system on a chip/SoC) - yang menyediakan kemampuan pengolahan lanjutan untuk evolusi cepat dari jaringan hemat energi dan berkinerja tinggi.

Dengan spektrum pita sedang baru tersebut, penyedia layanan komunikasi dapat memanfaatkan aset spektral 5G mereka untuk meluncurkan layanan dengan cepat dan efisien guna memberikan pengalaman yang lebih responsif kepada pelanggan broadband seluler. Pita sedang menjembatani kecepatan, kapasitas, dan jarak jangkauan antara pita frekuensi rendah dan pita frekuensi tinggi. Jaringan 5G, yang memanfaatkan spektrum pita sedang dalam skala besar, akan memiliki kemampuan dalam memberikan pengalaman 5G yang matang bagi konsumen dan perusahaan.

Per Narvinger, Head of Product Area Networks Ericsson, mengatakan, “Setelah peluncuran pertama jaringan 5G, sekarang adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan 5G dengan memanfaatkan Massive MIMO ke tingkat yang jauh lebih luas. Dengan portofolio baru kami, penyedia layanan komunikasi dapat mempercepat pengimplementasian pita sedang mereka secara efisien dengan kinerja yang lebih unggul bagi pelanggan mereka, sekaligus mengurangi konsumsi energi.”

Landasan inovasi

Jajaran radio pita sedang Massive MIMO 5G ultra ringan milik Ericsson merupakan bagian dari portofolio Antenna-Integrated Radio (AIR) yang dirancang untuk memudahkan pengimplementasian pita sedang bagi penyedia layanan. Jaringan tersebut memungkinkan pengalaman pengguna 5G menyeluruh bagi pelanggan, sekaligus mengurangi footprint dan meningkatkan kapasitas hingga lebih dari tiga kali lipat.

Dengan berat hanya 20 kg, radio baru tersebut 45 persen lebih ringan jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya dan 20 persen lebih hemat energi, dengan pendinginan pasif untuk meminimalisir perawatan yang membutuhkan biaya banyak. Radio tersebut dapat digunakan dari gedung pencakar langit di perkotaan hingga wilayah pinggiran kota dan pedesaan, seperti Fixed Wireless Access, otomotif, transportasi, dan logistik.

Ericsson juga meningkatkan portofolio RAN Compute dengan enam produk baru, termasuk opsi dalam dan luar ruangan untuk perluasan jangkauan 4G dan peluncuran 5G di pita sedang, dengan hasil lebih tinggi hingga 50 persen dan konsumsi energi 15 hingga 20 persen lebih rendah.

Tambahan terbaru pada portofolio Massive MIMO dan RAN Compute dari Ericsson didukung oleh Ericsson Silicon dengan rancangan arsitektur yang menyediakan radio Massive MIMO dengan perkiraan channel secara real time dan beamforming dengan ketelitian sangat akurat, memungkinkan cakupan dan pengalaman pelanggan yang lebih luas. Keamanan tambahan telah disatukan ke dalam perancangan bersama silikon yang ketat, serta  arsitektur hardware yang diluncurkan, guna memastikan software dan data yang sensitif terlindungi.

Ed Gubbins, Principal Analyst GlobalData, mengatakan, “Peluncuran portofolio ini dilakukan pada saat yang tepat, karena para operator sedang berpaling untuk memanfaatkan spektrum pita sedang 5G. Radio Massive MIMO dari Ericsson unggul di industri karena bentuknya yang ringkas, dengan desain ringan, yang akan membantu operator mengatasi tantangan pengimplementasian. Selain itu, stabilitas dan kekuatan strategi silikon khusus Ericsson juga membedakannya.”

 

TAGS
  1. Ericsson
Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
15/04/2026 12:26 WIB
Konsisten Lanjutkan Transformasi, Bank Jakarta Raih TOP BUMD Awards 2026
Bank Jakarta raih sejumlah kategori penghargaan pada ajang TOP BUMD Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Majalah Top Business bersama Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) dan sejumlah lembaga independen
 
Nasional
14/04/2026 19:48 WIB
AI Percepat Digitalisasi Bisnis, Tapi Juga Serangan Siber
Perkembangan artificial intelligence (AI) kini semakin mempercepat transformasi digital di berbagai sektor industri
 
Nasional
11/04/2026 18:52 WIB
BINUS University Luncurkan Program Doktor Akuntansi, Siapkan Pemimpin Riset dan Transformasi Bisnis di Era AI
BINUS University meluncurkan program doktor terbaru, Doctor of Accounting Science (DAS), sebagai wujud komitmen dalam menghadirkan pendidikan berkelas dunia
 
Nasional
07/04/2026 21:38 WIB
Bank Mandiri Taspen dan ASABRI Berikan Santunan Risiko Kematian Khusus (SRKK) Kepada Keluarga Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar
Direktur Utama PT Bank Mandiri Taspen, Panji Irawan, menyerahkan secara simbolis Santunan Risiko Kematian Khusus (SRKK) kepada keluarga Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, anggota Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL Lebanon.
 
Nasional
06/04/2026 18:05 WIB
CIMB Niaga Finance Gelar RUPS Tahun Buku 2025, Pertahankan Pertumbuhan Kinerja di Tengah Dinamika Ekonomi
CNAF menutup tahun 2025 dengan performa keuangan yang terjaga. Perseroan berhasil membukukan Pendapatan sebesar Rp2,23 triliun, meningkat 9,31% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp2,04 triliun.
 
Nasional
06/04/2026 16:45 WIB
CIMB Niaga Hadirkan OCTOBIZ, Platform Digital Terintegrasi untuk Permudah Pengelolaan Transaksi Bisnis
OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola transaksi bisnis domestik serta internasional secara lebih mudah, efisien, aman, dan terintegrasi.
 
Nasional
06/04/2026 16:13 WIB
Tumbuh Setiap Aspeknya, Krom Bank Catatkan Kinerja Positif Sepanjang Tahun 2025
Krom Bank, memperkuat posisinya sebagai bank digital tepercaya di Indonesia yang berhasil membukukan Aset sebesar Rp12,21 triliun year-on-year (Y-o-Y) naik signifikan 84% atau hampir dua kali lipat dibanding tahun 2024 sebesar Rp6,65 triliun yang didorong oleh pertumbuhan penyaluran…
Telkomsel